Way Of Me

Way Of Me
Part 17



Acara yang dihadiri oleh kalangan pengusaha itu nampak begitu ramai dihadiri oleh orang-orang penting.


Aku bekerja sebaik mungkin. Aku tak ingin membuat nama baik kedai kopi Tuan Kean menjadi buruk.


Pada saat mengantarkan minuman, aku sempat bertemu dengan Tuan Max dan Tuan Luke. Mereka juga merupakan salah satu tamu penting, mengingat perusahaan yang mereka pimpin adalah perusahaan besar dan sudah sangat terkenal.


Aku berkeliling dengan membawakan minuman. Beberapa orang berbisik saat melihatku. Ada yang merasa iba, ada pula yang merasa jijik melihatku. Aku tak ambil pusing, itu hak mereka. Yang penting, aku melakukan tugasku dengan baik.


Aku melihat Zoey yang sedari tadi melihat ke arahku. Dia akan berjalan ke arahku, namun Jackson menahannya. Aku tersenyum tipis melihat Zoey yang masih menatapku lantas segera menjauh.


Acara pun dimulai, sambutan demi sambutan diperdengarkan. Hingga akhirnya acara masuk ke pengumuman penghargaan bagi para pengusaha berprestasi.


Suara tepuk tangan para tamu undangan bergemuruh saat satu persatu nama disebut untuk dipersilakan naik ke atas panggung.


Dan tanpa disangka, ternyata Zoey mendapatkan penghargaan sebagai pengusaha muda berprestasi. Ia dinilai mampu membuat perusahaan mengalami kemajuan yang sangat pesat setelah berhasil melalui kesulitan.


Aku sangat bangga melihat Zoey di atas panggung memberikan kata-kata sambutannya.


" Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan apresiasi sehingga saya bisa mendapatkan penghargaan ini. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk ayah saya dan seseorang yang sangat saya cintai. Karena tanpa dukungannya, saya tidak mungkin bisa sampai di titik ini " ucap Zoey sambil menatap ke arahku yang juga tengah menatapnya.


Zoey mengangkat penghargaannya dan tersenyum penuh arti.


" This is for you, hubby. Thanks for everything " pungkas Zoey sebelum akhirnya turun dari atas panggung.


Aku tersenyum melihat gurat bahagia di wajahnya.


" Lihatlah, putri Tuan Rick itu sangat cantik. Selain cantik dia juga sangat cerdas dan berprestasi " ucap beberapa orang yang tengah berdiri di depanku.


" Beruntung sekali pria yang bisa menjadi pasangannya " sahut yang lainnya.


" Yang aku dengar dia adalah pasangan Tuan Jackson " timpal yang lain.


" Bukankah mereka sudah berpisah ? "


" Ya, tapi sepertinya mereka kembali bersama. Yang aku tahu bahkan mereka bekerja sama dan lihatlah bahkan sejak tadi Tuan Jackson selalu berada di sampingnya. Sepertinya dia begitu mencintai Nona Zoey " ucap yang lain.


" Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Cantik, tampan dan sama-sama pintar menangani perusahaan " sahut yang lainnya.


Hatiku mendadak merasa ciut. Aku melihat ke arah depan. Zoey berdiri bercengkrama dengan para tamu, dan Jackson terus berada di sampingnya. Dan sialnya, yang mereka katakan itu benar. Mereka memang terlihat sebagai pasangan yang serasi.


Zoey terlihat tersenyum, sementara tangan Jackson sesekali merangkul pinggang Zoey meskipun aku tahu jika Zoey kerap melepaskan tangan Jackson. Tetapi tetap saja rasanya sakit di dada.


Aku terus memperhatikan interaksi antara Zoey dan Jackson. Dan aku merasa cemburu. Apalagi saat melihat Jackson merapikan anakan rambut Zoey ke belakang telinga. Sungguh rasanya aku ingin sekali membawa Zoey pergi dari tempat ini. Aku tahu betul jika Jackson tengah mengambil kesempatan untuk dekat dengan Zoey. Fia semakin berani, apalagi ditambah oleh dukungan dari orang-orang. Jackson seolah lupa jika Zoey sudah ada yang memiliki.


Karena terus memperhatikan Zoey, aku sampai tidak fokus saat berjalan sehingga aku justru menabrak salah satu tamu undangan dan menjatuhkan minuman yang tengah kubawa.


Sontak para tamu undangan melihat ke arahku termasuk Zoey. Aku melihat ia berjalan ke arahku.


" Apa yang kau lakukan ? Lihat ! Pakaianku jadi kotor. Dasar pelayan bodoh ! " sentak tamu yang tadi kutabrak.


" Maaf ! Maafkan saya Tuan, saya tidak hati-hati " ucapku memohon maaf.


" Ada apa ini ? " tanya Zoey yang saat ini sudah berada diantara kami.


" Pelayan ini tidak becus bekerja. Lihatlah dia sudah mengotori pakaianku " jelas pria itu kepada Zoey.


" Maafkan saya Tuan. Saya tidak sengaja " ucapku sambil menunduk.


" Tuan, dia sudah meminta maaf jadi tolong maafkanlah " pinta Zoey kepada pria tersebut.


" Apa ? Memaafkan pelayan bodoh ini ? Dia sudah merusak pakaian juga moodku " sahutnya dengan arogan.


" Kalau begitu, berapa harga pakaianmu itu ? Biar aku yang menggantinya " ucap Zoey sambil menatapku.


" Zoey ada apa ini ? " tanya Jackson yang tiba-tiba berada diantara kami.


Jackson melirik ke arahku dengan tatapan sinis.


" Ayo, katakan saja berapa harga yang harus kubayar untuk mengganti pakaianmu yang kotor itu " tantang Zoey.


" Tuan Karl, katakan saja. Aku yang akan menggantinya. Aku akan mengirimkan pakaian yang sama persis dengan yang anda pakai saat ini dan aku pastikan besok anda akan mendapatkannya tapi tolong jangan lagi kau memarahinya. Mungkin dia kurang hati-hati karena sedang ada masalah " ucap Jackson sok perhatian


" Ah ,Tuan Jackson Anda sungguh baik memperhatikan pelayan ini. Karena kebaikan anda, saya akan memaafkan pelayan ini " ucapnya dengam senyuman tersungging.


" Hei, kau sungguh beruntung bisa dibela oleh Nona Zoey dan Tuan Jackson. Pelayan bodoh dan buruk rupa sepertimu bisa bekerja saja itu sudah beruntung " tambahnya lagi yang semakin merendahkanku.


Aku hanya bergeming.


" Tuan... Anda tidak perlu merendahkannya seperti itu. Dia itu orang yang baik, kalau saja kau tahu apa yang sudah dia lalui selama ini " bela Zoey.


" Mengapa anda begitu membelanya, nona Zoey ? Sepertinya anda sangat mengenalnya ? " selidik Tuan Karl.


" Ya, aku memang mengenalnya bahkan sangat mengenalnya karena dia adalah "


" Dia itu teman Zoey saat kuliah dulu. Dia guru privat Zoey " potong Jackson.


" Jadi kuharap anda bisa menghargainya. Dia itu sangat pintar hanya saja nasibnya yang kurang baik " tambah Jackson membelaku.


" Begitu ya ? Baiklah, aku tidak akan memperpanjang masalah ini lagi. Kau harus berterima kasih kepada Tuan Jackson dan Nona Zoey karena mereka sudah membelamu " ucap Tuan Karl kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


" Dave... " Zoey bergerak menghampiriku namun Jackson segera menahannya.


" Zoey... Tidak baik untukmu jika harus berdekatan dengannya. Ingat, tidak ada yang tahu hubungan kalian yang sebenarnya. Kau tidak ingin nama baik perusahaanmu hancur bukan ? " ucap Jackson pelan namun terasa bagaikan ancaman.


" Aku tidak apa, pergilah " ucapku kepada Zoey.


" Tapi... "


" Sudah, kau sudah dengar jika dia tidak apa-apa. Sekarang kita harus pergi, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah relasi " seru Jackson lalu membawa Zoey pergi.


Aku menatap punggung Zoey yang mulai menjauh. Semakin kulihat, aku semakin sadar jika aku memang tidak pantas bersanding dengan Zoey. Ia berhak mendapatkan kehidupan yang baik, juga pria yang lebih baik dariku.