Way Of Me

Way Of Me
Part 26



Daddy... Bangunlah Daddy !


Aku dan mommy menunggumu !


Ayo, bangunlah Daddy !


Suara seorang anak perempuan memanggilku. Aku berlari mencari darimana datangnya suara itu. Di dalam kesendirianku di tempat asing ini, akhirnya aku mendengar suara.


Aku terus mencarinya, hingga aku melihat seorang bocah cantik menatapku lekat. Ia melambaikan tangannya kepadaku.


Daddy, ayo cepat kembalilah !


Ucapnya lalu berlari meninggalkanku.


Aku tak ingin kehilangan bocah cantik itu, lantas aku mengejarnya. Aku hampir saja bisa meraihnya hingga kemudian kurasakan cahaya menyilaukan mataku.


" Dia kembali ! Ini sebuah keajaiban " ucap seseorang yang hanya bisa kudengar suaranya.


Lalu bisa kurasakan ada yang menyentuh tubuhku dan memeriksa keadaanku.


Perlahan, aku mengerjapkan mataku. Rasanya masih begitu berat namun aku mencoba memaksakan untuk membuka mata.


" Dave, akhirnya kau sadar juga. Terima kasih Tuhan atas keajaiban yang kau berikan " ucap seorang pria tua.


Samar-samar aku melihat ke arahnya hingga akhirnya mataku bisa melihatnya dengan jelas.


" Tu... Tuan Max " lirihku saat mengenali siapa pria tersebut.


Air mata jatuh di wajahnya yang penuh dengan guratan tua.


" Kau mengenaliku, Nak ? Syukurlah " ucapnya nampak begitu lega.


Tuan Max kemudian mendekatiku lalu memelukku dengan erat. Bisa kurasakan jika pria tua ini tengah menangis kembali.


Setelah Tuan Max melepaskan pelukannya, aku menatap sekeliling ruangan.


" Selamat datang kembali, Tuan muda ! Saya harap anda pulih secepatnya " ucap Tuan Luke saat mataku menyapu ruangan dan melihat ke arahnya.


Aku kembali mengedarkan pandanganku, dan aku melihat Tuan Kean berdiri di samping Tuan Luke. Ia terlihat sangat bahagia melihatku.


" Tu ... Tuan Kean " ucapku.


Ia menganggukkan kepala sebagai tanda hormat kepadaku membuatku heran.


" Senang melihat anda sadar Tuan muda " ucap Tuan Kean kepadaku.


Aku hanya tersenyum tipis, tak mengerti maksud perkataan mereka. Namun dari raut wajah mereka, aku bisa menyimpulkan jika mereka bahagia melihatku sadar.


Aku kembali menatap Tuan Max yang masih berada di sampingku. Entahlah, aku tak mengerti. Tapi aku bisa merasakan ada yang berbeda dari tatapannya. Tatapan yang menyimpan rindu yang sangat dalam.


Tuan Max meminta dokter untuk memeriksa keadaanku kembali. Dan aku sangat bersyukur saat mendengar jika keadaanku baik-baik saja.


Entah apa yang telah terjadi kepadaku sebenarnya. Yang aku ingat hanyalah tubuhku yang berada di dalam air yang sangat dingin. Lalu, entah bagaimana aku bisa berada di sini.


Kemudian aku ingat dengan Zoey. Ya, bagaimana keadaannya ? Lalu kandungannya ?


Aku berusaha untuk turun dari tempat tidur, namun Tuan Max dan Tuan Kean menahanku.


" Kau mau kemana, Nak ? " tanya Tuan Max kepadaku. Ia terlihat sangat khawatir.


" Aku... Aku harus menemui Zoey ! Bagaimana keadaannya sekarang ? " aku balik bertanya.


" Istirahatlah dulu, kau baru sadar " seru Tuan Max mencegahku untuk turun.


" Tidak... Maaf Tuan, tapi saya harus menemui istri saya " ucapku berusaha untuk tetap turun.


Tuan Max dan Tuan Luke mencoba menghentikan pergerakanku, namun aku tetap bersikukuh bahkan mencabut paksa jarum infus yang menempel di punggung tanganku membuat darah seketika menetes dari sana.


" Hentikan Dave ! Istrimu tidak akan mengenalmu lagi " seru Tuan Kean.


Tidak... Bagaimana mungkin Zoey tidak akan mengenalku ? Aku ini Dave, suami juga ayah dari anak yang ia kandung.


Aku menatap nyalang kepada Tuan Kean.


" Apa maksud anda ? "


Tuan Kean membawakan cermin kecil, lalu memintaku melihat pantulan yang ada di dalamnya.


" Lihatlah dirimu ! Kau bukan lagi Dave yang ia kenal " ucapnya.


Aku melihat cermin tersebut. Cermin yang memperlihatkan wajah pria yang tak kukenal.


Apakah ini aku ? Ini aku, tapi bukan aku


Aku berkata pada diriku sendiri sambil memegangi wajahku yang nampak berbeda. Tidak ada lagi wajah cacat akibat luka bakar yang kumiliki. Yang ada hanyalah wajah baru yang terlihat jauh lebih tampan. Hanya mataku saja yang tetap sama.


" Ba... Bagaimana bisa ? " gumamku tak percaya.


" Biar saya menceritakan semuanya, Tuan Muda " celetuk Tuan Luke.


Aku terduduk kembali di atas tempat tidur pasien. Tuan Kean segera memanggil perawat untuk membetulkan kembali infus yang tadi kucabut paksa.


Sementara Tuan Max, ia masih setia duduk di sampingku.


Setelah perawat memasangkan kembali infus di tanganku. Tuan Luke pun akhirnya menceritakan semuanya.


Bahwa setelah aku menolong Tuan Max dulu, Tuan Luke melakukan tes DNA secara diam-diam. Dan akhirnya, diketahui jika aku adalah cucu kandung Tuan Max yang hilang.


Kemudian ia juga mengatakan jika selama ini Tuan Kean diutus untuk melindunginya. Bahkan ia juga menceritakan mengenai kecelakaan yang aku alami. Hingga kemudian, aku diselamatkan oleh orang suruhan Tuan Kean.


Setelah itu, aku dibawa ke luar negri untuk pengobatan. Wajahku pun telah mengalami operasi plastik.


Dan kenyataan lain yang membuat sesak dadaku adalah aku telah mengalami koma selama hampir 5 tahun. Dan selama ini, semua orang telah menganggapku mati.


" Lalu bagaimana dengan Zoey ? Apa yang terjadi kepadanya ? Lalu anak kami, apakah ia lahir dengan selamat ? " tanyaku penasaran.


" Sampai saat ini, Zoey baik-baik saja. Walaupun pada awalnya ia begitu terpukul mendengar kecelakaan yang membuatmu tiada " jawab Tuan Max.


Kulihat Tuan Max mengeluarkan beberapa lembar foto. Foto-foto Zoey bersama seorang bayi yang cantik. Dan kini bayi tersebut sudah menjadi bocah kecil yang sangat cantik.


" Ini anak kalian, cicit opa. Dia cantik bukan ? Cantik seperti ibunya. Tetapi ia memiliki warna mata yang sama sepertimu. Namanya Cassey, usianya saat ini 4 tahun " jelas Tuan Max lagi sambil menyerahkan foto-foto itu kepadaku.


Aku menatap foto-foto tersebut dengan perasaan bahagia dan juga sedih. Aku mengusap wajah Zoey yang tengah menggendong putri kami.


" Maaf... Maaf karena aku tidak berada di samping kalian saat itu " ucapku lirih sambil mendekap foto itu di dadaku. Tanpa terasa air mata meleleh di pipiku.


" Aku ingin bertemu mereka, Tuan... "


" Opa, panggil aku opa ! " seru Tuan Max lagi sambil menatapku.


Aku menatapnya lekat, aku tahu dia begitu merindukanku.


" Baiklah opa " ucapku. Kulihat matanya berbinar saat mendengarku memanggilnya opa.


" Terima kasih... Terima kasih sudah kembali kepadaku " ucapnya sambil meneteskan air matanya lagi.


Ia kembali memelukku dan aku pun membalas pelukannya. Ada rasa hangat dan nyaman yang merasuk ke sanubariku saat kami saling berpelukan.


" Mulai saat ini, kau bukanlah Dave lagi. Dave sudah lama mati. Selanjutnya kau akan dikenal sebagai Ethan Wilson. Cucu satu-satunya dan pewaris perusahaan Wilson Company " ucap Opa Max kepadaku.


" Selamat datang kembali, Tuan Ethan... Saya, Kean dengan senang hati akan menjadi tangan kanan anda. Ke depannya, kita akan sering bersama. Dengan senang hati, saya akan membantu anda dengan segenap kemampuan saya " kelakar Kean sambil menundukkan kepala dengan tangan menyentuh dadanya.


" Tapi... Bagaimana bisa anda menjadi tangan kananku ? " heranku.


" Tentu saja bisa, Tuan muda. Karena kami sudah berjanji untuk selalu melindungi anggota keluarga Wilson dengan segala kemampuan yang kami miliki " sela Tuan Luke sambil tersenyum.