
Semua orang berlarian saat melihat api berkobar membakar markas sekte pemuja Iblis.
*Brakkk!!
Raja Iblis menyeringai saat melihat Gagah terhempas ke dalam kobaran api.
Ia melesat menyeret pria itu dan menghunuskan pedangnya hingga darah segar menyembur dari mulutnya.
Melihat saudaranya sekarat, Aleta segera melesat menangkap tubuh Gagah.
Wanita itu langsung melesatkan pukulannya kearah Sang Iblis namun dengan cepat pria itu menangkisnya dan menyerang balik hingga Aleta seketika tumbang.
"Drakula kecil, kau akan mati di tanganku!" seru pria itu
Ia kemudian mencengkram leher Aleta dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Kuku-kukunya yang tajam kemudian mengoyak tubuh gadis itu hingga semua organ tubuhnya menjulur keluar.
Raja Iblis kemudian melemparkan tubuh gadis itu setelah mengambil jantungnya dan melemparnya kepada para pengikutnya.
Angel yang melihat itu segera berlari mengejarnya.
Gadis itu menangis tersedu-sedu melihat sahabatnya terbujur kaku di hadapannya.
"Aleta!!" ia terus memanggil namanya dan mengguncang tubuhnya berharap keajaiban akan datang.
"Lihatlah siapa ini!" seru Raja Iblis tersenyum menatap Angel
"Jadi kau adalah jelmaan seorang Valkyrie?" ucapnya tak percaya
"Aku tidak menyangka jika hari ini aku bisa bertemu dengan seorang Valkyrie yang bisa membuatku hidup abadi selamanya,"
Angin berdesir menyapu wajah Riana yang tergeletak di tanah. Bias cahaya rembulan seolah berusaha membangunkannya dari mimpi. Seekor burung hantu bertengger diatasnya.
Suara burung hantu dan bau anyir darah yang menyembur ke wajahnya membuat gadis itu seketika membuka matanya.
Ia segera bangun dan menjilat darah yang menempel di sudut bibirnya.
Saat menoleh ke samping ia melihat Sang Raja Iblis tengah menyerang Angel dan kekasihnya Gagah.
Gagah berusaha menyelamatkan Angel saat Sang Iblis berusaha membunuhnya.
Meskipun kekuatannya sudah melemah namun ia tetap menyerang tanpa rasa takut. Merasa geram dengan Gagah sang Iblis kemudian menghunuskan pedangnya.
*Tak, tak, tak!!
Derap langkah kaki Riana seakan menghentikan waktu yang berdetak. Gadis itu dengan mudahnya menangkap pedang yang melayang menuju kearah Gagah.
*Grep!!
Raja Iblis terkesiap saat melihat sosok Riana. Gadis itu telah berubah menjadi sosok vampire membuat pria itu seketika mundur beberapa langkah menjauh darinya.
"Kau... menjadi seorang vampire??" ucapnya tak percaya
"Benar, apapun akan ku lakukan demi menyelamatkan kekasih ku, kau tahu kan betapa gilanya aku bila sedang jatuh cinta!" seru Riana kemudian melemparkan pedang di tangannya hingga menancap di dada sang Iblis.
Lelaki itu memekik keras kemudian mencabut pedang itu.
"Jadi sekarang kau benar-benar ingin membunuhku hingga bertransformasi menjadi seorang vampire?"
"Benar sekali, atau lebih tepatnya aky harus menyingkirkan mu dari dunia ini agar kau tak membuat kekacauan lagi!"
Riana kemudian melompat dan melepaskan tendangan kearahnya hingga tubuh pria dihadapannya terhempas beberapa langkah darinya.
Saat ia mengeluarkan pedangnya tiba-tiba cahaya rembulan langsung menghilang tertutup awan. Taringnya yang tajam mulai menjulur keluar membuatnya tampak menakutkan.
Sang Iblis tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Baginya yang terpenting sekarang adalah membunuh Riana, ia merasa gadis itu akan menjadi ancaman besar baginya dalam menghancurkan bangsa vampire. Apalagi ia sekarang sudah menjadi seorang vampire.
"Sekarang aku tak segan lagi untuk membunuhmu karena kau sudah menjadi musuhku!"
Raja Iblis menyerang gadis itu dengan gerakannya yang cepat membuat Riana tampak kewalahan.
Sebagai seorang vampir baru ia memang belum bisa mengendalikan kekuatannya yang begitu besar.
Saat rembulan kembali menampakan wajahnya Riana merasa tubuhnya mulai melemah, ia merasakan tubuhnya terasa panas hingga membuatnya begitu kehausan.
Melihat Riana mulai kehilangan kendali Sang Raja Iblis segera menggerakkan pedangnya untuk menikam gadis itu.
Namun Gagah segera menyambar tubuh Riana hingga gadis itu terselamatkan.
Gagah kemudian menyayat lengannya dan menyuruh gadis itu untuk menghisap darahnya.
Raja Iblis tak membiarkan gadis itu mendapatkan kembali kekuatannya.
"Hiiiaaat!!"
Teriakan suara Raja Iblis membuat Riana segera mendorong Gagah dan menarik pedangnya.
Darah segar menyembur membasahi wajahnya saat gadis itu berhasil menikam Raja Iblis.
"Kau!!" seru pria itu tak menyangka jika Riana berhasil menghunuskan pedangnya tepat di jantungnya
*Arrghhh!!
Ia kembali memekik keras saat gadis itu menarik pedangnya.
"Jika dulu kau membunuh ku dengan pedang ini, maka aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu." tutur Riana
Ia kembali menusuk jantung Raja Iblis dengan pedangnya membuat pria itu memekik keras hingga burung-burung berterbangan meninggalkan sarangnya.
Suara burung gagak seakan memberikan pertanda jika malam itu adalah malam berdarah yang menewaskan Raja Iblis.
Riana kemudian menyeret mayat Raja Iblis dan membawanya pergi.
Gadis itu membawa Raja Iblis ke rumah nek Lasmi.
Lasmini terkejut saat melihat Riana membawa mayat Raja Iblis.
"Kenapa kau membawanya kemari?" tanya Lasmi
"Karena hanya kau yang bisa tahu bagaimana cara mengurus jenazahnya," jawab Riana
"Memangnya kau pikir aku ini apa, sampai bisa mengurus Mayat Raja Iblis!"
"Kau adalah seorang dukun tersakti, jadi kau tahu benar bagaimana membuatnya mati untuk selamanya dan tidak bangkit lagi," sahut Riana
"Iblis itu abadi, ia bisa bangkit kapan saja jika ada yang membangkitkannya. Meskipun kau mengira dia sudah mati, tapi sebenarnya Sukmanya masih hidup," jawab Lasmi
"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa membunuhnya?" tanya Riana
"Bakar mayatnya tepat di hari kelahirannya," jawab Lasmi
"Bagaimana aku bisa tahu kapan ia lahir ?"
"Seorang Iblis akan mengeluarkan bau yang sangat wangi di hari kelahirannya. Hal itu bertujuan untuk menarik para pengikutnya untuk membangkitkan tubuhnya yang sudah lama mati," tutur Lasmi
"Dan hanya keturunan Iblis yang bisa membakar jasadnya,"
"Baiklah, kalau biar aku simpan mayatnya di kamarku saja," Riana kemudian membawa peti jenazah Raja Iblis ke kamarnya.
"Apa kau yakin akan menyimpannya di sini?" tanya Lasmi
"Tentu saja, di sini lebih aman dan aku yakin dia juga tidak akan membunuhku bukan?"
Riana kemudian pergi dan menghampiri Gagah di rumahnya.
Angel tampak merawat pria itu dengan baik.
"Terimakasih sudah menjaga dan merawatnya," ucap Riana
"Maaf aku baru sempat mengunjungimu,"
Riana mengusap wajah Gagah dan mencium pipinya.
"Tidak apa-apa, bagaimana dengan Raja Iblis, apa kau sudah mengurus jenazahnya?" tanya Gagah
"Semuanya sudah beres,"
"Syukurlah, kalau begitu aku bisa bernafas lega karena sekarang tugasku sudah selesai," jawab Gagah
"Maksudmu apa kau akan kembali ke kerajaan Vampire setelah tugas mu selesai?" tanya Riana
"Entahlah aku tidak tahu, yang jelas aku harus membawa jenazah Aleta menemui ayahku,"
"Maaf aku tidak bisa menyelamatkan adikmu,"
"Tidak apa-apa Ri, mungkin ini sudah menjadi takdirnya jadi jangan salahkan dirimu. Untuk beberapa hari ke depan aku akan pergi ke kerajaan Vampire, aku harap kau tidak melupakan aku," tutur Gagah
"Itu tidak akan pernah terjadi, kau tahu kan aku bahkan rela bereinkarnasi menjadi manusia hanya untuk bertemu denganmu di bumi ini, jadi aku pasti akan menunggumu sampai kau kembali,"