Way Of Me

Way Of Me
Part 25



Aku telah sampai di kota tujuanku. Rasanya tak sabar untuk segera menemui Zoey. Aku ingin segera melihat keadaannya dan memeluknya erat.


Aku juga khawatir dengan keadaan kandungan Zoey. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi.


Aku berdoa dalam hati agar semuanya baik-baik saja.


Kuhubungi Tuan Kean karena dia mengatakan akan meminta orang suruhannya untuk menjemput dan membantuku selama aku berada di kota ini.


Tuan Kean menjawab jika orang suruhannya itu tengah dalam perjalanan menuju bandara dan ia memintaku untuk menunggu.


Sudah 1 jam lebih, aku menunggu di bandara. Akan tetapi, orang tersebut belum juga tiba. Mungkin karena cuaca yang buruk, salju turun begitu lebat sehingga membuat perjalanannya sedikit terhambat.


Aku masih bersabar menunggu, sampai akhirnya aku mendapatkan pesan dari Jackson. Ia mengatakan agar aku segera datang ke rumah sakit karena keadaan Zoey memburuk.


Seketika pikiran buruk menghinggapiku. Aku tak ingin kehilangan Zoey dan bayi kami. Oleh karena itu, aku putuskan untuk pergi dari bandara tanpa menunggu orang suruhan Tuan Kean tiba.


Aku menghentikan taksi, lalu segera meminta supir untuk membawaku ke rumah sakit tempat Zoey dirawat. Tak lupa aku pun mengirim pesan kepada Tuan Kean, bahwa aku pergi lebih dulu ke rumah sakit.


Taksi membawaku melintasi jalanan yang sudah hampir separuh jalannya tertutup oleh salju. Oleh karena itu, kendaraan hanya bisa berjalan dengan kecepatan lambat.


Namun tiba-tiba, sebuah mobil melaju dengan sangat kencang dari arah belakang, membuat tabrakan tak terhindarkan. Tubuhku terpental ke depan, untung saja sabuk pengaman melekat di tubuhku sehingga aku dan supir tidak mengalami luka serius.


Taksi yang kutumpangi keluar dari jalur dan masuk ke jalur lain. Untunglah jalanan cukup sepi, sehingga kami bisa bersiap untuk keluar dari mobil. Baru saja melepaskan sabuk pengaman, tanpa diduga sebuah mobil kembali menabrak kami membuat mobil yang kutumpangi terbalik dan terguling berulang kali hingga akhirnya mobil pun terjatuh ke dalam sungai.


Air sungai yang dingin kurasakan mulai membasahi tubuhku yang penuh dengan luka. Aku tak bisa menggerakkan tubuhku, hanya bisa pasrah akan keadaan saat air sudah memenuhi kabin mobil yang perlahan masuk ke dalam sungai.


Zoey, jika ini akhir hidupku... Aku bersyukur bisa menjadi suamimu. Maafkan aku tak bisa terus menemanimu menjaga anak kita.


Zoey, bahkan sampai mati. Aku akan tetap mencintaimu.


Kilasan bayangan kebersamaanku bersama Zoey terus berputar di kepalaku, sebelum akhirnya aku merasakan dadaku sesak dan semua menjadi gelap.


Prang !


Zoey menjatuhkan gelas berisi air yang akan ia minum.


Melihat itu, Tuan Rick bergegas menghampiri Zoey.


" Zoey, apa yang terjadi ? "


" Daddy... Dimana Dave ? Mengapa dia belum datang juga ? " tanya Zoey.


Entah mengapa sejak tadi perasaannya tak enak dan ia selalu was was memikirkan suaminya.


" Jack, bilang suamimu sedang dalam perjalanan kemari. Tunggulah, mungkin ada sedikit hambatan di jalan. Kau tahu kan, cuaca sangat buruk diluar. Salju turun begitu tebal " jawab Tuan Rick apa adanya.


Tangan Zoey menyentuh perut lalu ia mengelusnya dengan lembut.


Baby... Ayahmu pasti baik-baik saja. Dia akan segera sampai dan menemui kita


Batin Zoey.


Jackson lantas masuk ke dalam ruang perawatan Zoey.


" Kau sudah lebih baik ? " tanya Jackson sambil melihat keadaan Zoey.


Ia bersyukur Zoey dan bayinya baik-baik saja. Hanya mengalami sedikit kontraksi karena Zoey terlalu banyak bergerak dan kelelahan.


Zoey mengangguk.


" Terima kasih karena sudah berbaik hati membawaku ke Rumah Sakit " ucap Zoey.


" Membuatmu merasa aman sudah menjadi tugasku. Kau tahu betul, aku akan selalu melakukan yang terbaik untukmu " sahut Jackson menatap Zoey dengan tatapan teduh.


" Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Berkat dirimu, aku dan anakku baik-baik saja " timpal Zoey dengan penekanan bahwa kini sudah ada bagian dari Dave yang bersemayam dalam tubuhnya.


Zoey berharap agar Jackson tak lagi mengharapkannya.


Sampai kapanpun, aku tak akan melepaskanmu Zoey


" Jack, apa Dave tidak memberitahumu dimana posisinya sekarang ? " tanya Zoey lagi.


Dia sudah meninggalkanmu selamanya, Zoey.


" Jack... Jack... " panggil Zoey karena Jackson tak merespon pertanyaannya.


" Sorry, Zoey ! Ya tadi Dave mengirimiku pesan. Sepertinya dia sudah tiba di bandara. Tapi aku tidak tahu memgapa dia masih belum sampai " jawab Jackson sambil menunjukkan pesan yang dikirimkan oleh Dave.


" Mungkin dia sedang menuju kemari " ucap Tuan Rick.


" Istirahatlah ! Kau harus banyak beristirahat. Ingatlah kau membawa cucu daddy. Dan daddy ingin kalian berdua sehat " seru Tuan Rick.


Zoey mengangguk, lantas mencoba untuk tertidur.


" Jack, bisakah aku meminta bantuanmu ? " pinta Zoey yang malah membuka matanya kembali.


" Apa yang bisa kubantu, Zoey ? " tanya Jackson antusias.


" Bisakah kau mencari Dave ? Aku khawatir ada sesuatu yang terjadi padanya " jawab Zoey.


Jackson menghela nafasnya, namun ia akhirnya mengiyakan peemintaan Zoey.


" Aku akan mencarinya ke bandara " jawab Jackson.


" Terima kasih Jack. Aku sangat menghargai kebaikanmu ini " ucap Zoey.


" Apapun akan kulakukan untukmu, Zoey " ucap Jackson kemudian pamit meninggalkan Zoey yang hanya bisa menatap punggung Jackson yang keluar dari ruang perawatannya.


" Jackson sudah banyak berubah, dia sudahbjauh lebih baik " ucap Tuan Rick.


" Ya, sepertinya begitu " sahut Zoey.


" Tapi perasaannya kepadamu tidak berubah sama sekali " tukas sang ayah.


" Daddy... Please ! Tolong jangan membahas hal itu. Aku hanya mencintai Dave " ucap Zoey.


Zoey lantas mencoba memejamkan matanya, sebelum sang ayah berbicara hal yang menurut Zoey tak masuk akal.


Sementara itu, Jackson kini dalam perjalanan menuju bandara. Meskipun ia sudah mengetahui apa yang menimpa Dave, ia tetap harus bersikap seperti tak tahu apapun.


Dalam perjalanan menuju bandara, Jackson melihat begitu banyak polisi di jalan tempat terjadinya kecelakaan. Meskipun tak banyak kendaraan berlalu lalang, namun akibat kecelakaan tersebut tetap saja menimbulkan kemacetan.


Dave melihat garis polisi yang dibentangkan di tepi sungai. Ia juga melihat beberapa kendaraan yang ringsek akibat tabrakan yang terjadi.


Jackson menarik sebelah sudut bibirnya. Ia yakin semua akan percaya jika ini hanyalah kecelakaan biasa karena ia sudah menyiapkan dan memperhitungkan segalanya.


Dia melajukan kendaraan yang dikemudikannya menjauh dari tempat kejadian. Ia tetap menuju bandara, guna mencari Dave. Itu semua ia lakukan agar Zoey dan ayahnya tidak curiga.


Jackson juga mencoba melakukan panggilan kepada Dave berulang kali. Serta mengiriminya pesan untuk menanyakan keberadaannya. Semua itu dilakukannya sebagai sandiwara yang menutupi perbuatannya terhadap Dave.


Jackson datang ke Rumah Sakit dengan memasang wajah sendu. Ia masuk ke dalam ruang perawatan Zoey. Mendengar ada yang memasuki kamarnya, Zoey lantas membuka matanya.


" Jack... Dimana Dave ? Apa kau menemukannya ? " tanya Zoey.


" Iya, Jack. Mengapa kau datang sendiri ? " tanya Tuan Rick heran.


" Zoey... Kuatkan dirimu. Dave mengalami kecelakaan dan diduga ia sudah meninggal " jawab Jackson.


Deg


" Tidak... Ini tidak mungkin ! Kau pasti mengada-ada... "