
Jackson dan Tuan Rick saling bertatapan saat melihatku mengantar Zoey turun. Mungkin mereka pikir jika hubunganku dan Zoey belakangan ini memburuk dan justru akan berakhir dengan perpisahan.
Biarkan saja mereka berpikir seperti itu, yang penting hubunganku dan Zoey baik-baik saja. Anggap saja yang apa yang telah terjadi merupakan kerikil yang mengganjal dalam perjalanan hidup kami berdua. Aku tahu tidak ada sesuatu yang selalu berjalan mulus.
Kesimpulannya adalah yang terjadi belakangan ini, karena aku salah menginterpretasikan keinginanku. Aku yang terlalu merasa rendah diri padahal amat takut kehilangan Zoey. Dan Zoey yang ingin membuatku menyadari jika perasaanku itu salah dengan menjauh dariku.
Tapi kini semua kesalahpahaman ini sudah jelas. Dan aku berharap tidak akan lagi terjadi kesalahpahaman diantara aku dan Zoey.
" Kau sudah siap ? " tanya Tuan Rick kepada Zoey.
" Ya " jawab Zoey singkat.
" Masukkan kopermu ke dalam bagasi ! " titah Tuan Rick.
Aku membawa koper Zoey menuju bagasi yang telah di buka oleh Jackson. Hanya ada satu koper disana.
" Lho, koper daddy mana ? " tanya Zoey yang juga ikut melihat isi bagasi mobil.
Ia pun heran saat melihat hanya ada satu koper disana dan ia yakin jika itu bukan koper milik sang ayah.
" Ah itu, maaf Zoey. Sepertinya daddy harus pergi menyusul. Ada yang harus daddy lalukan lebih dulu disini " jawab Tuan Rick.
" Daddy tidak membohongiku kan ? " selidik Zoey sambil menatap Tuan Rick.
" Tidak, daddy tidak berbohong. Ada yang harus daddy kerjakan dulu. Lusa baru daddy akan menyusul kalian " jawab Tuan Rick.
Zoey membulatkan matanya. Ia tak menyangka jika ia hanya akan pergi berdua bersama Jackson.
" Kenapa, apa itu jadi masalah untukmu ? " tanya Tuan Rick.
Zoey menggeleng.
" Ku harap daddy memang benar-benar ada urusan lain disini " jawab Zoey menatap curiga kepada sang ayah.
" Apa maksudmu, nak ? " heran Tuan Rick.
" Aku harap ini bukan akal-akalan daddy untuk mendekatkanku dengan Jackson " jawab Zoey dengan tatapan tajam.
" Mana mungkin daddy melakukan hal itu. Lagi pula kau kan masih memiliki suami. Lain lagi ceritanya, jika kau masih single " sahut Tuan Rick santai.
" Sudahlah Zoey sayang, kau kan harus segera pergi " ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
Zoey lantas menatap ke arahku dengan senyuman yang manis.
" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kau baik-baik di rumah. Tunggu aku kembali, aku akan memberitahukan sesuatu yang sangat spesial " ucap Zoey berbisik di telingaku. Setelahnya, ia mengecup kedua pipiku dam terakhir memberikan kecupan hangat di bibirku.
" I love you " ucapnya lagi menegaskan perasaannya kepadaku.
" I love you to " balasku lantas mencium keningnya.
Jackson sudah membukakan pintu belakang mobilnya untuk Zoey dan Zoey pun segera masuk ke dalamnya.
" Aku titipkan Zoey padamu selama disana " ucapku kepada Jackson.
" Tanpa kau beri tahu pun, aku pasti akan menjaganya " sahut Jackson dengan pongahnya. Ia lantas masuk ke dalam mobil.
" Bye, hubby... See you soon " ucap Zoey sambil melambaikan tangannya dari balik kaca jendela mobil yang belum tertutup
Aku membalas lambaian tangannya hingga akhirnya mobil pun melaju meninggalkan rumah.
" Apa kau bahagia sekarang ? " tanya Tuan Rick yang ternyata berdiri di sampingku.
" Tentu saja, saya sangat bahagia " jawabku pasti.
" Baguslah kalau begitu. Tapi, apa kau yakin Zoey akan bahagia bersamamu ? " tanyanya lagi.
" Maksud anda ? " aku balik bertanya.
" Dave, apa kau tahu jika kepergian Zoey kali ini adalah kepergiannya yang terakhir sebagai pemimpin perusahaan ? "
Aku mengernyitkan keningku.
Kepergian terakhir sebagai pemimpin perusahaan ?
Sebenarnya apa yang terjadi ?
" Sepertinya, Zoey belum memberitahukan hal ini kepadamu " tebak Tuan Rick saat melihat sikap yang kuberikan.
Tuan Rick mengatur nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.
" Zoey sudah memutuskan untuk tidak ambil bagian lagi di perusahaan kami. Karena itu, belakangan ini, Zoey banyak menyelesaikan pekerjaannya karena ia memilih untuk berhenti. Setelah ia berhasil memajukan perusahaan, ia akhirnya mengembalikan lagi kewenangannya kepadaku. Ia memilih untuk hidup bersama denganmu. Dia rela kehilangan prestasi dalam berkarirnya hanya agar bisa hidup denganmu tanpa ada beban " papar Tuan Rick.
" Jadi, Zoey akan mundur dari perusahaan ? " tanyaku tak percaya.
" Ya, dan itu ia lakukan karena dirimu. Ia lebih memilih hidup sederhana bersamamu dan meninggalkan apa yang seharusnya ia miliki. Kau seharusnya bangga, karena Zoey rela melakukan apapun untukmu padahal belum tentu kau akan melakukan hal yang sama untuknya " ucapan Tuan Rick itu terkesan memuji dan kemudian menjatuhkanku.
" Saya pun akan melakukan hal yang sama untuknya. Asalkan ia bisa hidup bahagia, saya akan melakukan apapun untuknya " tegasku.
" Benarkah ? Tapi sepertinya aku meragukan ucapanmu " bantah Tuan Rick tersenyum kecut.
" Anda tidak perlu ragu, bahkan jika saya harus menyerahkan nyawa saya agar Zoey bahagia, saya rela " jawabku menegaskan kembali.
" Jika kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu. Apa kau bersedia meninggalkan Zoey ? "
Deg...
Aku tak pernah mengira jika Tuan Rick kembali meminta agar aku meninggalkan Zoey. Aku pikir, ia sudah berubah pikiran.
Aku mengepalkan tanganku di samping celanaku.
Mana mungkin aku meninggalkan Zoey. Dia adalah segalanya bagiku dan aku juga tahu bagaimana besarnya perasaannya kepadaku.
" Aku tahu kau mungkin berpikir aku egois. Tapi kumohon pikirkanlah lebih dulu tentang hal ini, Dave. Suatu saat kau akan mengerti mengapa aku melakukam hal ini. Asal kau tahu, dunia bisnis itu kejam. Jika tidak ada kuasa yang melindungimu, maka jangan harap kau bisa maju dengan mudah. Kau pikir selama ini, Zoey bisa meraih prestasi hanya karena kemampuannya saja ? Tidak, itu juga karena ada back up dari Jackson " tambah Tuan Rick.
Ia kemudian berlalu meninggalkanku sendiri. Meninggalkanku dengan pilihan yang sangat berat untuk kupilih.
Zoey... Aku harus bagaimana ?
Aku tak bisa hidup tanpamu, tapi aku juga tak bisa berlaku tidak adil kepadamu. Aku tahu kau begitu berbakat dan berprestasi.
Mana mungkin aku bisa memintamu meninggalkan semua yang seharusnya menjadi milikmu hanya untuk bersama denganku.
Seorang Dave yang nota bene hanyalah seorang pria miskin yang bahkan kini tak bisa lagi memperlihatkan wajahnya dan harus terus berlindung di balik topeng ?
Apa kita bisa berjuang bersama ? Apa kau sanggup untuk terus hidup bersamaku ? Terus hidup dalam keterbatasan dan kesederhanaan yang kumiliki...