When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 23. Penyamaran Raja Iblis



Lasmi segera membawa Gagah pergi, sementara Riana sengaja membawa Garnis ke rumah sakit.


Angel datang mengunjungi Garnis, Riana menjelaskan semuanya kepada Angel. Gadis itu benar-benar tak mengira jika Garnis adalah sang ketua sekte.


Riana meminta bantuan Angel untuk mencari barang-barang bukti jika Garnish adalah pemimpin ketua sekte di kediaman gadis itu, untuk menyelamatkan Aleta.


Angel mengangguk setuju dan segera bergegas menuju ke rumah Garnis.


Setibanya di kediaman Garnis, ia begitu terkejut saat melihat sahabatnya itu masih segar bugar.


Ia bahkan menyambut kedatangannya.


"Halo Angel, tumben kamu datang ke sini?" sapa gadis itu


Ia kemudian mengajak Angel masuk ke kamarnya. Saat memasuki kamar Garnis tak ada yang berubah di sana, semuanya masih tertata rapi. Angel bahkan masih bisa menemukan buka novel kesukaannya di kamar Garnis yang memang mengoleksi banyak novel remaja.


Saat Garnis pergi ke dapur ia mulai mencari bukti-bukti yang menunjukkan jika gadis itu terlibat dalam sekte pemuja iblis.


Gadis itu terbelalak saat melihat tumpukan benda-benda mistis di lemari pakaian Garnis. Bukan itu saja, ia juga menemukan buku tua yang berisi mantera-mantera kejawen.


Gadis itu kemudian memasukannya kedalam tasnya.


"Minum dulu An," ujar Garnis menawarkan segelas jus jeruk padanya


"Thanks,"


Setelah meminum habis minumannya Angel pun pamit pulang.


Pagi itu Riana di temani Lasmi menemui kepala sekolah dan memberitahukan tentang Garnis.


Ia bahkan menunjukkan foto mayat gadis itu.


"Sekarang mayat Garnis masih di simpan di rumahku, rencananya jika kami sudah mendapatkan bukti yang cukup aku akan menyerahkannya ke kantor polisi," tutur Lasmi


Widya mengerti dan mempersilakan keduanya meninggal ruangannya.


Namun keduanya terkejut saat melihat kedatangan Garnis ke sekolah pagi itu.


"Pagi Riana?" sapanya begitu ramah


Widya langsung mengeluarkan alat bantu pernapasan saat ia tiba-tiba mengalami sesak napas.


"Pagi," jawab Riana datar


Ia kemudian menggandeng lengan Garnis dan mengajaknya masuk ke kelas.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Widya berusaha mengatur nafasnya


"Aku yakin ini adalah pemainan Raja Iblis," jawab Lasmi segera meninggalkan tempat itu


Garnis tiba-tiba terkejut saat Riana membawanya ke gudang sekolah, ia kemudian mendorongnya hingga tertahan di dinding ruangan.


Riana segera mengeluarkan pedangnya dan menancapkannya tepat disamping wajahnya.


"Katakan siapa dirimu!" hardik Riana dengan mata merah membara


"Tentu saja aku Garnis, apa kau lupa dengan wajahku?" jawabnya dengan semburat senyum di wajahnya


Ia bahkan mencabut pedang Riana. dan memberikan padanya.


"Jangan suka bermain pedang karena kau bisa terhunus nantinya," imbuhnya


Ia kemudian memainkan pedang Riana kemudian menghunuskan kearahnya.


"Kau masih saja menyebalkan Riana, apa aku perlu membunuhmu lagi agar tak ada yang menghalangi ku membunuh bajing*n itu!" seru Garnis


Gadis itu kemudian menggores leher Riana hingga darah segar mengalir di lehernya.


"Dulu aku tak bisa meminum darah mu karena kau adalah putriku, tapi kali ini aku bisa membunuh mu dan meminum darahmu agar aku bisa hidup abadi dan semakin sakti,"


Garnis menjilati darah Riana yang menempel di pedangnya.


Riana segera melepaskan tendangan kearahnya hingga pria itu terpental dan menjatuhkan pedangnya.


Riana segera mengambil pedangnya dan mencoba menikamnya. Namun hanya dengan satu pukulan Raja Iblis sudah membuat Riana jatuh tersungkur ke lantai.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu Raja Iblis langsung menghunuskan pedangnya ke pada gadis itu hingga darah segar menyembur dari mulut Riana.


"Sekarang kau hanya manusia yang lemah Riana, jadi sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa membunuhmu," ucap Raja Iblis kemudian meninggalkan gadis itu setelah mengambil darah Riana.


Saat ia sedang sekarat, Riana justru melihat sosok dirinya mengulurkan tangannya dan membawanya pergi ke suatu tempat dimana Gagah sedang menunggunya.


"Kau harus menyelamatkan dia, kau tahu kan apa tujuan kita datang ke dunia ini?" tanya Riana Antoinette


"Menyelamatkan Gagah," jawab Riana


"Benar, tapi ada satu tujuan yang lupa aku sebutkan padamu, bahkan aku baru memikirkannya sekarang," jawab Riana Antoinette


"Apa itu??"


"Membunuh ayahku, Raja Iblis. Karena hanya itu yang bisa menyatukan hubungan ku dengan Gagah di kehidupan selanjutnya," jawab Riana Antoinette kemudian menghilang.


Riana seketika tersadar. Ia kemudian bangun dan berjalan tertatih meninggalkan gudang.


Angel yang melihat Riana langsung menghampirinya dan membantu memapahnya.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Angel


Riana segera menatap nyalang kearah gadis itu.


Ia kemudian mencengkram leher Angel dan menarik kerah bajunya.


"Kenapa kau tidak memberitahukan aku jika Garnis hidup lagi!" seru Riana


"Itu...itu karena aku tiba-tiba tak sadarkan diri sepulang dari rumah Garnis. Entah apa yang sudah ia lakukan, hingga membuat aku tak ingat apa-apa lagi sampai pagi," jawab Angel


Gadis itu kemudian menceritakan apa yang ia temukan di rumah Garnis.


"Aku melihat semua bukti-bukti di kamar Garnis, bahkan aku sempat membawa buku kuno yang berisi mantera kejawen. Tapi buku itu tiba-tiba hilang saat aku sadar," jawab Angel


"Kalau begitu kita tidak boleh gegabah sekarang. Karena lawan kita adalah Iblis yang sakti, bukan orang biasa," jawab Riana


Gadis itu berjalan keluar di temani Angel.


Setibanya di kelas semua siswa langsung melemparinya dengan sampah.


"Dasar anak Iblis, pergi kau dari sini. Kau hanya akan membuat kita semua terkena sial karena satu sekolah denganmu!" seru salah seorang siswa


Tentu saja hal itu membuat Angel marah dan membalas perkataan mereka, namun saat gadis itu akan membelanya sebuah Tumbler melayang hingga mengenai kepalanya dan berdarah.


"Sebaiknya kau juga pergi gadis sombong!" seru yang lainnya


Melihat kening Angel berdarah membuat Riana langsung menariknya dan membawa gadis itu pergi dari kelasnya.


Sepanjang perjalanan pulang semua siswa terus melempari mereka dengan benda-benda apapun yang mereka bawa.


Merasa Riana dalam bahaya Gagah pun segera bangun dan meninggalkan kediaman Lasmi ia segera berubah menjadi seekor kelelawar dan terbang menuju ke sekolah.


Sementara itu Riana yang sudah kehilangan banyak darah terlihat begitu pucat dan pandangannya mulai kabur.


"Bertahanlah Ri, jangan pingsan dulu. Kamu bisa mati jika pingsan di sini," ucap Angel terisak


Saat Riana jatuh terkulai Gagah segera menangkap tubuhnya.


Riana tersenyum saat melihat wajah teduh itu dan langsung memejamkan matanya di pelukan pria tampan itu.


Gagah kemudian menggunakan kekuatannya untuk melindungi Riana dan membawanya pergi.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan sekolah dan segera membawa Mereka pergi dari tempat itu.