
Hai, readersku yang baik. Mohon maaf kemarin-kemarin author libur nulis dulu dan baru bisa nulis lagi sekarang.
Minta doa supaya author sehat & lebih semangat buat nulis lagi ya ! Doain juga supaya mood author tetap terjaga dengan baik ya 🙏🏻🤗
Well, happy reading ya all ! Semoga masih mau ngikutin cerita ini ya bestie 😁
...****************...
Pukul 1 siang, aku beserta Zoey dan ayah mertuaku tiba di sebuah restoran. Restoran yang telah direservasi oleh Jackson sebagai tempat makan siang kami.
Kami berjalan menuju meja yang telah ditempati oleh Jackson dan asistennya.
" Selamat siang semuanya " sapa Jackson sambil berdiri dari kursinya.
Ia menyambut kedatangan kami dengan hangat, kemudian menjabat tangan kami bergantian.
Zoey melepaskan genggaman tangan Jackson saat Jackson menjabat tangannya lebih lama, kemudian Zoey merangkul lenganku dengan mesra.
Bisa kulihat perubahan raut wajah Jackson saat mendapatkan penolakan dari Zoey namun ia berusaha bersikap sewajarnya.
Setelah selesai makan, Jackson dan ayah mertuaku membahas mengenai pekerjaan. Sesekali mereka meminta pendapat Zoey. Aku sendiri tak ingin terlalu banyak ikut campur dalam urusan perusahaan. Biar saja istriku yang mengatasinya. Aku hanya bisa mendukungnya sepenuhnya.
Ponselku berbunyi dan aku segera mengangkatnya. Rupanya itu panggilan dari pemilik tempat yang kusewa. Ia mengatakan jika ia membatalkan kesepakatan kami dan memintaku untuk mengambil kembali uang sewa yang telah kubayarkan.
Aku merasa ada yang tidak beres, dan aku harus segera bertemu dengannya untuk melakukan konfirmasi.
" Honey... Ada apa ? " tanya Zoey saat aku menyudahi panggilan.
" Sepertinya ada masalah dengan pemilik tempat yang aku sewa. Aku harus menemuinya untuk meminta penjelasan " jawabku.
" Kalau begitu, aku akan ikut bersamamu " ucap Zoey sambil bersiap.
" Mengapa kau harus ikut bersamanya Zoey? Apakah suamimu tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri " tanya Jackson setengah menyindir.
Aku hanya meliriknya sekilas.
" Memangnya kenapa ? Apa masalahnya jika seorang istri ikut membersamai suaminya ? " sahut Zoey ketus.
Jackson tersenyum sinis sambil menatapku remeh.
" Rupanya kau masih berdiri dengan bantuan dari istrimu ini. Sama seperti dulu, masih menggantungkan hidup kepada Zoey " cemooh Jackson.
" Jaga mulutmu, Jack ! " bentak Zoey tak terima.
Aku mengelus lengan Zoey untuk menenangkannya.
" Maaf Tuan Jackson yang terhormat, saya tidak menggantungkan hidup kepada siapapun. Sejak dulu sampai sekarang saya bertumpu pada kemampuan saya sendiri. Namun tidak bisa dipungkiri jika istri saya ini selalu menguatkan saya dengan selalu mendukung dan mencintai saya " balasku kepada Jackson.
Ucapanku itu sukses membuat Jackson berdecih kesal. Bahkan aku bisa melihat kilat amarah di matanya.
" Sudah cukup ! Dave jika ada urusan penting kau bisa pergi. Dan Zoey, pergilah temani suamimu ! " seru Tuan Rick.
Zoey mengangguk lalu menggandeng tanganku dengan mesra.
" Baiklah, kalau begitu kami berdua permisi " pamitku lalu meninggalkan mereka bersama Zoey.
Aku bergegas pergi bersama dengan Zoey menuju tempat tinggal pemilik tempat yang kusewa. Aku berasumsi ada yang tidak beres yang menyebabkannya membatalkan kesepakatan kami.
" Mengapa kau membiarkan Zoey pergi bersama pria miskin itu ? "
Jack mempertanyakan sikap Tuan Rick yang terkesan mendukung hubungan antara Zoey dan Dave.
" Memangnya kenapa ? Mereka berdua adalah suami istri " jawab Tuan Rick santai.
Jack mengepalkan tangannya lalu menggebrak meja.
" Hei, apa kau lupa dengan syarat yang ku ajukan ? Seharusnya kau membuat hubungan mereka renggang " sahut Jack penuh amarah.
" Aku tahu itu " tukas Tuan Rick sambil meneguk minuman dalam gelasnya.
" Dengar Jackson, aku tahu kau tidak suka melihat Zoey bersamanya. Aku pun begitu... Aku sangat ingin Zoey bersanding dengan pria yang lebih pantas, seperti dirimu. Tapi kita harus bermain cantik. Jangan membuat Zoey semakin membencimu. Kau harus mengambil hatinya perlahan-lahan. Kau pikir dengan sikapmu tadi, Zoey akan kembali kepadamu ? " tukas Tuan Rick memotong ucapan Jackson.
" Yang diucapkan Tuan Rick benar, Tuan... " ucap Neil, asisten Jackson.
Jackson melonggarkan dasinya lalu mendorong punggungnya bersandar di kursi. Ia membuang kasar nafasnya.
" Jadi kita hanya bisa menunggu...? " ucap Jackson.
" Ya, menunggu waktu yang tepat. Kau tenang saja, aku akan membuatnya tidak bisa membuka kantornya disini. Kalaupun dia ingin memulai usahanya lagi, ia harus kembali ke kota A dan tinggal terpisah dengan Zoey " jelas Tuan Rick.
Jackson mengangkat sebelah alisnya, lalu menyeringai.
" Jadi kau yang menyebabkan masalah untuknya hari ini ? " tanya Jackson setengah tertawa.
" Tentu saja... Dia tidak akan menduganya " jawab Tuan Rick melebarkan senyumnya.
" Astaga, aku tidak pernah mengira jika calon mertuaku ini ternyata licik juga. Tapi aku suka ! " sahut Jackson tersenyum penuh kemenangan.
" Aku akan pastikan agar dia menjauh dari Zoey dan kau harus berusaha untuk mendapatkan perhatian Zoey kembali. Kau juga harus ingat, Zoey tidak suka dipaksa " tambah Tuan Rick mengingatkan Jackson
" Tenang saja daddy mertua, aku akan membuat Zoey kembali lagi kepadaku. Dan aku akan membuat pria miskin itu tak bisa kembali lagi kepada Zoey " timpal Jackson percaya diri.
...----------------...
Mobil yang kukemudikan berhenti di depan tempat yang akan ku sewa. Setelah aku hubungi, pemilik tempat itu memintaku datang ke tempat sewanya.
Aku dan Zoey keluar dari dalam mobil, lalu kami berjalan masuk ke dalam tempat yang akan ku sewa itu.
Pemilik tempat sudah menunggu kami disana.
" Maaf sebelumnya Tuan Dave, saya harus mengembalikan uang yang telah anda berikan " ucapnya sambil menyodorkan kembali amplop yang berisi uang sewa yang telah kuberikan.
" Saya butuh penjelasan anda. Mengapa tiba-tiba anda membatalkannya, padahal kita sudah sepakat " ucapku meminta penjelasan.
" Mohon maaf yang sebesar-besarnya Tuan Dave, kemarin ada yang datang dan mereka berani membayar dua kali lipat dari harga yang kita sepakati bahkan mereka sudah membayarnya di muka. Saya sedang membutuhkan uang, oleh karena itu saya memilih mereka " jelasnya.
" Tidak bisa begitu Tuan, bukankah anda sudah bersepakat dengan suami saya lebih dulu ? Seharusnya anda membicarakan hal ini dulu dengan suami saya " ucap Zoey tak terima dengan penjelasan dari pemilik tempat tersebut.
" Jika masalah harga, saya juga bisa membayarnya sesuai harga yang ditawarkan mereka " sambung Zoey lagi.
" Maaf Nona, mereka sudah membayar untuk satu tahun ke depan. Jika anda mau membayarnya seperti mereka, saya akan menyewakan tempat ini kepada anda " tawarnya.
" Baiklah... "
" Tidak apa, Tuan. Mungkin tempat ini tidak berjodoh dengan kami " aku memotong ucapan Zoey, lalu mengambil uang sewa yang dikembalikan oleh pemilik tempat tersebut.
Aku membawa Zoey keluar dari tempat tersebut. Aku bisa melihat dengan jelas jika Zoey begitu kecewa dengan keputusanku yang menyetujui pembatalan sewa tersebut.
" Hei, honey... Sudah jangan marah, nanti cantiknya hilang " ucapku sambil mengelus pipi Zoey yang masih menekuk wajahnya.
" Mengapa kau menerima sikapnya. Seharusnya kau tadi tetap mempertahankan hakmu. Lagi pula dia itu sudah licik dan tidak jujur dalam bersikap. Seharusnya tadi kau biarkan saja aku membayar uang sewanya. Aah, rasanya aku ingin memukul wajahnya itu " geram Zoey yang masih sangat kesal.
Aku hanya tersenyum simpul melihat sikap istri cantikku itu.
" Sudah... Tidak perlu marah-marah. Lagi pula untuk apa kita menghabiskan banyak uang untuk sewa tempat itu. Masih banyak tempat lain, dan mungkin saja dia memang sedang butuh uang. Aku pun pastinya akan mencari yang lebih menguntungkan dalam bisnis " ucapku sambil membelai rambutnya.
" Tapi kau tidak akan bertindak licik. Kau selalu menghormati dan menghargai orang lain meskipun mereka tidak pernah menganggapmu " balas Zoey lirih sembari menatapku.
" Tidak apa... Aku tak peduli anggapan orang lain kepadaku. Yang penting aku selalu bersikap baik dan kau selalu ada untukku " sahutku lalu membawa Zoey ke dalam pelukanku.
Zoey balas memeluk lalu mengeratkan pelukannya.
" Kau tahu, aku adalah wanita yang paling beruntung karena bisa menjadi istrimu " ucapnya.
" Dan aku juga pria yang paling beruntung karena bisa mempersunting wanita sepertimu "