Tiger Vs Miss Kitty

Tiger Vs Miss Kitty
Menemukan Kamu



Semua tubuh Tiger seolah terkunci dan tak dapat digerakan. Sementara pandangannya masih terus saja menikmati punggung Siti yang mulus bagai papan seluncur.


Jika biasanya Tiger akan bergerak cepat jika ada wanita yang menyerahkan tubuhnya. Namun kali ini Tiger bahkan tak mampu menggerakan ujung jemarinya.


Degup jantung Tiger berpacu sangat cepat. Hingga dia dapat mendengar suaranya. Susah payah Tiger menelan salivanya.


"Tiger, cepat dong! Sakit nih," keluh Siti yang tak tahan lagi dengan rasa sakit yang diakibatkan oleh semut-semut nakal di punggungnya.


Tiger masih tetep terdiam dan membisu seribu bahasa.


Hingga tiba-tiba...


Gubrak.


Tiger jatuh terkapar di tanah dengan mata yang tetep membelalak dan tubuhnya mulai mengalami kejang-kejang.


Mendengar suara benda jatuh, lantas Siti menoleh ke belakang. Dia menurinkan kaosnya dan segera berjongkok di samping Tiger.


Rasa panik langsung menjalar ke seluruh tubuh Siti. Dia sangat khawatir jika Tiger mengalami sakit parah yang tentu saja akan merepotkan dirinya.


"Tiger, kamu kenapa?" Siti menjerit dengan nada suara cemas. "Tiger, jangan bercanda lagi ya? Aku nggak suka kalau kamu bercanda seperti ini."


Tubuh Tiger terus mengejang hingga membuat Siti takut. Selain itu, Siti juga bingung akan apa yang harus dia lakukan.


Meminta tolong pun pada siapa? Mereka berdua berada di tengah hutan yang tidak ada siapapun kecuali mereka.


"Tiger, kamu kenapa? Kamu sakit?" Siti bertanya penuh kecemasan.


Tiger menoleh menatap Siti. Lalu dia berkata dengan suara terbata-bata.


"Sit... Sit... Ti... Cium. A-aku!"


"Apa?" Pekik Siti yang terkejut dengan permintaan Tiger. "Kamu bercanda ya?"


"A-aku serius, S-sit. A-aku harus dicium agar penyakitku sembuh," ucap Tiger yang merupakan dusta belaka.


Sebenarnya dia sudah bisa merasa tenang. Namun, dia akan merasa menang jika bisa berciuman dengan Siti.


Dan benar saja. Dengan perasaan malu-malu, Siti percaya saja pada ucapan Tiger. Dia mulai mendekatkan bibirnya ke wajah Tiger.


Bibir Siti hanya tinggal satu sentimeter berada di atas bibir Tiger. Namun, Siti sekali lagi melirik sekilas untuk memastikan tidak ada orang yang mengintip.


Siti menarik nafas panjang. Lalu dia mengecup bibir Tiger sekilas. Tapi tak disangka Tiger malah menahan tengkuk Siti sehingga gadis itu tak dapat melepaskan ciuman.


Detik itu pula, Siti sadar jika Tiger sedang mempermainkan. Maka dengan segenap tenaga, Siti menggigit bibir Tiger sampai pria itu meringis kesakitan.


Kemudian Siti meloloskan diri. Dia bangkit dan berjalan menjauh dari Tiger. Beberapa kali Siti mengelap bibirnya menggunakan punggung tangannya.


"Dasar cowok mesum! Mencari kesempatan di dalam kesempitan," teriak Siti meluapkan segala marahnya.


Tak disangka jika teriakan Siti itu bergema sampai ke tempat yang jauh dan terdengar oleh telinga Brian.


Sontak Brian terperanjat. Dia yakin betul suara yang tadi dia dengar adalah suara Siti.


Brian bagai mendapat semangat baru. Karena dia percaya, Siti berada tak jauh dari tempatnya sekarang.


"Om, apa Om dengar sesuatu?" tanya Brian pada Andrew.


Andrew yang memang sedang fokus pada senternya yang cahanya meredup tidak memperhatikan suara apapun. Dia pun menggelengkan kepala pertanda dia tidak mendengar.


"Memangnya ada suara apa?" Andrew balik bertanya.


"Sepertinya aku melihat suara Siti dari sebelah sana," Brian menunjuk ke arah selatan.


Dimana di sana ada banyak semak-semak yang tinggi dan sangat sepi.


Melihat semak-semak itu entah kenapa pikiran Brian menjadi travelling ke mana saja. Mendadak dia menjadi memikirkan Siti dan Tiger.


Brian tahu betul watak Tiger dan dia tak mau Siti direbut oleh Tiger begitu saja. Hal itu membuat semangat di dalam dada Brian bergemuruh.


Dia ingin cepat-cepat menemukan Siti dan mengungkapkan perasaannya.


Tangan Brian mengepal kuat, langkah kakinya pun mantap membelah semak tinggi yang menghalangi jalan.


"Siti, tunggu aku! Aku pasti bisa menemukan kamu," ucap Brian dalam hati.