
Angin kencang berhembus menggerakkan tirai rumah Warni. Wanita itu begitu kesal saat mengetahui Aryo Zagan dan Gagah bersatu untuk menghadapinya.
"Jadi kau memilih berkhianat pangeran. Kau benar-benar membuat ku kesal!" wanita itu terlihat mengepalkan tangannya
Raut wajahnya seketika berubah menyeramkan. Bola matanya seketika berwarna ungu.
Dengan suara lantang wanita itu membaca sebuah mantera.
Langit seketika berubah gelap, suara petir menyambar-nyambar seolah memberitahukan jika sang penguasa langit sedang murka.
Warni kemudian mengambil mawar hutan dan menaburkan kelopaknya di sepanjang jalan.
"Sukmaning anak agung sing bakal dadi Raja langit lan Neraka. Ngumpulana kene ana umahku. Kembang mawar sing dadi panjalukmu, wangi ayu koyo rupane buyutmu. Ndang gagea teka cah bagus, balasono loro atiku marang dulurmu, mreneo....mreneo,"
*Dug, dug, dug!!
Seketika bumi berguncang membuat semua orang langsung berlarian menyelamatkan diri.
Suara jeritan orang-orang meminta tolong membuat telinga terasa sakit. Mereka berlarian meninggalkan kediamannya untuk menyelamatkan diri.
*Kediaman Lasmini
"Mereka sudah datang??"
Wanita itu tampak melihat kearah langit yang sudah menghitam.
Ia kemudian merentangkan tangannya seraya berdoa.
"Ya Allah berikanlah keselamatan untuk cucuku," ucapnya sambil memejamkan matanya
Wanita tua itu berjalan memasuki kamar Riana. Ia kemudian mengikat peti mati Raja Iblis dan menariknya keluar.
Wanita itu berjalan tanpa gentar melewati rimbunan pepohonan hutan menuju ke sebuah telaga.
Ia membuka peti mati itu dan menyayat lengannya.
"Bangunlah, sekarang saatnya kau harus bangun dan menyelamatkan putrimu!" ucapnya sembari mengucurkan darahnya keatas mayat sang Raja Iblis
Tidak lama mayat itu terbangun, dan menatapnya nanar.
"Terimakasih sudah membangkitkan aku nyai," ucap pria itu kemudian menggerakkan kepalanya.
"Putrimu sedang dalam bahaya, bantulah dia agar bisa selamat dari serangan para Demon Witch," tutur Lasmi
"Tentu saja, aku pasti akan menolong satu-satunya penerus Bangsa Iblis," lelaki itu kemudian melangkah pergi meninggalkan peti matinya.
Lelaki itu menyeringai dan membalikkan tubuhnya, "Dasar wanita bodoh, bagaimana bisa kau mempercayai Iblis seperti ku,"
Ia kemudian melesat dan mencekik Lasmini.
"Kau pikir aku akan membantumu, ingat Lasmini kau sudah membuat putriku mengkhianati ku. Jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah tunduk ataupun menjadi budak mu. Justru aku akan menjadi mesin pembunuh untukmu!" ucap Raja Iblis
Lasmini hanya tersenyum mendengar ocehan pria itu.
"Kau harus ingat jika aku yang membangkitkan mu dengan darahku, jadi aku juga yang akan menghabisi mu lagi dengan darahku," ancam wanita tua itu
Lasmini kemudian mengeluarkan sebuah keris dan membaluri keris itu dengan darah yang masih menetes dari tangannya. Sementara itu sang Iblis seketika terkejut melihatnya.
"Senjata ini yang akan membunuh mu Raja Iblis!" ancam wanita itu mengarahkan kerisnya ke leher sang Iblis
Seketika pria itu melepaskan cekikannya.
"Dasar dukun sialan beraninya kau mengancam ku!"
"Hanya seorang dukun sakti yang mampu mengendalikan seorang Iblis dan para keturunannya, jadi jangan pernah meremehkan aku. Sekarang pergi dan selamatkan cucuku!" hardik Lasmini membuat
Raja iblis kemudian menghilang.
*Kediaman Aryo Zagan
*Dug, dug, dug!!
Ketiga orang yang berada di rumah itu langsung bersiaga saat mendengar suara gemuruh langkah para demon witch mendekat kearahnya.
"Mereka sudah datang," ucap Aryo Zagan
Pria itu segera mengeluarkan pedangnya dan berlari menuju halaman rumahnya.
Begitupun dengan Riana dan Gagah yang langsung menyusulnya.
"Sepertinya perang sudah di mulai, bersiaplah untuk kembali menjadi seorang panglima perang," ucap Zagan mendekati Riana
"Hmm," Gagah tampak kesal melirik kakak beradik itu
Melihat wajah beringas para Demon membuat ketiganya segera memasang kuda-kuda.
Gagah berubah menjadi seorang vampire dengan pedang di tangannya, sementara itu Aryo berubah menjadi Iblis yang bengis.
"Ah sial, kenapa hanya aku yang tidak berubah," gerutu Riana
Ketiganya seketika melompat kearah para monster yang memasuki pelataran rumah Aryo Zagan.
Dengan cepat Riana melompat kemudian menghunuskan pedangnya keatas punggung para monster dan memotong kepala mereka.
Gadis muda itu tiba-tiba berubah menjadi sosok yang bengis dan menakutkan di medan perang. Bahkan para monster berusaha menjauh darinya.
"Apa kalian masih mengingat ku!" seru Riana
Gadis itu melepaskan tendangannya sembari memainkan pedangnya membunuh para monster yang menyerangnya dari berbagai penjuru.
Meskipun ketiganya seorang petarung yang begitu tangguh namun banyaknya para Demon membuat stamina mereka terkuras luar biasa.
"Jumlah mereka semakin bertambah banyak, jika mereka begini terus tetap saja kita akan kewalahan menghadapinya," ucap Riana
"Apa ada cara untuk menghentikan kemunculan mereka?" tanya Zagan
"Bunuh penciptanya," jawab Gagah
"Siapa yang menciptakan mereka?" tanya Riana
"Orang yang selalu menebarkan kelopak mawar hutan dialah pencipta para Demon Witch ini," jawab Gagah
"Bu Warni!" ucap Riana menyipitkan matanya
"Hmm,"
"Kalau begitu biar aku yang akan membereskan wanita tua itu," jawab Riana
Aryo langsung menyingkirkan Riana, "Dia bukan lawanmu, biarkan aku yang akan mengirimnya ke Neraka," ucap pria itu
"Kau lebih aman bersamaku, jadi biarkan saja kakakmu yang mengurus wanita itu," ucap Gagah
"Ok,"
*Rumah sakit tempat Angel di rawat.
Para dokter dan perawat mencoba membantu para pasien keluar dari ruangannya.
Sementara itu Angel berusaha menggerakkan kakinya yang masih di gift. Gadis itu menyambar alat bantu berjalan dan segera turun dari ranjangnya. Namun sial sebuah puing runtuh tepat menutup pintu ruangannya.
Gadis itu kemudian berbalik menuju ke jendela. Ia melongok ke bawah dan melihat para tenaga medis sibuk menyelamatkan para pasien.
"Kenapa tidak ada yang datang menolong ku padahal aku sudah memencet tombol minta tolong, ah sial banget!" gerutunya
"Apa aku harus melompat ke bawah, lalu bagaimana dengan kakiku?, pasti lukanya akan semakin parah. Aku tidak mau kehilangan kakiku," ucapnya sedih
*Braakkk!!
Angel tersenyum saat melihat pintu kamarnya terbuka. Gadis itu mengira seseorang datang menolongnya hingga buru-buru berjalan kearah pintu.
Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat wajah bengis tersenyum kearahnya.
"Bu Warni!!"
Gadis itu seketika berjalan mundur kearah jendela.
"Aku tidak menyangka kalau kau masih hidup Angel. Bu Widya sangat pandai menyembunyikan mu dariku,"
*Deg!!
Seketika Angel merasa tubuhnya terasa kelu, ia tidak bisa bergerak saat sudah menempel dengan jendela kamarnya.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan mu selamat lagi," ucap wanita itu kemudian mendorong Angel hingga jatuh dari jendela
"Selamat jalan my Angel," ucap Warni menyeringai
"Tolooong!!" seru Angel menutup matanya
Seketika dua buah sayap muncul dari punggungnya membuat gadis itu terkejut.
"Aku punya sayap dan aku tidak terjatuh, yeay!!" serunya bahagia