Thirst

Thirst
tak semulus yang di inginkan.



Rudi mencari sekeliling tapi tak mendapati kehadiran Maya, dia pun bergegas untuk pergi, tapi di tahan oleh seseorang.


Saat dia berbalik ternyata itu adalah Salwa yang ingin mengajaknya bicara.


"tolong ikut aku sebentar, aku ingin membicarakan sesuatu," kata wanita itu.


Dengan muka terpaksa, akhirnya Rudi mengikuti wanita itu, sedang Maya di luar bersama laki-laki yang tak dia kenal.


Rudi dan Salwa ada di sebuah lirong sepi, tapi tiba-tiba Rudi merasakan jika kepalanya pusing.


Dia pun mulai merasa jika tubuhnya sangat panas, "maaf aku hanya punya cara ini untuk membuat mu masuk kedalam perangkap ku," lirih Salwa yang kemudian mendekati Rudi yang sudah terkena obat.


keduanya pun melakukan hubungan terlarang itu, dan saat itulah semua orang memergoki ulah keduanya.


"apa yang kalian lakukan!!" bentak pak Sulaiman menyaksikan Rudi yang melecehkan Salwa.


Maya yang mendengar suara teriakan pun masuk dan kaget melihat apa yang terjadi, dia tak menyangka jika Rudi bisa melalui hal seburuk itu.


"apa yang kamu lakukan mas," kata Maya terkejut menyaksikan kedua orang itu di kerumuni banyak orang dengan pakaian compang-camping.


"Rudi kamu harus menikahi Salwa, apapun yang terjadi dan mama tak mau tau karena kdmu susah melecehkannya," kata mana umi yang pergi dan tersenyum senang karena melihat Maya hancur.


Ya wanita itu hancur saat ini, bagaimana tidak, dia harus menyaksikan hal semenjijikan itu.


Dan semua impiannya tentang kebahagiaan sudah hancur berkeping-keping.


Rudi di bawa pergi oleh pak Sulaiman, dan Maya memilih pergi dengan mobil yang tadi dia bawa bersama Rudi.


Supir mobil itu merasa kasihan dengan Maya, pasalnya wanita itu terus terluka karena sikap nyonya rumah.


"Nok, saya yakin jika tuan Rudi tidak seperti itu, dan sekarang harusnya nona ada di dekat tuan Rudi untuk membantunya," kata supir pribadi itu.


"kalau begitu antar saya ke rumah utama Harjono," kata Maya yang langsung di ikuti oleh supir itu.


Tapi sayangnya saat putar balik, sebuah tronton menabrak mobil itu hingga ringsek tak berbentuk.


Dia kaget karena ada di kamar lamanya, yang ada di rumah besar Harjono.


Dia pun buru-buru keluar setelah berpakaian tapi dia kaget melihat semua keluarga ada di ruang tamu.


"kamu mau pergi kemana Rudi?" tanya tuan Harjono.


"aku ingin mencari Maya, dan aku ingin bertanya kenapa aku ada di sini," kata Rudi yang tak mau berlama-lama di rumah menyebalkan itu.


"kamu tidak boleh pergi, wartawan menunggumu, dan kamu harus menikahi Salwa, karena video kalian telah tersebar luas, para pemegang saham menuntut itu, agar harga saham kembali stabil, kau mengerti," marah pak Sulaiman.


"tapi aku tak mau, karena aku hanya akan menikahi Maya," kata Rudi.


"percuma mas, karena Maya sudah mati, semalam mobil yang di tumpangi olehnya dan supir pribadi mu kecelakaan, dan keduanya tewas di tempat," kata Rika.


"bohong!!" teriak Rudi tak mau mendengar hal itu


Tapi bukti dan semua yang terjadi ada di depan matanya, dia pun lari ke rumah sakit untuk melihat jasad Maya.


Dan ternyata wanita itu sudah tak berbentuk lagi, bahkan wajahnya hancur tak bisa di kenali.


Tapi cincin pertunangannya yang membuat Rudi yakin saat polisi memberikan barang-barang milik korban.


Akhirnya Rudi pun jatuh dalam kesedihan hebat, dia tak bisa menolak segalanya bahkan pernikahan pun di lakukan setelah acara pemakaman.


Silvi tak percaya Maya sahabatnya mati dengan cara tragis seperti ini, dan dia marah karena Rudi mdlah menikah dengan orang lain.


dia tak mengerti dengan pikiran seorang konglomerat, jadi dia menyumpahi kedua pengantin agar tidak bahagian.


...-------SELESAI------...


Maaf ya geng,aku harus fokus ke beberapa novel jadi ini aku tamatkan.


Di tambah tidak ada satupun orang yang sepertinya menyukai novel ini, jadi aku minta maaf...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™