
Aku berlari menuju kerumunan orang yang tengah berusaha memadamkan api yang menyala-nyala.
" Hubungi pemadam kebakaran ! " teriakku pada orang-orang disana.
" Kami sudah menghubungi, mereka sedang dalam perjalanan " jawab seseorang yang ada disana.
Astaga, Zoey kamu dimana ?
Aku menekan nomer Zoey, hingga kemudian terdengar jawaban.
" Zoey... Kamu baik-baik saja ? Kamu dimana ? " tanyaku.
Zoey terbatuk.
" Dave, tolong aku ! Aku di lantai 2 " jawab Zoey, suaranya terdengar bergetar takut.
" Aku akan menolongmu, aku berjanji. Apapun yang terjadi, aku akan menyelamatkanmu. Tunggu aku, honey ! Bertahanlah !" ucapku.
Dan kemudian sambungan telpon terputus.
Aku mengacak kasar rambutku, aku harus menyelamatkan Zoey.
Oh, God ! Bagaimana ini ? Aku tidak mungkin menunggu pemadam kebakaran datang. Bisa-bisa Zoey tidak tertolong.
" Dave, dimana Zoey ? Dimana putriku ? "
Aku berbalik dan kaget saat aku melihat Tuan Rick, ayah mertuaku itu ada di depanku. Ia nampak begitu khawatir.
" Zoey, ada di dalam, Dad " jawabku lirih.
Nampak ketakutan dalam sorot matanya.
" Selamatkan Zoey, Dave ! Tolong selamatkan putriku ! " serunya dengan tubuh meluruh di tanah.
" Seharusnya, tadi aku mencegahnya datang kemari. Tidak, harusnya aku memaksanya pergi sehingga tidak terjadi kekacauan ini " ucap Tuan Rick lagi penuh sesal.
" Jangan khawatir, Dad. Aku akan menyelamatkan Zoey apapun yang terjadi " jawabku.
Aku mencari celah agar bisa masuk ke dalam rumah yang terbakar. Dan aku melihat gedung di samping rumahku. Aku berlari memasuki gedung tersebut, lalu menaiki tangga dan keluar melalui jendela.
Aku berpijak perlahan di atas pilar tembok dengan punggung menempel ke dinding. Tak peduli jika pilar itu begitu tipis, aku tak memedulikan keselamatanku sendiri. Yang ku pikirkan hanyalah secepatnya menemukan Zoey dan menyelamatkannya.
Akhirnya, aku sampai di depan jendela ruang lantai 2 rumahku. Segera kupecahkan kaca jendela dengan sikutku hingga akhirnya aku bisa masuk.
Asap telah memenuhi sebagian ruangan di lantai 2. Belum lagi hawa panas yang juga menyelimuti. Aku menutup hidungku dengan menggunakan lenganku. Terasa sedikit sesak, namun aku berusaha terus berjalan menemukan istriku.
" Zoey... Zoey... Kamu dimana sayang ? " teriakku sambil terus mencari.
Aku keluar dari ruangan yang kumasuki, lalu berjalan menuju kamar kami dimana pintunya masih tertutup. Aku berusaha menggapai pinti kendati mataku sudah perih dan nafasku terasa sesak karena asap.
Aku membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar. Namun tidak kutemui Zoey disana. Aku mengedarkan pandangan hingga aku melihat celah di pintu kamar mandi.
Segera aku menuju kesana, dan akhirnya kutemukan Zoey disana. Terduduk di lantai dengan lemas.
" Zoey... " ucapku sambil meraih tubuhnya.
" Dave... " lirihnya lalu memelukku.
" Aku takut, Dave... " ucapnya lagi.
" Tenanglah, aku disini untuk menyelamatkanmu" ucapku menenangkannya.
" Dave... Mengapa kau datang kesini ? Bagaimana jika kita berdua tidak bisa keluar dari sini ? " tanya Zoey resah.
" Sstt... Jangan bicara seperti itu ! Kita berdua pasti keluar dari sini. Aku akan membawamu keluar, apapun yang terjadi. Percayalah padaku ! " jawabku sambil membantunya berdiri dan keluar dari kamar.
Aku berlari ke dalam kamar, lalu mengambil selimut. Kubasahi selimut dengan air di kamar mandi lalu segera kuhampiri Zoey.
" Tutupi tubuhmu dengan ini agar tidak terasa terlalu panas ! " seruku sambil meletakkan selimut pada tubuh Zoey.
" Lalu bagaimana denganmu ? " tanya Zoey sambil menatapku.
" Aku tidak apa. Yang penting kamu selamat " jawabku balas menatapnya dengan senyum tersemat.
" Tidak, kita gunakan ini bersama. Kau menyelamatkanku dan aku juga ingin kau selamat " sahut Zoey.
" Zoey... Pikirkan keselamatanmu ! " tukasku.
" Kau juga pikirkan keselamatanmu ! " bentak Zoey kepadaku.
" Untuk apa aku selamat, jika kau tidak bersamaku. Jika kau tak selamat, lebih baik aku mati saja " tambah Zoey dengan air mata yang telah luruh di wajahnya.
Aku memeluk Zoey lalu mengecup puncak kepalanya.
" Baiklah, kita akan selamat bersama-sama " ucapku akhirnya mengalah dan ikut memakai selimut yang basah itu.
Kami berdua berjalan menuju ruangan tempat aku masuk tadi, karena hanya disanalah ada jalan keluar melalui jendela yang kupecahkan tadi.
Rupanya api telah sampai di depan ruangan tersebut, kami memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Akhirnya, kami berhasil masuk meskipun di ruangan itu hampir sebagian besarnya sudah dilalap api.
Kami menuju jendela di tengah pekatnya asap yang menghalangi pandangan kami, juga membuat sesak nafas kami.
Zoey telah berada di depan jendela. Bisa kami dengar jika pemadam kebakaran telah berada di bawah sana. Zoey melambaikan tangannya sambil berteriak meminta tolong.
" Help ! We're here " teriak Zoey berkali-kali.
Dan akhirnya mereka melihat kami. Mereka segera mengarahkan tangga untuk menyelamatkan kami. Para personil telah sampai di depan jendela. Salah satunya mengulurkan tangan kepada Zoey untuk membantunya turun.
" Pergilah lebih dulu ! " seruku.
" Aku akan menunggumu di bawah " balasnya lalu tersenyum kepadaku.
Baru saja Zoey berhasil keluar dari jendela, tiba-tiba saja plafon di ruangan tersebut runtuh mengenai tubuhku.
Aku masih bisa mendengar Zoey menjerit dan berteriak meminta para pemadam itu segera menolongku. Samar-samar masih bisa kulihat Zoey menangis histeris. Sampai akhirnya kurasakan sakit dan panas di tubuhku. Setelahnya, perlahan nafasku terasa sesak dan aku kehilangan kesadaranku.
Zoey telah berhasil sampai di bawah dengan selamat. Tuan Rick dan Jackson dengan segera menghampirinya.
" Zoey... Syukurlah kau baik-baik saja " ucap Tuan Rick memeluk Zoey.
" Tolong selamatkan Dave ! Selamatkan dia, daddy. Kumohon ! " pinta Zoey.
" Tapi Zoey, lihatlah bangunan itu sudah hampir terbakar seluruhnya... "
" Tolong, daddy. Dave sudah menggorbankan dirinya untuk menyelamatkanku. Kalau Dave tidak datang, mungkin aku sudah mati sekarang " sela Zoey menatap penuh permohonan kepada sang ayah.
" Aku akan menyelamatkan suamimu " ucap Jackson menatap Zoey dengan tatapan tak bisa diartikan.
" Benarkah ? Tolong... Tolong selamatkan Dave ! Aku akan berterima kasih padamu jika kau bisa menyelamatkan Dave " ucap Zoey menatap Jackson penuh harap.
" Baiklah, anggap saja ini adalah kebaikan yang kulakukan kepada suamimu yang telah menyelamatkanmu dan membuatmu tetap hidup " sahut Jackson sambil meninggalkan Zoey dan Tuan Rick.
Jackson berjalan menuju para pemadam kebakaran. Ia meminta mereka untuk menyelamatkan Dave, bahkan ia juga meminta pakaian seragam khusus pemadam karena ia sendiri yang akan turun tangan membawa Dave ke hadapan Zoey.
Jackson akhirnya diijinkan untuk ikut dalam misi menyelamatkan Dave. Bahkan ia sendiri ikut masuk ke dalam ruangan yang kini sudah terbakar sebagian besarnya beserta beberapa personel pemadam kebakaran. Ia mengangkat tubuh Dave yang sudah mengalami luka bakar di sebagian wajahnya.
Harusnya kubiarkan saja kau mati terbakar disini. Tapi, ini akan menjadi jalan bagiku untuk mendekati Zoey. Biarlah saat ini, kau selamat. Anggap saja aku sedang berterima kasih karena kau sudah menyelamatkan Zoey. Tapi akan kupastikan, lain kali kau menghilang selamanya dari kehidupannya.