
Maya sudah duduk di mejanya, setelah membersihkan diri, bahkan tadi Rudi juga menyiapkan baju yang saat ini di kenakan oleh Maya.
Andin baru sampai di meja sekertaris dan kaget melihat Maya yang sudah sibuk.
"loh kamu sudah datang, kok pagi sekali Maya, padahal masih jam setengah delapan,"
"iya mbak, aku sedang di minta lembur dari jam tujuh tadi, karena beberapa pekerjaan yang menyangkut proyek di luar ini banyak masalah," kata Maya yang memang sedang bekerja.
"aduh kasihan sekali, ya sudah kamu lanjutkan saja, apa pak bos sudah datang juga?" tanya Andin.
"sudah dan sepertinya dia lagi sensi banget, jadi mbak hati-hati ya,"
"oke deh," jawab Andin yang bersiap-siap untuk membawakan kopi dan camilan untuk Rudi.
Batu juga masuk kedalam kantor pria itu, Rudi terlihat sangat sibuk, bahkan pria itu tampak mengunakan kaca mata.
"permisi bos, ini kopi dan camilannya,"
"taruh saja di sana, dan Andin tolong hubungi kepala tim desain dan tim perencanaan, suruh datang ke ruangan ku sekarang,"
"baik pak bos," jawab Andin yang merasakan Aira mematikan dari Rudi.
Dia sudah bisa memastikan jika dia orang itu pasti akan habis di tangan Rudi hari ini.
Sedang Maya yang dari tadi sibuk mengerjakan dokumen akhirnya selesai, dan tanpa di duga sebuah telpon masuk.
"halo selamat pagi, dengan perusahaan Harjono group, dengan Maya asisten dari CEO, ada yang bisa di bantu?" kata Maya dengan sopan.
"selamat pagi, saya mau membuat janji temu dengan CEO Rudi Harjono, apa bisa?" suara seorang wanita dari sebrang telpon.
"maaf dengan siapa kalau boleh tau, dan dari perusahaan mana? Karena CEO kamu tak bisa sembarangan bertemu orang," kata Maya dengan sopan.
"aku adalah Raina Wijaya, dari perusahaan SWJ corp, bilang padanya aku ingin menawarkan proyek besar yang mungkin bisa dia pertimbangkan," kata Raina yang ingin mengunakan pekerjaan untuk bisa datang ke perusahaan.
"baiklah Nona, saya akan bertanya pada bos dulu,karena untuk jadwal hari ini bos sudah sangat full, jadi tolang tunggu konfirmasi dari saya," kata Maya.
"baiklah, saya tunggu kabar dari anda secepatnya," jawab Raina yang menutup telponnya.
Maya mencatat pesan barusan,bahkan dia menulis nomor telpon untuk kembali menghubunginya nanti.
Andi keluar dari ruangan Rudi dan tampak bernafas lega, sedang Maya juga heran kenapa pria itu tidak bisa santai.
padahal dulu, Rudi ini seorang pria yang ceria dan terkenal konyol yang membuatnya sangat ramah pada semua orang.
Dia tau jika tekanan pekerjaan sekarang sangat besar, tapi kadang dia merasa jika reaksi pria itu berlebihan.
Andin sudah memanggil dua orang yang di minta oleh Rudi dengan panggilan telpon.
Kedua orang itu naik, dan berhenti saat di depan meja sekertaris, "apa bos di dalam?"
"silahkan masuk saja," jawab Andin.
"tolong jangan sampai salah bicara ya," tambah Maya yang membuatnya merinding, karena sudah tau jika Rudi pasti sedang marah.
Kedua pria itu masuk kedalam ruangan CEO dan terkejut saat melihat pria itu sudah menatap tajam, "berapa lama kalian kerja di sini?"
"saya sepuluh tahun bos," jawab kepala tim perencanaan.
"saya sudah bekerja dua tahun," ketua tim desain
"baiklah kalau begitu revisi semua dokumen yang sudah aku tandai, dan jika kalian tak menyelesaikannya sebelum pulang kantor ini, habis kalian," marah Rudi.
Setelah dua orang itu pergi, Maya bangkit dan membawa dokumen yang sudah selesai, dan akan menyampaikan permintaan tadi.
Tok.. Tok...
"siapa?" tanya Rudi.
"Maya bos,"
"masuklah," saut Rudi dari dalam ruangannya.
Batu juga masuk pintu sudah di kunci oleh Rudi, dan pria itu bangkit dari kursinya dan mulai menggulubg lengan kemejanya.
Ya Rudi menaruh jasnya di sandaran kursi, dan dia mulai melonggarkan dasi yang tadi sudah di pakaikan oleh Maya.
"apa yang anda lakukan bos, aku ingin mengantarkan dokumen yang anda harus periksa, dan ada permintaan janji temu dengan perusahaan SWJ, apa anda mau aku mengaturnya untuk mu?" tawar Maya yang melewati Rudi dan menaruh dokumen itu di meja.
Tanpa di duga Rudi malah memeluk Maya yang hanya sebahunya itu, "atur saja dan pastikan saat kita bertemu mereka, kita membicarakan tentang proyek besar saja, jika untuk urusan lain coret dari daftar ku," jawab Rudi yang mulai mencium tengkuk Maya.
"hentikan bos, tadi kamu sudah membuat ku habis, belum lagi baju ku yang kamu robek juga, dan untungnya baju yang kamu belikan ini cukup di tubuh ku," kata Maya yang berbalik dan mendorong Rudi agar sedikit menjauh.
"jangan meremehkan pengamatan ku sayang, karena aku sudah sangat jelas mengenal ukuran mu bahkan aku sangat ingin terus memeluk mu," kata Rudi yang menarik Maya ke arahnya.
Maya pun kembali berada di dalam pelukan Rudi yang begitu kekar, "baiklah cukup, malam nanti kita bisa melakukannya lagi, dan sekarang tolong jangan melakukan hal konyol dan berhenti bad mood," kata Maya.
"bagaimana bisa, karena para karyawan itu banyak yang tak kompeten, dan tolong panggilkan tim HRD untuk menemui ku karena aku ingin membuat sedikit perubahan," kata Rudi yang melepaskan Maya.
Dengan cepat, Maya sudah mengecup bibir seksi kekasihnya itu, "baiklah pak bos, aku akan melakukan perintah mu,"
sedang Rudi diam tak menyangka jika Maya begitu pintar menggoda, dan wanita itu langsung menuju ke lantai tempat HRD.
Dan meminta para penanggung jawab dari departemen itu untuk segera datang ke ruangan CEO.
Selama dalam lift, salah seorang pria memperhatikan Maya, pria itu tampak tak percaya jika sekertaris dari CEO mereka ini sangat cantik.
padahal kemarin lalu saat wawancara, Maya tampak sederhana.
saat keluar dari lift, bahkan Maya tampak begitu percaya diri dalam melangkah.
Setelah mengetuk pintu dan Rudi mempersilahkan masuk, Maya membiarkan kedua orang itu masuk.
Dia mengambil iPad miliknya dan ikut masuk kedalam ruangan. Tapi yang dia lihat malah mengejutkan dirinya.
Pasalnya kedua orang itu di lempar dengan lembaran kertas dan daftar nama dari para karyawan.
"tak ku sangka, papa begitu bodoh memilih kalian sebagai karyawan, karena kalian dengan berani melakukan nepotisme di perusahaan ini!!" marah Rudi dengan suara mengelegar.
"kami tak melakukan itu bos,"
"terus apa ini,kalian memasukkan semua keluarga kalian hampir ke semua devisi,dan apa kalian tau kemarin saat kita berusaha untuk mendapatkan proyek dari pengusaha Dubai itu, kita hampir di permalukan karena desain yang di ajukan sudah bocor dan di gunakan oleh lawan bisnis kita, dan kalian masih tidak mengakuinya, kalian gira aku bodoh," marah Rudi melemparkan gelas ke salah satu pria yang berdiri di depannya.
Maya mendekat dan memberikan informasi dari iPad yang dia pegang, dan pria itu sangat terkejut melihat rekaman CCTV itu.
"kamu bereskan semuanya, atau aku yang membereskannya sendiri," marah Rudi tanpa ampun.
"baik bos saya bereskan dan saya akan memecatnya," kata pria itu gemetar.
"buat laporan polisi juga, jika tidak mau, keluar dari sini kamu dan wanita ini kalian berdua akan tinggal nama, dan ku pastikan aku akan membuat keluarganya juga merasakan apa yang telah di perbuat anak mereka, kamu mengerti!!" sarkas Rudi.
"baik bos saya mengerti," jawab kepala tim HRD yang tak menyangka jika isu tentang kekejaman Rudi ini benar.