
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
Saat ini Hanna sudah berada di sebuah mobil yang akan membawanya pergi ke Gereja tempatnya menikah dengan Shawan.
Tadi Mommynya meminta Shawn untuk mengantarnya ke salah satu hotel yang ada di dekat Gereja. Karena mereka akan terpisah terlebih dahulu dan akan bertemu lagi di altar.
Inglis berada di sebelah Hanna untuk menenamninya, sedangkan di kursi depan ada Rani dan juga supir.
“Saya tidak menyangka jika Nona Hanna akan menikah hari ini.” Ucap Rani, yang memang sudah tidak segan lagi untuk bebicara dengan Hanna, semenjak mereka sudah sangat dekat.
Hanna tersenyum dengan tipis, “jodoh tidak ada yang tahukan Ran, bisa saja setelah ini kamu yang menikah.” Balasnya, seakan tahu, jika di Academy Rani sudah dekat dengan seorang pria bangsawan.
Rani membelakkan matanya tertegun. “Anu, Nona -“
Inglis tersenyum ikut menanggapi godaan Hanna pada Rani. “Apakah kamu menyukainya?” Tanya Inglis, yang juga ikut menimpali.
Wajah Rani seketika berubah kemerahaan. “Tidak Nona Inglis, saya tidak menyukainya.”
“Saya harus sadar diri jika saya hanyalah seseorang yang melayani Nona Hanna.” Jawabnya, membuat Inglis menatap ke arah Hanna.
“Bukankah jodoh tidak ada yang tahu? Kalau kamu suka, maka tidak ada salahnya bersama.” Sahut Hanna, yang merasa tidak ada perbedaan kasta dalam hubungan manusia.
Rani tidak menjawab apapun, dia hanya menundukan kepalanya, merasa malu dan juga sedih. Karena memikirkan takdirnya yang malah jatuh cinta dengan seorang bangsawan.
Karena obrolan mereka yang seru, tanpa terasa kini mereka sudah sampai di depan Gereja. Dan bahkan mereka melihat ada Aldo dan juga Brina yang ada di depan, sepertinya menunggu mereka.
Seakan tahu jika Mommy dan Daddy Hanna ingin berbicara, Inglis mengajak Rani dan supir di depan untuk keluar dari mobil, agar bisa memberikan ruang bagi Hanna dan juga orang tuanya.
“Terima kasih ya Inglis, Rani, sudah mengantar dan menemani Hanna sampai di sini.” Ucap Brina dengan lembut pada ke dua teman putrinya.
“Sama - sama aunty,” balas Inglis yang membalas senyumannya, lalu melihat Brina yang masuk ke dalam mobil bersama dengan suaminya.
Di dalam mobil, Hanna tersenyum ketika ke dua orang tuanya langsung memeluknya dengan erat.
“Sayang, Mommy tidak tahu kenapa Mommy mengizinkan kamu menikah sekarang, tapi, Mommy hanya tidak ingin masa lalu Mommy dan Daddy akan terjadi dengan kamu sayang.” Ucap Brina, yang selalu takut, jika putrinya akan salah dalam pergaulan.
“Mommy kamu benar sayang, karena jujur saja, merawa anak perempuan itu sangat sulit menurut Daddy,” tambah Aldo, membuah Hanna menundukan kepalanya sedih.
“Bukan karena Daddy dan Mommy merasa berat merawat kamu sayang bukan.”
“Hanya saja, di usia remaja, banyak sekali kasus wanita yang tinggal bersama dengan kekasihnya, di luar pernikahaan dan itu sangat tidak di izinkan, jadi, dari pada kamu jatuh pada laki - laki yang salah, lebih baik Mommy dan Daddy menyelamatkan kamu sekarang Nak.” Tuturnya, membuat Hanna sedikit paham akan keinginan orang tuanya.
Walaupun ini tergolong sangat cepat, tapi pemikiran orang tuanya masih bisa dia terima.
Apa lagi dia juga sering melihat, banyak ssek bebas di mana - mana, bahkan tanpa memandang usia. Membuatnya juga sedikit mempunyai kekhawatiran akan salah jalan, meskipun dia tahu bahwa dia tidak akan ke arah sana, tetapi siapa yang akan mengira ke depannya nanti akan seperti apa.
***
Setelah mengobrol dari hati ke hati dengan orang tuanya. Kini Hanna sedang menggandeng tangan Daddynya, untuk berjalan masuk ke dalam Gereja.
Di sana sudah terlihat jika ada Orang Tua Shawn, dan pendeta.
Pernikahan ini memanglah sangat rahasia, sampai hanya 10 orang saja yang menghadirinya.
Hanna berjalan dengan begitu anggun dengan mengenakan Dress bewarna putih, dengan Hairdo yang di bantu sesimple mungkin oleh Inglis tadi waktu di hotel.
Lalu make upnya yang sangat natural, bahkan terlihat jika tidak menggunakan Make up, karena wajahnya yang sudah bersih.
“Apakah pernikahaan sudah bisa di mulai?” Tanya Romo itu.
“Sudah Romo.” Jawab Aldo, memberikan ruang untuk mereka.
“Baiklah kalau begitu saya akan memulai pembukaanya.”
“Shalom semua saudara terkasih Tuhan, pada sore ini, kita semua berkumpul di Kastel Gereja ini, kita semua ingin menguduskan cinta kasih, Shawn dan Hanna. Dalam sebuah ikatan yang kasih, dan kita mengharapkan kehadiran Tuhan untuk hadir di tengah - tengah acara ini juga dalam keluarga yang akan di kasihi dan di berkati.”
"Saudara Shawn Dieke,apakah kamu bersedia menerima dan mengambil Hanna Imanuella Jonathan sebagai istri satu-satunya yang sah?" Tanya Pendeta itu.
"Ya Saya bersedia." Jawabnya lantang penuh keyakianan.
Lalu beralih ke mempelai wanita
"Saudara Hanna Imannuela apa kamu mau menerima dan mengambil Shawn Dieke sebagai suami satu-satunya dan Sah?"
"Ya, saya bersedia." Jawabnya lembut dengan senyumnya setipis kertas.
"Baik jika begitu,silahkan kalian ucapkan janji suci kalian."
Janji suci.
SUAMI
“Di hadapan Tuhan, Imam, orang tua, saudara dan para saksi, saya Shawn Dieke memilih engkau, Hanna Imannuela Jonathan, untuk menjadi istri saya. Saya berjanji akan setia kepada engkau, dan saya akan megabdikan diri kepadamu dalam keadaan susah maupun senang, dalam bergelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit.”
“Saya berjanji, akan saling mengasihi, menghargai dan menghormati engkau selama - lamanya, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”
“Saya berjanji, akan menjadi ayah yang baik untuk anak - anak kita, yang akan di anugerahkan Allah kepada kita.”
ISTRI
“Di hadapan Tuhan, Imam, orang tua, saudara dan para saksi, saya Hanna Imannuela Jonathan memilih engkau Shawn Dieke, untuk menjadi suami saya. Saya berjanji akan setia kepada engkau, dan saya akan megabdikan diri kepadamu dalam keadaan susah maupun senang, dalam bergelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit.”
“Saya berjanji, akan saling mengasihi, menghargai dan menghormati engkau selama - lamanya, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus.”
“Saya berjanji, akan menjadi ibu yang baik untuk anak - anak kita, yang akan di anugerahkan Allah kepada kita.”
Pengucapan janji suci berakhir dengan pertukran cicin yang mereka lakukkan, sekaligus ciu man bibir yang melambangkan jika mereka berdua sudah sah sebagai suami dan istri.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******🙏🏻🙏🏻**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********😘😘*** ****
*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******😭😭😭*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻