
Malam ini Rio, Rudi dan dua wanita cantik itu sedang bersenang-senang di sebuah klub malam.
"Wah kalian gila ya, bagaimana bisa kalian mengajak ku kesini," kesal Rudi yang kini hanya memakai kemeja yang di gulung hingga siku.
"tenang sayang, aku sudah pesan jus jeruk untuk mu, kan kamu tak minum," jawab Maya tersenyum.
tapi tanpa di duga saat Rudi ingin mengambil minuman beralkohol itu, Maya menahannya.
"jangan lakukan itu, jika tidak ingin adik mu itu mengkerut,"
"apa memdng bisa seperti?"
"kalau tak percaya cari saja di internet, dan lagi pula semua minuman di meja ini jus buah kok," kata Maya yang mengejutkan ketiga orang yang di sana.
"ya Tuhan, baru kali ini kita ke diskotik malah pesan jus," kata Rio.
"jika kalian mau minum silahkan saja, dan sekarang kita harus pulang, karena tujuan Ki sudah tercapai," kata Maya tersenyum.
Rudi yang tak mengerti langsung bangkit dan mengandeng kekasihnya itu untuk meninggalkan tempat berisik itu.
Sedangkan di sudut tempat gelap dan begitu berisik, seorang es Uta sudah di kerjai habis-habisan oleh beberapa pria.
Maya tidak tau wanita siapa, tapi dia taksuka jika dia dan Rudi di buntuti, jadi dia menyamar dan menyuruh beberapa pria itu.
Rudi dan Maya sampai di sebuah apartemen mewah milik Rudi, dan tentu saja dia tadi mengemudikan mobil sendiri karena tak ingin di ganggu oleh supir.
Maya sedang berdiri menikmati suasana malam kota besar itu, Rudi memeluknya dengan mesra
"apa yang kamu pikirkan sayang," bisiknya.
"aku hanya ingin menemukan seseorang, dia itu ayah ku yang dulu pamit pergi kerja di luar kota, tapi nyatanya dia tak pernah pulang lagi," terang Maya.
"memang kamu punya fotonya, atau sedikit saja pengetahuan tentang ayah mu?"
"itulah, aku punya foto tapi aku tak mengenalnya karena dia meninggalkan diriku saat masih bayi, tapi aku berharap jika dia memiliki keluarga lagi setelah meninggalkan aku, aku harap keluarganya hancur dan berantakan," kata Maya kesal.
Rudi tersenyum dan mengecup bibir kekasihnya yang begitu seksi, Maya pun membalasnya dan bahkan lebih menuntut lagi.
Mendapat balasan seperti itu, membuat pria itu tak tahan dan langsung membawa sekertaris cantik dan seksinya itu ke ranjang.
Tentu saja mereka berdua berolahraga malam dan panas, tak peduli sedingin apa AC itu berfungsi.
keesokan harinya, Maya sudah bangun dan menyiapkan sarapan, dan dia mengenakan kemeja milik Rudi yang sangat kebesaran untuknya.
dia yang baru bangun dan melihat pemandangan indah itu, memilih untuk makanan pembuka terlebih dahulu baru makanan utama.
Pukul delapan pagi, Rudi dan Maya sampai di perusahaan, keduanya akan ada janji temu dengan perusahaan SWJ corp pukul dua siang.
jadi mereka menyiapkan semuanya terlebih dahulu, karena mereka tentu tak ingin pergi dengan tangan kosong.
Sedang di sebuah ruangan, Raina terbangun dan kaget melihat seluruh tubuhnya begitu lengket.
bahkan aroma tubuhnya juga sangat amis, dia berusaha bangkit dan bersiap pergi.
Tapi dia tak menemukan pakaiannya, tapi dia melihat sebuah kemeja hitam.
Jadi dia memakai meja itu
Dan bergegas pergi dari tempat sialan itu.
Dia tak menyangka semalam dia harus di periksa oleh banyak pria, tapi dia tak bisa melihat siapa saja pria yang menikmati dirinya.
Jadi dia tak bisa melaporkannya kepada polisi dan hanya bisa pulang dan membersihkan diri.
Dan memastikan siang ini saat ada pertemuan dengan perusahaan Harjono dia tak menunjukkan ada tanda-tanda yang membuat Hardi jijik padanya.
tentu saja kehidupan mewah wanita itu di dukung oleh pekerjaan orang tuanya.
Sedang di perusahaan besar itu, seorang pria tak sabar ingin melihat pria muda yang membuat putri kesayangannya tergila-gila.
"pak Indro, apa Rudi itu akan sebaik apa yang telah di jelaskan oleh putri kesayangan ku?" tanya pak Wijaya.
"seharusnya iya pak, karena saya dengar dia ini sangat berdedikasi tinggi dalam pekerjaan, tapi ada berita buruknya juga, jika pria ini berdarah dingin bahkan dia tak segan menyingkirkan semua orang yang menghianatinya," terang pak Indro.
"bukankah itu bagus," jawab pak Wijaya.
Pukul satu siang, Raina sudah datang ke kantor dengan pakaian terbaiknya.
Wanita itu tampak begitu cantik dengan paduan blazer berwarna maroon dan juga makeup natural.
sedang Rudi dan Maya baru akan berangkat ke perusahaan milik sahabat papanya itu.
Rudi juga sudah berhasil membeli beberapa saham di tangan rekan bisnis perusahaan itu.
karena Rudi tak ingin di atur, jadi dia harus main cantik karena baginya tak ada yang boleh mengatur hidupnya sedikitpun.
Mereka tidak hanya datang berdua melainkan datang bersama satu orang kepercayaan Rudi yaitu kepala tim IT Iwan.
Saat sampai di perusahaan SWJ corp, mereka sudah di sambut oleh tim sekertaris di pimpin oleh pak Indro.
Saat Rudi turun dari mobil pria itu segera mendekat, tapi langkahnya tiba-tiba menjadi berat saat melihat seorang wanita cantik yang turun dari mobil itu juga.
Bahkan Rudi mengulurkan tangannya untuk menolong wanita cantik itu.
"selamat datang tuan muda," sapa pria itu sopan.
"panggil aku Rudi saja pak,anda lebih tua, jadi dimana kita akan memulai rapatnya?" tanya Rudi yang tak suka basa-basi.
"silahkan kita akan ke ruang rapat saat ini, dan kedua orang ini?" tanya pak Indro yang harus memastikan bahwa tak ada orang yang mungkin menyakiti bos-nya.
"tenang saja, keduanya orang itu, dia Maya sekertaris ku dan juga kepala Tim IT Iwan," kata Rudi.
"baiklah, silahkan ikuti saya," kata pria itu menunjukkan jalan.
Saat mereka memasuki lobi perusahaan, semua orang terpana dengan Rudi dan Maya yang begitu bersinar.
terlebih sebagai seorang wanita, tubuh mata sangat bagus dan sangat sempurna.
mereka berenam pun naik ke lift untuk menuju ruang rapat, dan ternyata saat masuk sudah ada pak Wijaya dan Raina di dalam sana.
melihat sosok Rudi masuk kedalam ruangan, membuat wanita bangkit dari kursinya dan langsung mencoba memeluk Rudi.
Tapi dengan sigap, Maya menghadang wanita itu dan menariknya dan mendorongnya agar mundur.
"maaf nona, tolong jangan melakukan pelecehan pada bos kamu, karena bos Rudi tak suka di sentuh, dan tolong jaga perilaku mu sebagai putri dari keluarga kaya, karena saya paling tak tahan melihat wanita murahan yang ingin menggoda bos kami," kata Maya.
"hei jaga bicaramu!!" teriak pak Indro pada Maya.
Tapi tanpa gentar, Maya menatap tajam ke arah pria yang sudah berusia setengah abad itu mungkin.
"jangan pernah berani membentak wanita, karena aku bisa membuat perusahaan ini merasakan dari tingkah tidak sopan mu itu,"marah kepala tim IT.
"sepertinya pertemuan kaki ini batalkan saja, karena aku tak suka orang-orang ku di perlakukan tak baik seperti ini," kata Rudi yang akhirnya membuka mulutnya.
"sudahlah pak Indro,dan Raina jaga sikap mu, kita di sini untuk membahas proyek besar," kata pak Wijaya yang tak menyangka jika kan melihat sosok Rudi yang begitu berkarisma.
mereka bertiga pun duduk di kursi yang sudah di persiapkan, terlihat Maya begitu menjaga postur tubuhnya.