Way Of Me

Way Of Me
Part 20



" Ternyata kalian ada disini " ucap Tuan Rick saat menemukan Zoey dan Dave.


" Daddy... ? Apa yang daddy lakukan disini ? " tanya Zoey heran karena sang ayah tiba-tiba berada disana.


" Daddy mencarimu. Teman-teman daddy ingin bertemu denganmu " jawab Tuan Rick.


" Daddy, aku lelah... Bisakah kita pulang ? " pinta Zoey.


" Baiklah, kita masuk dulu untuk berpamitan " sahut Tuan Rick.


" Tidak, daddy... Aku akan pulang bersama Dave " ucap Zoey.


" Tidak bisa... Apa kau ingin orang lain melihat kalian berdua " tukas Tuan Rick.


" Memangnya kenapa ? Aku pulang bersama suamiku sendiri, jadi itu bukan masalah " sahut Zoey.


" Itu masalah besar Zoey ! Apa yang akan mereka katakan jika melihatmu bersama Dave sekarang ? Semua hal yang kita lakukan akan menjadi sia-sia. Mereka semua akan memandang rendah kita " ucap Tuan Rick dengan nada suara sedikit tinggi.


" Mengapa memandang rendah ? Aku dan Dave tidak melakukan hal yang salah. Seharusnya daddy bangga karena memiliki menantu yang sangat melindungi putri daddy. Seharusnya daddy mendukungnya bukan mendukung pria lain untuk dekat denganku " timpal Zoey tak kalah tinggi.


" Zoey... Sudahlah ! Ayahmu benar, sebaiknya kau tidak terlihat dekat denganku " ucapku sambil mengusap pundaknya.


" Kau dengar... Bahkan suamimu sendiri jauh lebih pengertian darimu " ucap Tuan Rick.


" Daddy akan menunggumu di dalam. Dave, tolong kau bujuk istrimu itu ! " seru Tuan Rick kemudian meninggalkanku dan Zoey.


" Baik, Tuan. Saya akan membujuknya " ucapku.


Zoey menghadiahiku sebuah tatapan tajam.


" Kau bahkan mendukung keinginan daddy ? " tanya Zoey.


" Bukan begitu honey... Saat ini, mungkin inilah jalan yang paling baik " jawabku serba salah.


" Dave, apa kau mencintaiku ? " tanya Zoey sambil menatapku dalam-dalam.


" Tentu saja, aku sangat mencintaimu " jawabku tegas.


" Lalu mengapa kau tidak memperjuangkanku ? Apa aku pernah mempermasalahkan penampilanmu ? Apa aku merasa jijik kepadamu ? Tidak Dave, aku selalu bangga mencintaimu apapun kondisimu. Tapi mengapa kau tak pernah percaya padaku ? Aku rela kehilangan apapun asalkan selalu bersamamu. Jika perlu, kita mulai saja kehidupan baru kita di tempat yang jauh. Dimana tidak ada orang yang mengenal kita..."


" Tidak, Zoey... Jangan konyol ! " potongku.


" Kita sudah sampai sejauh ini. Bukankah kau ingin membantu ayahmu ? Aku rela menerima konsekuensi apapun. Zoey, ini adalah perusahaan keluargamu. Apa kau rela melihatnya hancur ? "


" Lalu apakah kau rela jika hubungan kita yang hancur ? " tanya Zoey yang membuatku terdiam.


" Bukan begitu, honey... "


" Kau bahkan tidak sadar, sikapmu itu secara tidak langsung sudah mendukung keinginan daddy untuk mendekatkanku dengan Jackson. Seharusnya kau bersikap lebih tegas kepada daddy jadi dia tidak akan bisa mengintervensi hubungan kita " ucap Zoey.


Semua yang dikatakan Zoey itu benar adanya. Sikapku justru membuat Jackson memiliki kesempatan besar untuk mendekati Zoey. Tapi apalah dayaku. Aku tak punya kuasa untuk membantu istri dan ayah mertuaku.


" Kau tidak bisa menjawabnya ? Yang kukatakan itu benar kan, Dave ? " tanya Zoey lagi.


" Zoey, aku hanya tak ingin keberadaanku menghambat karirmu " jawabku.


" Alasan klasik " tukas Zoey mengalihkan pandangannya.


" Baiklah, jika itu maumu. Aku akan mengikuti semua ucapan daddy. Aku harap kau tidak menyesalinya, Dave " ucap Zoey kemudian meninggalkanku tanpa menoleh lagi.


Aku menatapnya yang berjalan menjauh dengan tatapan nanar. Ingin rasanya aku berlari mengejarnya, namun kaki ini terasa begitu berat untuk melangkah.


Maafkan aku, Zoey !