When The Evil Fall In Love

When The Evil Fall In Love
Bab 15. Ruang Rahasia



Semua siswa SMA tampak berkumpul di belakang sekolah. Bukan tanpa alasan mereka berkerumun di sana terutama siswa perempuan.


Itu karena kedatangan seorang aktor ternama disekolah itu. Anak-anak dari ekskul paskibra sengaja mengundang seorang artis idola remaja untuk menggaet peserta ekskul khususnya siswa perempuan.


Benar saja dengan kedatangan Bryan Domani membuat hampir semua siswa perempuan langsung mendaftar sebagai anggota ekstra kurikuler Paskibra, padahal sebelumnya tidak ada satupun siswa yang mau bergabung dalam ekskul tersebut.


Angel yang penasaran mengajak Garnis untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Awalnya Garnis menolak ajakan Angel karena gadis itu tidak suka ekskul paskibra, tapi karena Angel terus memaksanya, ia pun menemani Angel mendaftar sebagai anggota ekskul.


Namun siapa sangka kegiatan ekstrakurikuler tersebut tak seperti yang mereka bayangkan.


Bukannya latihan baris berbaris mereka malah berpesta, bahkan lebih sering mengajak para anggotanya untuk melakukan permainan yang sebenarnya adalah pemujaan.


Bosan dengan kegiatan perkumpulan membuat Angel keluar dari ekskul tersebut.


Tapi ia penasaran karena semua pengurus ekskul tersebut adalah siswa elite di SMA PENCERAHAN.


Hampir semua anak orang kaya di sekolah ini bergabung di ekskul ini.


"Sebenarnya apa yang istimewa dari ekskul ini, kenapa mereka mampu mengadakan party setiap minggu dengan mengundang artis ibukota.


"Sebenarnya apa yang mereka cari, kenapa mereka hanya merekrut siswa perempuan doang, mencurigakan, terus coklat yang selalu diberikan saat kita melakukan permainan kenapa rasanya aneh,"


Karena merasa ada yang janggal dengan ekskul tersebut membuat Angel bertahan. Ia bahkan berusaha naik level agar bisa mengikuti acara sakral perkumpulan itu yang hanya bisa diikuti oleh anggota yang sudah lulus ujian dan naik level.


Angel dan Garnis mengikuti ujian kenaikan jenjang dan berhasil lulus.


Keduanya kemudian diundang untuk mengikuti acara sakral yang hanya boleh diikuti oleh para anggota ekstra kurikuler yang sudah naik jenjang.


Kedua gadis itu mengikuti para siswa yang digiring masuk kedalam gudang sekolah.


Alis mata Angel mengkerut saat melihat para seniornya membawa mereka ke gudang.


"Sebenarnya mereka mau ngadain acara apa sih, kenapa juga harus di gudang tempatnya, kan serem," ucap Angel


Saat hendak masuk semua anggota baru diharuskan memakan coklat yang sudah dibagikan oleh para senior.


Angel yang sudah tahu rasa coklat itu sengaja hanya memakan setengahnya, ia tak mau sakau setelah memakan coklat aneh tersebut.


Kedua gadis itu tampak seperti orang linglung saat memasuki ruangan itu.


"Apa kau yakin akan ikut perkumpulan ini, apa kau tidak curiga atau takut pada mereka?" bisik Garnis


"Tenang saja, aku hanya ingin tahu perkumpulan apa sih ini. Kenapa juga para pengikutnya adalah anak-anak orang kaya dan paling berpengaruh di sekolah ini. Aku yakin ada yang tidak beres, makanya aku ingin menyelidikinya. Lihat saja mereka tampak seperti orang sakau, jangan-jangan coklat yang tadi kita makan adalah narkoba," jawab Angel


"Jangan ngarang kamu," bisik Garnis


Sesampainya di dalam beberapa orang langsung mendandani mereka dan menyuruhnya untuk berganti pakaian.


Seorang wanita keluar dengan menggunakan topeng dan memberikan sebuah pidato sebelum ritual.


"Percayalah, kalian akan mendapatkan banyak kesuksesan selama bergabung dengan kelompok ini," ucap wanita itu


Ia kemudian membagi-bagikan sebuah kertas yang berisi mantera kejawen.


Melihat kedatangan Riana dan Gagah membuat seorang pria menghampiri sang ketua sekte dan memintanya untuk menghentikan acara pemujaan hari itu. Sang Ketua kemudian membubarkan mereka dengan alasan keamanan.


Saat para anggota sekte berusaha keluar dan menyelamatkan diri. Seseorang menarik Angel dan menyeretnya pergi.


"Lepasin gue," teriak Angel berusaha melepaskan diri


Gadis itu bahkan menggigit wanita yang menjegalnya dan berhasil kabur. Ia kemudian mencari Garnis, "Dimana dia, aku harus membawanya pergi,"


Karena tak menemukan Sahabatnya itu, Riana kemudian memutuskan untuk keluar seorang diri.


Saat ia membuka sebuah pintu keluar ia begitu tercengang karena melihat sebuah ruangan bawah tanah.


Belum sempat ia masuk dan menyelidiki ruangan itu tiba-tiba seorang wanita memukulnya tengkuknya dengan benda tumpul hingga Angel jatuh pingsan.


Saat ia pingsan wanita itu kemudian menusukkan benda tajam ke leher gadis itu hingga berbekas seperti bekas gigitan.


Tidak lupa ia memasukan sebuah coklat ke mulutnya, "Selamat jalan Angel," ucap wanita itu kemudian meninggalkannya


Angel yang mulai sadar samar-samar melihat wanita itu dari kejauhan.


Ia kemudian bangun dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Sementara itu diwaktu bersamaan Riana dan Gagah memasuki gudang sekolah. Keduanya melihat sisa-sisa pemujaan di tempat itu.


"Mereka pasti belum lama pergi, aku yakin mereka belum jauh,"


"Kenapa mereka selalu meninggalkan jejaknya, bukankah seharusnya mereka membersihkan tempat ini agar jejaknya tak terendus. Ini benar-benar mencurigakan," tukas Gagah


Ia kemudian meminta Gagah untuk berpencar mencari anggota Sekte pemuja Iblis.


Saat di parkiran , Riana bertemu dengan Angel. Karena berada dalam pengaruh Obat membuat Angel bersikap aneh hari itu.


Ia tampak seperti orang gila yang kadang tersenyum dan menangis sendiri, tentu saja hal itu menggelitik Riana hingga ia memutuskan untuk mengikutinya.


Benar saja, Angel mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga hampir membuatnya celaka.


Tak mau melihat Angel mati konyol Rania menyuruh Gagah untuk menabrak mobil Angel guna menyelamatkan gadis itu.


"Gila, yang benar saja, apa kau sangat dendam padanya hingga ingin membunuhnya?" tanya Gagah


"Justru aku ingin menyelamatkannya," jawab Riana


Gadis itu kemudian mengambil alih kemudi dan menabrak mobil Angel hingga menabrak pembatas jalan.


*Brakkk!!!


Keduanya segera turun dan menghampiri Angel. Gagah terpaksa memecahkan kaca mobil Angel untuk mengeluarkan gadis itu.


Keduanya begitu tercengang saat melihat luka bekas gigitan di leher gadis itu.


"Dia masih hidup!" seru Riana saat memeriksa denyut nadinya.


Riana kemudian meminta Gagah membawa Angel ke rumahnya.


Lasmi segera mengobati Angel.


"Bagaimana keadaannya Nek?" tanya Riana penasaran


"Sebenarnya sebebas apa sih sekolah kalian sampai mereka mengizinkan siswanya mengkonsumsi narkoba di sekolah," tukas Lasmi membuat Riana dan Gagah terkejut mendengarnya.


"Narkoba!!" ucapnya bersamaan


"Dia masih sakau sekarang, tapi nenek sudah memberikan obat herbal untuk mengembalikan kesadarannya," jawab Lasmi


"Lalu bagaimana dengan luka gigitan vampirnya?" tanya Riana lagi


"Itu bukan gigitan vampir," jawab Lasmi


"Bagaimana nenek bisa tahu?" tanya Gagah penasaran


"Mereka pasti menggunakan alat yang memang didesain seperti gigi taring. Aku yakin mereka sengaja membuat tanda seperti itu untuk menghilangkan jejak mereka," jawab Lasmi


Saat kumandang adzan ashar, angel mulai membuka matanya.


"Dimana aku?" tanyanya sembari melihat ke sekelilingnya


"Kamu ada di rumah ku," jawab Riana menghampiri gadis itu


"Apa kau yang menyelamatkan aku?" tanya gadis itu memegangi kepalanya yang masih terasa pusing


Riana mengangguk, ia kemudian memberikan segelas minum herbal padanya.


"Minumlah, kata nenekku itu untuk menghilangkan pusing di kepalamu,"


Angel segera menyambar gelas itu dan meneguk habis isinya.


"Ah, sekarang tubuhku terasa enakkan. Memang obat dari dukun lebih manjur dari obat dokter, pantas saja semua dukun di Indonesia laris manis, ternyata aku baru sadar sekarang," celoteh Angel kemudian melompat turun dari ranjangnya


Karena merasa berhutang nyawa kepada Riana, mulai saat itu Angel memutuskan untuk berteman dengan Riana.


Ketiganya kemudian menyelidiki siapa yang menculik angel dan menjadikan sebagai tumbal.


"Ah aku ingat sekarang," ucap Angel membuat Riana dan Gagah langsung menoleh kearahnya.


"Inget apa!" selidik Riana


"Saat aku dicekoki coklat Narkoba aku masih sempat sadar dan melihat mereka menyeret ku masuk ke ruang rahasia. Ruangan itu masih ada di dalam gudang, seperti kaya ruang bawah tanah gitu," terang Angel


"Kalau begitu kita kesana sekarang," ajak Riana


"Ok,"


Mereka kemudian menuju ke sekolah malam itu juga.


Dibantu dengan kekuatan Gagah, mereka akhirnya berhasil menemukan tempat Rahasia yang dimaksud Angel.


"Jadi ini ruangan pemujaan itu??"