Thirst

Thirst
mabuk gila



Maya kesal karena Silvi yang beraroma sedikit men-ji-jik-kan, "ya Tuhan cepat mandi sana, aku bisa muntah jika kamu tak mandi,"


"ayolah kamu kayak tidak pernah saja, itu sangat menyenangkan," kata Silvi yang tertawa.


"sudah pergi mandi, dan asal kamu tau aku tidak pernah melakukan hal gila seperti mu," kata Maya mendorong Silvi masuk kekamar mandi dan mulai menyalakan shower dan membuat wanita itu sadar.


setelah itu Maya duduk di kamar Silvi dan mulai mencari mie cup, "ah ini dia, aku kelaparan karena Rudi yang tak memberikan aku time out," kesal Maya.


Dia bahkan membuat dua mie cup tapi menjadikannya satu, setelah selesai dia makan dengan santai.


Sedang di kamar mandi Silvi tak menyangka akan gila seperti tadi, karena Rio benar-benar tak memberinya istirahat.


bahkan sekarang semua orang di showroom itu juga tau jika dia adalah kekasih bos.


Tapi itu tak menjadi mudah untuk dirinya karena banyak pegawai yang ingin jadi kekasih Rio.


tapi untungnya pria itu tak sembarangan menyentuh wanita, entahlah apa yang salah, tapi Rio itu memang dnrh,bahkan saat di pantai saja.


Rio tak tampak tergoda melihat banyak orang yang mengenakan bikini, tapi jika Silvi yang memakai pakaian itu, bisa habis di kamar hotel.


Dia keluar dan kaget melihat Maya sedang makan mie cup miliknya, "ya mie ku bisa habis jika kamu numpang makan seperti ini," katanya merebut mie itu dan mulai makan juga.


"ah brengsek lu, masak sama teman saja pelitnya minta ampun," kata Maya yang mengambil obat tradisional yang harus dia minum.


Dan tak lupa ada obat oles juga yang di berikan untuk membuat organ int*mnya tetap rapet dan menggigit.


Begitupun dengan Silvi, setelah minum obat tradisional itu keduanya memilih untuk berpisah untuk istirahat.


Maya pun langsung tidur dan besok dia harus berjuang lagi menghadapi workaholic dari Rudi.


Sedang di rumah mewah itu, Rudi sudah mengunci pintu kamarnya dan juga menambah dengan kunci selot juga.


itu mengamankan pintunya karena takut jika ada orang gila yang dkan masuk kedalam kamarnya.


pukul dua belas malam,ternyata Raina menginap di rumah itu dan ingin ke kamar Rudi untuk menggoda pria itu.


Tapi saat akan masuk ke kamar pria itu, dia tak bisa karna pintu kamar terkunci.


Saat dia ingin mengurungkan niatnya,dia bertemu dengan suami Rika.


Dia langsung lari ke kamar tamu karena dia sendiri tak nyaman dengan tatapan pria itu.


Suasana pagi ini cukup mendung dan gerimis dari jam lima pagi, pak ton sudah di ruang kerja milik pak Sulaiman.


pria itu ingin bertanya pada supir putranya kemana Rudi kemarin malam, karena laporan dari satpam perusahaan jika Rudi dan Maya keluar dari jam tujuh malam.


"pak ton kemarin bapak sempat pulang, dan sebenarnya apa yang di lakukan oleh mas Rudi?"


"menjawab tuan besar, sebenarnya kemarin saya di paksa pulang saat mas Rudi dan mbak Maya makan di salah satu restoran, dan mas Rudi minta jemput lagi di kos miliknya jam setengah sebelas malam.


Tapi karena ada sedikit masalah iada ban mobil sempat meletus jadi saya sampai jam sebelas ndldm lebih sedikit.


Dan saat saya menunggu, saya melihat mas Rudi keluar dengan seorang pria dan mereka berpelukan sebelum berpisah dan terlihat begitu bahagia," kata pak ton.


"iya tuan, jika tak percaya anda bisa melihat rekaman video dari kamera mobil," kata pak ton menyerah memori card itu.


Dan pak Sulaiman langsung melihat isi rekaman itu, dan berapa terkejutnya dia melihat isi rekaman itu.


Dia pun khawatir karena paksaan darinya, itu membuat putranya bisa terjerumus ke jalan yang salah.


Dia pun memikirkan untuk membiarkan Rudi menjalin hubungan dengan kekasihnya yang ada di desa saja, setidaknya putranya itu tak dkan belok.


Tok.. Tok..


"papa ayo sarapan,semua sudah menunggu," panggil mama umi.


"iya ma," jawab pak Sulaiman menyerahkan memori cards itu pada pdk ton.


"tutup mulut mu, dan jangan sampai ada yang tau mengerti,"


"baik tuan besar," jawab pak ton yang tak berani menyinggung bos-nya itu.


Sedang saat pak Sulaiman menuju ke meja makan, dia melihat ada Rudi yang datang sambil tampak memegangi pinggangnya.


Pak Sulaiman makin khawatir, "kamu kenapa?"


"tidak kok pa, aku hanya sedikit sakit di bagian belakang," kata Rudi ambigu.


Saat duduk Rudi tampak santai saja, dan pak Sulaiman masih mengawasi putranya itu.


Raina ingin mencari perhatian, dia langsung bangkit dan ingin mengambil Mahan untuk Rudi.


"mas silahkan makan,aku tadi bantu mama loh untuk masak," kata wanita itu yang langsung mengambil semua untuk Rudi dengan antusias.


Tapi Rudi langsung mendorong kursi miliknya, "sudah ku katakan, jangan mendekatiku, aku tak suka dengan mu, dasar menyebalkan!!" teriak Rudi yang langsung bergegas pergi meninggalkan rumah.


Pak ton sudah menyiapkan mobil di depan pintu, dan terlihat pria itu langsung meninggalkan rumah.


Raina tampak membeku terkejut dengan reaksi dari Rudi, tapi dia tak bisa mengatakan apapun lagi.


"Raina..." panggil mana umi saat melihat gadis itu menangis.


Brak...


"kenapa mau sarapan saja harus pakai drama,bikin mood hilang saja," marah pak Sulaiman.


"papa..." panggil mana umi yang tak menyangka jika suaminya itu akan marah.


Pagi ini Maya sudah berangkat ke kantor pukul tujuh pagi padahal kan masuk kantor jam delapan.


Itu terjadi karena Rudi memintanya datang dengan membawa sarapan, tapi nyatanya dia sekarang yang sedang di santap oleh Rudi dengan sangat kasar tapi malah membuatnya semakin gila.


"aku sampai!!" teriak Rudi yang menumpahkan semuanya di dalam.


Maya sudah terkapar tak berdaya juga karena lelah dan terasa jika Rudi benar-benar sangat berbeda pagi ini.