
Kedua orang itu pun keluar, dan Andin kaget saat melihat salah satu dari departemen HRD itu terluka.
Maya juga keluar dari ruang CEO dan memanggil seorang office boy untuk membersihkan semua kekacauan yang terjadi.
Sedang kepala tim HRD tak menyangka dkan melihat sosok Maya yang begitu tenang melihat kemarahan Rudi.
Dia heran jika biasanya wanita akan ketakutan atau bahkan gemetar melihat tindakan Rudi.
Tapi tidak dengan Maya yang sangat tenang, meskipun begitu wanita itu bisa tersenyum saat bersama semua orang.
"ah... Ternyata bos dan sekertaris nya sama," kata pria itu tak habis pikir.
"apa maksud mu kepala tim,"
"kamu goblok ya, kenapa merekrut orang sembarangan, dan ternyata orang itu sekarang mengancam karir mu, kamu tau jika sekali kamu di pecat dari perusahaan ini, kamu akan di blacklist dan kamu akan jadi gelandangan, jadi bereskan semuanya sebelum kamu menyesal," kata pria itu keluar dari lift saat sampai di lantai tempat mereka bekerja.
Andin penasaran dengan apa yang sudah terjadi di dalam sana, karena Maya masih di dalam ruangan Rudi setelah office boy itu pergi.
Wanita itu sedang memberikan pijatan kepala pada Rudi yang tampak begitu stres.
"tolong tenangkan pikiran mu sayang,karena aku tak mau kamu tua sebelum waktunya," kata Maya yang tampak telaten memijat kepala Rudi.
"baiklah sayang, sesuai dengan perintah mu," jawab Rudi sekilas.
Setelah merasa enakan dan juga nyaman, akhirnya Maya pamit kembali ke mejanya.
Karena dia harus menghubungi perusahaan SWJ corp untuk menentukan jadwal pertemuan dengan Rudi.
Maya baru juga duduk, dan Andin langsung mendekati wanita itu, "ada apa mbak?" kaget Maya.
"itu tadi di dalam ada pertarungan apa? Kenapa Dandi dari tim HRD terluka saat keluar," tanya Andin dengan semangat.
"ah itu... Pak bos marah dan melemparkan cangkir kopinya pada Dandi, karena dia ketahuan merekrut kekasihnya agar bisa bekerja di tim desain, padahal di perusahaan ini di larang keras ada orang dalam yang membantu," kata Maya menjelaskan
"owh... Pak bos sadis juga ya," gumam Andin yang merasa ngeri.
Maya hanya tersenyum dan mulai melihat jadwal Rudi dan ternyata lusa pria itu ada jam longgar.
Jadi dia menelpon perusahaan SWJ corp dan membuat janji temu, dan memastikan bahwa mereka hanya ingin membicarakan tentang proyek penting saja.
Sedang di tempat Silvi bekerja, wanita itu sedang sibuk karena akan kedatangan beberapa mobil yang di pesan khusus oleh para pelanggan.
Silvi tampak memeriksanya dengan seksama, dan ternyata benar itu ada yang aneh dengan bukti transfer dan juga pembayaran.
"ini ada yang berusaha untuk mengelapkan dana, dan dari perhitungan ku sekitar seratus juta kerugian showroom, dan itu bisa membuat pelanggan kecewa dengan showroom kita," kata Silvi.
"tapi di sana ada tanda tangan mu Silvi," kata Rio yang membuat Silvi tertawa.
"anda tidak bodoh bos, meski tanda tangan ini atas namaku, tapi kamu tau benar jika tanda tangan ku memiliki beberapa lengkungan dan yang terpenting, aku tak pernah menulis namaku dengan bolpoin atau mengetiknya seperti ini, karena aku selalu mengunakan cap khusus milik ku," jawab Silvi yang membuat Rio tersenyum.
"kamu memang wanita hebat, itulah kenapa aku bisa tergila-gila padaku, jadi sekarang kita tangkap tangan pelaku brengsek itu," kata Rio yang mengambil dokumen itu dan keluar dari ruangan Silvi.
Seorang wanita yang menyaksikan itu merasa senang, karena dia sudah berhasil membuat Silvi akan di usir dari showroom itu.
Dan di tambah lagi dia mendapatkan seratus juta secara percuma dengan sedikit melakukan modifikasi.
Tanpa di duga Rio melemparkan semua dokumen dan bukti ke meja wanita itu, "salsa kembalikan uang pelanggan dan kamu harus segera mengundurkan diri, karena aku sudah mengetahui apa yang kamu lakukan," kata Rio dingin.
"tuduhan apa ini, bagaimana bisa anda mengatakan itu, bahkan di sini saja yang tanda tangan adalah Silvi, kenapa saya," kata salsa tak terima.
Rio memanggil salah satu pegawainya, "Galuh, kemarilah, dan lihat apa ada yang aneh dengan dokumen penjualan mobil ini,"
Pria itu mendekat dan melihat dokumen itu, ternyata yang aneh selain harga dan juga nama Silvi yang ada di sana.
"setahu saya yang pernah menemani mbak silvi saat melakukan penjualan, dia tak pernah menulis nama dengan bulpoun dan mengetiknya seperti ini, karena dia satu-satunya orang yang mengunakan cap untuk menulis nama, dan saya bisa menunjukkan buktinya," kata pria itu bergegas pergi ke tempat dokumen.
ternyata benar, pria itu Atang dengan semua dokumen yang di urus oleh Silvi dan semua dokumen itu punya cap dan tanda tangan Silvi di sana
"semua juga tak buta, jika tanda tangan ku saja bisa di palsukan semudah itu, tapi kamu lupa ada satu titik penting, yaitu bentuk love di ujung tanda tangan," kata Silvi yang membuat salsa diam.
"dan lagi uang itu masuk ke rekening mu,bukan rekening Silvi, kenapa kamu melakukan itu setelah bertahun-tahun kamu ikut dengan ku," tanya Rio.
"karena aku mencintaimu dan ingin mengusir wanita ganjen itu pergi, karena hanya aku yang pantas untuk jadi kekasih mu, karena hanya aku yang bisa mengimbangi kegilaan mu dalam bekerja," kata salsa.
"tapi aku tidak menganggap mu begitu, karena bagiku hanya Silvi yang bisa membuat ku sadar indahnya hidup selain bekerja," kata Rio yang membuat syok semua orang.
Pria itu baru saja mengumumkan hubungannya dengan Silvi di depan semua orang.
"Galuh, Wandi dan Jusuf, seret dia ke kantor polisi, dan pastikan dia membayar semuanya,"
"baik bos," jawab ketiga pria itu.