
Grace pun tak menyangka jika Rudi ini benar-benar tak berkutik di depan kakeknya.
"Grace, kakek tak akan menyetujui pernikahan ini, jadi kejar impian ku dan biarkan saja Rudi menjadi perjaka tua,lagi pula aku tak mau kalian hidup dalam ikatan tanpa cinta," kata pak Harjono.
"baik kakek, terima kasih tapi aku penasaran dengan satu hal kakek?"
"apa itu nak, dia yang membuat mu penasaran?" tanya pak Harjono.
"kakek, aku ingat jika keluarga Harjono ini sangat besar dan memiliki kehormatan yang tinggi, tapi jika seorang janda yang menjadi pilihan Rudi, apa kakek akan menolaknya?" tanya Grace penasaran.
"tentu saja tidak, asal mereka saling mencinta,apa kamu tak tau, jika kakek melakukan itu, mana mungkin kakek menyetujui Rika menikah dengan suamimu," jawab pak Harjono yang membuat Grace tersenyum.
Begitupun dengan Rudi yang tampak bersyukur karena kakeknya tak mempermasalahkan tentang status seseorang.
"kenapa kamu tersenyum begitu Rudi?"
"tidak kakek, dan terima kasih atas keputusannya, jika aku memaksa menikahi Grace, mungkin kami akan sangat saling melukai, tapi jika bisa aku boleh minta tolong kakek,"
"apapun untuk cucu kesayangan ku ini," kata pak Harjono yang tersenyum pada cucunya.
"itu kek, jika bisa tolonglah Grace untuk bersatu dengan asisten Surya, karena yang aku tau asisten Surya sepertinya memiliki perasaan pada Grace, tapi karena dia hanya pegawai biasa, dia jadi menolak pernyataan cinta dari gadis cantik ini," kata Rudi yang benar-benar kasihan pada Grace.
"ah masalah itu tenang saja, kakek akan mengurusnya karena Surya sudah kakek anggap seperti Rudi, jadi Grace coba bujuk ayah mu ya nak,"
"iya kakek," jawab Grace.
Setelah perbincangan itu, ketiganya pun berpisah, Rudi sebenarnya ingin kembali ke kantor.
Tapi sudah jam lima, jadi dia memutuskan untuk menunggu Maya saja, jadi dia menyuruh supir pribadinya itu pulang.
"tuan muda yakin?" tanya pak Tono.
"sudah pak pulang saja, aku ada kegiatan lain dan jangan pernah berani mengatakan apapun pada orang tua ku ingat itu," kata Rudi yang benar-benar mengancamnya.
"baik tuan," jawab pak Tono yang ketakutan.
Akhirnya Rudi menuju ke tempat kost milik Maya dan memutuskan menunggu kekasihnya itu untuk menjelaskan semuanya.
Sedang di kantor, Maya tak mengira jika Rudi memutuskan tak kembali ke perusahaan.
Padahal begitu banyak berkas yang harus pria itu periksa, tapi tak masalah dia akan menaruhnya di meja pria itu.
Pukul lima sore, semua pun akhirnya sudah memutuskan pulang begitupun dengan Maya.
Dia tak menyangka akan bisa pulang lebih awal dan akan memutuskan untuk istirahat saja.
Karena sekarang kepalanya sangat pusing, bagaimana tidak seharian ini dia benar-benar di buat gelisah dan kecewa.
Perkataan Rudi yang tiba-tiba ingin menikah dengan wanita yang bahkan batu di lihat oleh Maya.
Dan juga kedatangan klien besar yang tak membuat janji dulu membuatnya syok.
Dengan langkah gontai, Maya naik ke lantai tempat kostnya, tapi saat baru masuk dia kaget melihat ada sepatu pria.
ternyata Rudi sedang memasak untuknya, "selamat datang sayang," sapa Rudi dengan wajah penuh senyuman.
Melihat itu, Maya langsung menaruh tasnya di lantai dan mendekati pria yang sudah begitu dia cintai itu
"kenapa kamu di sini, bukankah kamu mau menikah hah, pergi dari sini aku tak mau melihat ku lagi!!" teriak Maya.
"apa yang kamu bicarakan Maya, aku di sini ingin menjelaskan sesuatu, aku di sini ingin bilang aku tak jadi menikah kontrak dengan Grace karena kakek tak mengizinkannya," kata Rudi yang membuat Maya kaget.
"apa? Nikah kontrak?"
"apa? Apa kamu gila, apa keluarga mu bisa menerima ku yang pernah gagal dalam pernikahan," tanya Maya.
"bisa Maya, kakek sudah bilang tadi,tak salah jika memiliki pasangan yang pernah gagal, asalkan kita menikah karena cinta bukan karena paksaan," kata Rudi.
Mendengar jawaban itu, Maya mencari kebohongan di mata Rudi tapi tak mendapatkan kebohongan itu.
Maya pun luluh dan memeluk Rudi erat, "sudah sayang, kita makan dulu karena kamu tidak makan dengan baik tadi,"
"memang kamu pikir karena siapa aku tak makan dengan baik," tanya Maya yang kesal sendiri mendengar pertanyaan Rudi.
"maafkan aku sayang, seharusnya aku tak melakukan kebodohan seperti tadi ya," kata Rudi tersenyum.
Keduanya makan bersama dengan lahap, setelah itu Maya memilih mandi, dan Rudi tak mau ketinggalan juga.
Akhirnya setelah mandi, keduanya duduk di lantai sambil menikmati film horor yang di pilih oleh pria itu.
"sampai kapan kita seperti ini mas, apa selamanya?"
"tentu saja tidak, aku akan segera mengatur pertemuan kita bersama orang tua ku dan kakek, karena bagiku kakek adalah segalanya jadi kita harus dapat restu kakek dulu,"
"baiklah, semoga kakek mu bisa menerima ku ya," kata Maya.
"pasti bisa sayang, asalkan kita tak boleh menyerah ya, oh ya apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Rudi.
"tidak,memang mas Rudi mau beli apa?" tanya Maya kaget.
"aku ingin makan mangga dan leci deh, kita beli yuk," ajak Rudi.
"baiklah, tapi mas tak ingin pulang memangnya, kenapa di sini kan tidak boleh menginap selain penghuni kos," tanya Maya.
"aku ingin bersamamu sengaja, karena dua hati kedepannya kan libur, tapi tidak di sini memang, kita ke tempat ku, agar lebih bebas," jawab Rudi.
Keduanya pun keluar dan Maya tak membawa apapun karena Rudi bilang jika di tempatnya sudah di sediakan semuanya.
Sesampainya di supermarket khusus buah-buahan sultan, mereka mulai mencari beberapa buah yang di inginkan Rudi.
Tapi saat sibuk mencari tak sengaja mereka malah melihat mama umi dan rija sedang di sana juga.
Rudi segera mengandeng tangan mata dan mengajaknya membayar belanjaan.
"ada apa sih mas,"
"tidak ada, kita pulang yuk," ajak Rudi yang tak ingin ketahuan dulu, jadi dia sebisa mungkin menghindar dulu.
Maya yang tak curiga juga ikut saja, akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen mewah.
Rudi mengajak kekasihnya itu untuk naik ke lantai atas dan saat di dalam penthouse milik Rudi.
Dia tak percaya dengan apa yang di lihatnya, bahkan tempat itu punya kolam renang pribadi juga.
"apa ini, memang sekaya apa kamu mas?"
"tentu saja bukan orang sembarangan sayang," jawab Rudi tertawa.
Ternyata semua bahan makanan sudah ada sesuai perintahnya, dan terlihat semua aman.
Rudi tiba-tiba mendekati maya dan mulai mengecup bibir kekasihnya itu.
Rudi mengendong Maya dan menidurkannya di ranjang besar miliknya, dan dia menikmati waktu bersama Maya.
bahkan keduanya melakukan olahraga panas di atas ranjang dengan semangat dan lagi-lagi Rudi menanamkan benihnya di dalam rahim Maya, dan dia berdoa semoga segera jadi buah cinta mereka.