Way Of Me

Way Of Me
Part 24



Sehari sebelumnya.


Zoey dan Jackson tengah menghadiri gala dinner berdua. Tuan Rick sengaja tidak ikut menghadiri acara tersebut. Ia memang bermaksud untuk membuat Zoey dan Jackson lebih dekat lagi.


" Akhirnya kita bisa makan malam berdua kembali. Kau tahu Zoey, aku sangat bahagia " ucap Jackson dengan tersenyum manis.


" Tapi aku tidak "


Zoey menanggapi ucapan Jackson dengan malas.


Ia tahu betul ini adalah rencana sang ayah dan pria di hadapannya ini. Zoey sudah paham betul, jika sang ayah dan Jackson merencanakan ini semua.


" Kenapa ? Kau tidak suka ? " tanya Jackson


" Tentu saja, aku ini wanita yang sudah bersuami. Apa kata orang nanti jika mengetahui aku makan malam bersama pria lain " jawab Zoey.


" Tapi, orang-orang tidak tahu siapa suamimu. Lagipula, siapa yang akan percaya jika dia adalah suamimu " jawab Jackson tanpa beban.


Dan hal itu tentu saja membuat Zoey merasa kesal. Ia menghentikan makannya lantas berdiri.


" Kau mau kemana Zoey ? " tanya Jackson sambil menahan lengan Zoey.


" Aku mau ke hotel " jawab Zoey sambil menyingkirkan tangan Jackson.


" Kau mau meninggalkanku sendiri ? Apa kau tidak takut mereka membatalkan kerja sama dengan kita ? Ingat Zoey, mereka bersedia bekerja sama dengan perusahaanmu karena mereka melihat kita berdua. Mereka percaya dengan kemampuan kita. Jika kita terlihat berselisih, menurutmu apa mereka akan percaya ? " ucap Jackson dengan seringai di wajahnya.


Zoey membuang nafas, lantas beranjak.


" Kau mau kemana ? Apa ucapanku tadi belum jelas ? "


" Aku mau ke toilet, Tuan Jackson yang terhormat " ucap Zoey ketus.


Ia kemudian meninggalkan Jackson.


" Zoey... Zoey... Kali ini kau tidak akan bisa lari dari genggamanku lagi " gumam Jackson sembari melihat Zoey yang berjalan menjauh.


Selang berapa lama, Zoey kembali. Ia meneruskan makannya tanpa memedulikan keberadaan Jackson. Bagi Jackson itu bukan masalah, karena baginya bisa bersama Zoey saja itu sudah hal baik.


Setelah makan malam selesai, Zoey dan Jackson justru diminta untuk menuju ke lantai dansa. Zoey sebenarnya tidak ingin, hanya saja ia menghargai permintaan Tuan Smith sebagai pemilik hajat.


" Zoey... Kau benar-benar akan keluar dari perusahaan ? " tanya Jackson menatap wajah Zoey yang sejak tadi melihat ke arah lain.


" Kau tahu betul jawabannya " jawab Zoey menatap Jackson, lalu kembali memgalihkan pandangannya.


" Tapi Zoey... "


" Jack, please ! Kita sudah membahas hal ini bersama daddy. Dan aku yakin kau tahu betul jika aku tidak akan mengubah keputusanku " sela Zoey.


" Ok, baiklah. Aku hanya maaih belum percaya saja jika kau bersedia menghabiskan masa depan cerahmu hanya demi seorang pria cacat seperti Dave " hina Jackson.


" Pria itu menjadi cacat karena menyelamatkanku jika kau lupa " tukas Zoey tak terima.


" Ok, baiklah. Dia memang pahlawanmu " sahut Jackson.


" Zoey... Apa kita tidak bisa bersama lagi ? Jujur saja, aku masih sangat mengharapkanmu. Aku bisa membahagiakanmu, aku akan menebus semua kesalahanku dulu. Jika kau berpisah dengannya, aku bersedia menerimamu dengan tangan terbuka " lanjut Jackson lagi.


" Cukup Jack ! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali padamu ! " tegas Zoey.


Zoey lantas melepaskan tangannya yang berada di tangan Jackson. Lantas ia berjalan meninggalkan Jackson dari lantai dansa. Melihat hal itu, dengan segera Jackson mengikuti langkah Zoey yang berjalan mendekati Tuan Smith.


" Maaf, Tuan Smith. Saya harus pulang, terima kasih untuk jamuannya " ucap Zoey lantas meninggalkan Tuan Smith yang terlihat bingung karena Zoey pergi dengan tergesa.


Jackson yang melihat hal itu, ingin segera menyusul Zoey. Akan tetapi, ia harus berpamitan lebih dulu kepada Tuan Smith.


" Tuan Jackson, anda akan pulang ? " tanya Tuan Smith.


" Ya, anda benar. Terima kasih atas undangan anda. Maaf saya tidak bisa berlama-lama karena... "


Jackson hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Tuan Smith.


" Cepat kau susul dia, sebelum dia pergi jauh " seru Tuan Smith mendukung Jackson.


" Terima kasih atas perhatian anda, Tuan. Kalau begitu saya permisi " pamit Jackson.


Ia kemudian berlari mencari keberadaan Zoey yang telah keluar semenjak tadi.


Zoey berjalan menjauh untuk mencari taksi, sayangnya ia tak menemukan taksi karena tempat tersebut merupakan tempat privat yang jarang dilalui kendaraan umum.


Sesekali Zoey berdesis dan mengusap perutnya yang terasa sedikit sakit dan mengencang pada bagian perut bawahnya.


Peluh sudah memenuhi wajah cantik Zoey karena ia sudah berjalan agak jauh apalagi mengenakan sepatu hak tinggi.


Karena lelah, akhirnya Zoey memilih untuk menepi. Ia duduk di trotoar sambil membuka alas kakinya. Tak hanya mengusap perutnya, ia juga memijat kakinya yang terasa pegal.


Tak lama kemudian, sebuah kendaraan berhenti di samping Zoey. Seorang pria, keluar dari dalam mobil. Ia segera menghampiri Zoey.


" Zoey... Kau tidak apa ? Aku mencarimu sejak tadi " ucap Jackson terlihat sangat khawatir.


" Aku baik-baik saja " jawab Zoey.


" Ayo, aku antar kau kembali ke hotel " ajak Jackson.


" Tidak, tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri ! " tolak Zoey.


Zoey lantas bangkit, lalu kembali melangkahkan kakinya sambil menenteng sepatu.


Melihat hal itu, Jackson segera menahan langkah Zoey.


" Jangan keras kepala Zoey ! Disini tidak akan ada taksi. Aku akan mengantarmu, aku janji tidak akan menyinggung tentang suamimu lagi " ucap Jackson sungguh-sungguh.


Zoey, akhirnya menuruti peemintaan Jackson. Selain karena memang di tempat itu, ia kesulitan mendapatkan taksi. Perutnya terasa lebih sakit, sehingga ia memutuskan untuk menerima tawaran Jackson.


Wajah Zoey terlihat pucat dengan keringat yang memenuhi dahinya. Apalagi, Zoey terus-menerus memegangi perutnya membuat Jackson curiga.


" Zoey, apa kau baik-baik saja ? " tanya Jackson melirik ke arah Zoey yang tengah menahan sakit.


" Jack, tolong antarkan saja aku ke rumah sakit " jawab Zoey sambil meringis.


" Ok, ok... Tapi apa yang terjadi ? Apa kau sakit ? " tanya Jackson lagi.


" Tolong, Jack ! Tolong bawa aku ke rumah sakit secepatnya, tolong selamatkan anakku ! " mohon Zoey.


" Apa ? Anakmu ? Apa kau sedang hamil Zoey ? " tanya Jackson membelalakkan matanya.


Zoey mengangguk lemah, sambil berdesis. Ia juga mengusap perutnya.


Damn ! Jika Zoey hamil, maka akan semakin sulit membuatnya berpisah dengan pria miskin itu.


Jackson merutuk dalam hatinya.


Sebenarnya ia ingin jika Zoey kehilangan bayinya. Tapi melihat Zoey yang nampak begitu kesakitan, membuat Jackson tak tega. Ia melajukan kendaraan secepat mungkin untuk menuju Rumah Sakit.


Persetan dengan anak itu, yang penting Zoey bisa selamat.


Pikir Jackson dalam hatinya.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah Rumah Sakit. Zoey segera ditangani, dan Jackson pun menghubungi Tuan Rick untuk memberitahu keadaan Zoey.


Selagi menunggu Zoey, Jackson terus berpikir bagaimana cara untuk memisahkan Zoey dan Dave. Hingga akhirnya ia putuskan untuk melenyapkan Dave.


Jackson sudah membulatkan tekadnya untuk menghilangkan Dave dari kehidupan Zoey selamanya. Sudah sejak lama, ia berencana memisahkan mereka. Dan sepertinya, inilah saat yang ia tunggu. Ia tak peduli, jika Zoey kini telah mengandung anak pria lain. Jika nanti anak dalam kandungan Zoey lahir, ia akan menerima anak itu sebagai anaknya sendiri.