
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐โค๏ธ๐น
"Kamu tidak lupakan, jika keluargamu hanyalah seorang bangsawan biasa? Kekuatan keluargaku jauh lebih besar dari pada kekuatan orang tuamu, jadi lebih baik kamu bersikap baik padaku Hanna." Ucap Shawn memberikan peringatan pada Hanna, jika dia bukanlah orang biasa yang bisa di injak - injak harga dirinya seperti ini.
"Oh ya, apakah kamu tidak tahu siapa pria tua yang kamu hadapi tadi?" Tanya Inglis balik, menantang Shawn untuk beradu konspirasi.
Hanna kembali menoleh ke arah Inglis, yang terus saja meladeni Shawn untuk berdebat.
"Pengawwwwaaallll!" Teriak Inglis memanggil pengawal agar segera datang untuk mengusir Shawn dari Mansion ini.
"Kami di sini Nona." Sahut mereka, berlari - lari menggampiri Inglis karena teriakan panggilannya.
Inglis menoleh ke arah Shawn yang sedang berdiri dan juga menatapnya. "Usir pria ini keluar! Dan jangan pernah biarkan dia masuk lagi ke dalam Mansion ini!" Perintah Inglis pada mereka.
Membuat Shawn tercengang mendengarnya, Inglis benar - benar membuktikan kalimatnya yang akan mengusirnya secara paksa.
"Hanna, kamu yakin memperlakukkan aku seperti ini? Bahkan sampai detik ini saja, belum ada kalimat dari Mommymu yang mengatakan jika kita sudah berpisah, dan saat ini aku masihlah suamimu, dan kamu tidak bisa bertingkah kurang ajar seperti ini dengan suamimu!" Tungkasnya berbicara dengan Hanna.
"Hanya karena masalah aku melarang kamu untuk tambah makanan, kamu jadi tidak perduli denganku yang bahkan di usir oleh temanmu?!" Shawn tidak percaya dengan diamnya Hanna ini.
Hanna benar - benar tidak membuka suaranya seperti sedia kala. Beginilah sikap Hanna yang asli.
Dia memang tidak perduli dengan orang lain, ketika Inglis yang sudah menangani orang itu, maka dia akan memilih diam agar tidak melakukkan kesalahan apapun.
"Tunggu apa lagi?! Usir dia?!" Sentak Inglis pada beberapa pengawal yang hanya diam saja tidak melakukan tugas yang dia perintahkan.
"Eh, iya Nona," sahut mereka, dan buru - buru mendekat ke arah Shawn untuk melaksanakan tugas mereka.
"Berhenti! Aku bisa keluar sendiri!" Sahutnya, dan buru - buru memilih keluar dari Mansion keluarga Hanna.
Melihat kepergian Shawn, Hanna akhirnya bisa menghela nafasnya sedikit. Tetapi, masalah yang paling besar akan dia hadapi nanti ketika orang tuanya sudah pulang.
Dia tidak tahu, akan bagaimana nanti respon Grandpa dan Grandmanya, jika mengetahui dirinya yang sudah menikah di usia yang masih belia.
Hanna mengusap wajahnya kasar, harusnya sedari awal memang harusnya dia menolak dengan perjodohan pernikahan ini. Bukan malah menerima, dan mengiyakan saja alasan ke dua orang tuanya yang terlalu labil menurutnya.
"Hanna, aku -"
"Inglis, bisakah kamu pulang juga? Aku benar - benar butuh sendiri sekarang." Pintanya pada temannya yang sudah banyak membantunya.
"Baiklah, aku pulang dulu kalau begitu, nanti kalau ada apa - apa kabarin aku saja, oke." Inglis berucap, lalu mulai berpamitan dengan Hanna yang masih duduk di sofa dengan wajahnya yang meraut.
Inglis sama sekali tidak marah dengan Hanna yang bersikap ketus dengannya saat ini, karena apa yang sedang di rasakan serta di pikirkan Hanna saat ini pastilah sangat sulit.
Hanya karena keegoisan orang tuanya yang menginginkan dia menikah di usia muda, dia harus menerima perlakuan buruk dari pria itu, dan sekarang di akan di sidang oleh Grandpanya yang pasti akan sangat marah.
Inglis sempat melihat ke arah Hanna sejenak, sebelum akhirnya dia melangkahkan kakinya untuk keluar, meninggalkan Hanna seorang diri di sana.
****
"Aaaarrrrhhhhggg, sial!! Sial! Sial!!!" Umpat Shawn yang sudah berada di dalam mobilnya.
Dia benar - benar marah kali ini, karena perlakuan Hanna dan juga Inglis yang terlalu ikut campur dalam masalahnya.
Shawn mencoba mengatur nafasnya, dengan terus memikirkan cara apa yang bisa membuat Hanna masuk ke dalam perangkapnya.
Namun, ketika Shawn sedang berdiam diri di dalam mobilnya, dia melihat mobil Inglis yang keluar dari perkarangan Mansion Hanna.
Beruntung karena dia sudah parkir jauh dari Mansion, jadi Inglis tidak akan melihatnya.
Sedangkan Shawn yang melihat kesempatan itu, langsung mengikuti mobil Inglis.
Karena wanita itu terlalu banyak ikut campur, dan membut semua rencananya jadi hancur berantakan.
Hanna adalah wanita yang lemah, tidak mungkin bisa melawannya jika bukan karena wanita ini yang menghasutnya.
Sudah sekitar dua kilo meter dia mengikuti mobil Inglis, tetapi dia belum mendapatkan kesempatan untuk menjalankan rencananya.
Hingga sampai di lampu merah, mobil Shawn berada tepat di belakang mobil Inglis.
Shawn merasa ponselnya berdering. "Ada apa?" Tanya Shawn ketika panggilan itu sudah dia terima.
"Menyingkir ke sisi kiri sekarang!" Perintah seseorang di panggilan itu.
Shawn merasa bingung, lalu dia melihat ke belakang ada mobil besar yang sedang melaju ke depan.
Shawn langsung buru - buru membantung stirnya ke sebelah kiri dan menjauh.
Braaaaaaaaakkkkkkkkk, suara tabrakan begitu keras.
Mobil tronton itu langsung menabrak satu mobil yang tadi ada di belakang Shawn dan juga menabrak mobil Inglis yang membuat ke dua mobil kecil itu langsung maju ke depan dan bahkan menabrak mobil yang ada di depan.
Karena itu adalah simpangan, yang membuat sisi yang menyalakan lampu hijau dan sedangmelintas di depan mereka pasti langsung terkena tabrakan beruntun yang tidak bisa di hindari.
Shawn buru - buru keluar dari dalam mobilnya, dan melihat mobil Inglis yang sudah penyok di tengah - tengah dua mobil yang tertabrak oleh tronton itu.
Dengan nafasnya yang memburu, Shawn merasa tubuhnya lemas.
30 detik saja dia lambat menyingkirkan mobilnya, maka dia pasti juga akan menjadi korban.
Tetapi, Shawn langsung teringat akan ponselnya yang masih melakukkan panggilan. "Apa ini ulahmu?" Tanyanya, masih dengan nafasnya yang memburu.
Namun, alih - alih menjawab, sambungan telpon itu malah terputus membuat Shawn merasa kesal sendiri.
Tadinya dia memang berniat menyingkirkan Inglis, tapi bukan dengan kematian seperti ini.
Dia hanya ingin membuat Inglis celaka, dan sementara tidak bisa pergi mengunjungi Hanna.
Tetapi sekarang? Kenapa malah melibatkan banyak orang karena masalah ini?
Shawn menoleh ke arah sebrang, yang terdapat mobil yang sangat dia kenali sedang parkir di sana.
Dia melihat dalam pandangan yang berjarak sekitar 700 Meter. Sampai akhirnya Shawn hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak percaya jika rencananya malah akan membuat banyak orang meregang nyawa.
Karena tidak mau terlibat oleh masalah ini, Shawn langsung buru - buru masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari lokasi kejadian.
Dia tidak perduli dengan kecelakaan ini, tetapi yanb dia harapkan, Inglis masih bisa di selamatkan.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐๐ป๐๐ป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐ฅฐ*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐๐*** ****
*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐ญ๐ญ๐ญ*
Terima kasih๐๐ป๐๐ป