Way Of Me

Way Of Me
Part 12



" Apa yang kau lakukan ? Kau hampir membuat putriku terbunuh " marah Tuan Rick kepada Jackson saat mereka baru saja keluar dari ruang rawat Dave.


Mereka berdua berjalan menjauh dari ruangan tersebut.


" I'm so sorry. Aku sudah menghukum anak buahku yang ceroboh " sahut Jackson.


" Seharusnya aku tidak menyetujui idemu itu yang hanya membuat Zoey berada dalam bahaya. Jika saja dia tidak segera datang menyelamatkan putriku, entah apa yang akan terjadi pada Zoey " tukas Tuan Rick.


" Oh, please Mr. Rick... ! Aku akui, orang suruhanku memang bodoh dan ceroboh karena tak bisa membedakan jika orang yang berada di dalam rumah itu adalah Zoey. Tapi, kau juga bersalah karena membiarkan Zoey datang ke tempat itu dan menyebabkannya berada dalam bahaya " tukas Jackson tak mau terus disalahkan.


" Ck, seharusnya laki-laki itu sudah hilang saat ini. Tapi dia masih bernasib baik " tambah Jackson sambil menggerutu.


" Diamlah ! Dia sudah menyelamatkan putriku dengan mengorbankan nyawanya sendiri " sungut Tuan Rick.


" Wah, wah... Rupanya anda sudah mulai bersimpati kepada pria miskin itu " sindir Jackson dengan tatapan tajam.


" Tentu saja. Karena berkat dirinya, Zoey dalam keadaan baik-baik saja saat ini " ucap Tuan Rick balas menatap Jack.


" Cih, anda jangan lupa jika ini adalah rencana kita bersama. Kau yang memintaku untuk menutup usahanya agar Zoey tak pergi dari sisimu. Jadi berhenti menyalahkanku karena kau juga turut andil dalam hal ini ! " hardik Jackson sambil menunjuk Tuan Rick.


Tuan Rick mengusap kasar wajahnya lalu menghirup udara dalam-dalam sebelum akhirnya mengembuskannya.


" Ok Jack... Aku minta maaf ! Tidak seharusnya aku menyalahkanmu. Ini semua karena aku begitu takut kehilangan putriku " ucap Tuan Rick menyadari kekeliruannya.


" Bukan hanya dirimu yang takut kehilangan Zoey. Aku pun takut sebagaimana dirimu. Aku bersyukur Zoey bisa selamat. Dan aku juga senang melihat pria itu terbaring lemah . Aku yakin pria itu akan mengalami cacat nanti. Kita hanya perlu membuat pria tak tahu diri itu meninggalkan Zoey dengan kemauannya sendiri. Jika itu terjadi, akan lebih mudah bagiku untuk membuat Zoey kembali kepadaku " ucap Jackson dengan seringai jahat.


Tuan Rick mengangguk tanda setuju. Sejujurnya ia memang mengharapkan jika Zoey dan Dave itu berpisah. Tapi melihat pengorbanan Dave, perasaannya sedikit tergugah. Namun, Tuan Rick segera menguatkan tekadnya kembali untuk membuat putrinya berpisah dan menikah dengan Jackson. Karena baginya harta dan kekuasaan itu yang utama.


...----------------...


Sementara itu, seorang pria tengah berjalan menuju sebuah gudang. Setelah anak buahnya berhasil menangkap pelaku tabrak lari sang tuan, kemudian ia segera mendatangi untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Suara langkah kaki menggema di ruangan kosong tersebut. Disana nampak seorang pria yang diikat ke kursi. Tangan dan kakinya terikat serta mulutnya tertutup oleh plester.


Tuan Luke berjalan mendekati orang tersebut. Ia menyiramkan air kepada orang itu sehingga membuatnya mengerjapkan matanya. Ia terbelalak saat melihat siapa pria yang berdiri di hadapannya.


" Kau sudah bangun ! Sudah menyadari apa kesalahanmu ! " bentak Luke dengan tatapan tajamnya.


Sementara pria yang terduduk itu hanya bisa menelan ludahnya. Ia sudah bisa memprediksi, ini akan segera terjadi. Namun ia mencoba untuk tenang, tidak memperlihatkan ketakutannya saat ini.


Luke mencabut paksa plester yang menutupi mulutnya.


Pria muda itu menampakkan senyum getir, mencoba menahan rasa perih akibat tarikan paksa Luke.


" Dasar tidak tahu diri ! Beginikah caramu membalas budi pada Tuan Max setelah kebaikan yang diberikannya ? " bentak Luke lagi dengan terus memberikan tatapan tajamnya.


Pria muda itu menyeringai,


" Kebaikan ? Kebaikan apa yang diberikannya kepadaku ? Dia memang memberikan kebaikan tapi juga mengambil kebahagiaanku. Dia bukan manusia tapi iblis berwujud manusia "


Plaak !


Air mata menetes dari sudut mata pria tersebut, sementara Tuan Luke mengepalkan tangannya dengan erat.


Pria muda itu menatap Tuan Luke dengan tatapan tak kalah tajam.


" Iya, tampar saja aku ! Tampar, pukul, atau kau bunuh saja aku ! Itu jauh lebih baik daripada membuat hidupku menderita seperti ini " pekik pria itu.


" Untuk apa aku hidup ? Ibuku meninggalkanku, bahkan ayahku sendiri membuangku. Aku memang hidup tidak kekurangan harta tapi aku kurang kasih sayang. Jadi bunuh saja aku ! " teriaknya lagi penuh emosi.


" Diam ! " bentak Tuan Luke lagi.


Dia berjalan mendekati pria itu, lalu menarik kerahnya.


" Sepertinya aku terlalu banyak memberikan kelonggaran padamu sehingga membuatmu berbuat nekad " ucap Tuan Luke.


" Ya, terlalu banyak kelonggaran yang kau berikan sampai-sampai kau lupa jika aku juga butuh perhatian seorang ayah. Setelah ibu meninggal, kau lebih banyak bersama pria itu. Lebih sibuk menjadi kaki tangannya dibandingkan memberikan perhatian sebagai seorang ayah. Kau pikir aku butuh semua harta dan kekuasaanmu ? Tidak ! Aku muak dengan semua hal yang bergubungan dengan Tuan Maxmu itu. Karena itu, aku menabraknya. Berharap dia segera mati. Sayang... Rupanya stok nyawanya masih belum berkurang " sahut pria muda itu lagi tak peduli jika apa yang diucapkannya kembali memantik amarah dalam diri Luke.


Bugh !


Kali ini sebuah pukulan ia layangkan pada wajah pria muda itu. Tak hanya pukulan di wajah, bahkan ia juga melayangkan pukulan pada perut juga menendang pria yang terikat pada kursi itu hingga ia terjungkal dengan keadaan masih terikat di kursi.


Bukannya meminta maaf pria itu justru tertawa keras, hingga membuat Luke menarik pistolnya lalu mengarahkannya ke arah pria tersebut.


" Ayo, tembak saja aku ! Bunuh aku sekarang juga. Untuk apa lagi aku hidup " teriaknya memprovokasi Luke.


" Berhenti, Luke ! Apa yang kau lakukan ? Apa dengan membunuhnya, kau bisa hidup dengan tenang ? "


Suara berat milik Tuan Max menghentikan aksi Luke yang sudah menarik pelatuknya.


" Tapi dia sudah membuat anda celaka, Tuan. Bahkan anda harus meregang nyawa " sahut Luke masih belum menurunkan pistolnya.


" Itu benar, tapi kau juga harus ingat. Jika bukan karena perbuatannya, aku mungkin tidak akan bertemu dengan cucuku " jawab Tuan Max lagi.


Ia berjalan mendekat, lalu menurunkan pistol yang dipegang oleh Luke.


" Luke, sadarlah ! Dia adalah anak kandungmu. Seharusnya jika dia bersalah kau bicara dengannya. Cari tahu apa penyebabnya, bukan menghakiminya apalagi menghukumnya dengan kekerasan " ucap Tuan Max menasehati Luke.


" Tapi Tuan....Saya sudah gagal mendidiknya. Saya tidak bisa membuatnya menjadi orang baik " sahut Luke lirih.


" Luke, aku tahu kau itu ayah yang baik. Apa yang anakmu katakan itu benar. Karena kesetiaanmu kepadaku, kau melupakan keluargamu. Maafkan aku, Luke ! Semua ini terjadi karena kesalahanku " ucap Tuan Max lagi.


Tuan Max kini berjalan ke arah pria muda yang kini sudah dilepaskan ikatannya oleh orang suruhannya.


" Kean, aku minta maaf telah menyita waktu kebersamaan ayahmu selama ini. Aku tahu bagaimana perasaanmu, kau hanya mencari perhatian ayahmu saja. Aku tidak menyalahkanmu " ucap Tuan Max sambil menepuk pundak pria muda itu.


" Kalian berdua bicaralah dari hati ke hati. Kean, kau sampaikan segala keluh kesahmu kepada ayahmu. Biarkan ayahmu itu tahu apa yang kau rasakan dan kau inginkan selama ini "


" Dan kau Luke, luangkanlah waktu bersama anakmu. Kau tidak tahu bagaimana rasanya harus kehilangan keluargamu. Jadi hargailah waktu bersama dengan anakmu saat ia masih ada di sisimu " tambah Tuan Max, kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua.


" Setelah masalah diantara kalian selesai, kau baru boleh menemuiku " tegas Tuan Max lagi, kemudian keluar dari tempat tersebut bersama dengan para pengawalnya.