The Silent Girl Is My Toys

The Silent Girl Is My Toys
Chapter 16



KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐ŸŒŠโค๏ธ๐ŸŒน


"Jika kami sering keluar dengan perjalanan bisnis, kami tidak bisa memantaunya dan kami tidak akan pernah tahu apa yang akan mereka lakukkan di belakang kita, dan lebih baik kita melakukan seperti ini, dan jika mereka melakukkan hal itu, setidaknya mereka tidak melakukakn dosa Dad," ungkapanya menjelaskan niatnya menikahkan Hanna.


Mereka hanyalah orang tua yang memiliki ketakutan akan masa lalu buruk mereka. Apa lagi, mereka mempunyai anak perempuan yang mereka takuti akan terjadi hal seperti demikian.


Di Negara Eropa, se x bebas untuk anak remaja sudah menjadi hal yang begitu lumrah, mereka tidak memandang agama atau apapun yang terpenting bagi anak muda sekarang hanyalah sebuah kepuasan, dan ungkapan rasa cinta mereka dengan hal itu.


Mario terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia benar - benar merasa jika pemikiran mereka ini sangatlah konyol.


"Kalian mikir tidak, karena pemikiran kalian yang sangat bodoh ini! Kalian sudah mengambil hak masa muda anak kalian."


"Di saat dia ingin menikmati kuliahnya, ingin memiliki banyak teman, dan bergaul luas, kalian mengambil kebahagian Hanna yang seharusnya kalian berikan, namun kalian Rampas hanya karena ketakutan kalian yang sangat tidak beralasan." Ucap Mario, merasa gagal memberikan pendidikan pada Brina.


Dan di saat mereka sedang mengobrol masalah serius, tiba - tiba saja, Billi yang ikut dalam perjalanan bisnis Mario ke London, terlihat mendatanginya dan membisikan sesuatu.


"Aku sedang tidak ingin menerima tamu." Ucap Mario, menolak tamu yang sedang berada di luar.


"Tetapi, dia adalah besan dari Aldo, Bos."


Sahut Billi, namun kali ini dengan suaranya yang nyaring.


Mario bahkan sampai memijat kepalanya pusing. "Aku tidak perduli dia siapa, kalau aku bilang tidak ingin menerima tamu saat ini, kamu mau apa?!" Tanyanya menantang Billi, yang seperti ingin merayunya untuk menerima tamu itu.


"Tuan, mereka berasal dari kerajaan kolonial Perancis." Ucap Billi lagi, dan kali ini Mario hanya menatapnya dengan tajam.


"Bahkan kerjaan Inggris yang terkenalpun saya tidak perduli, apa lagi hanya dengan kerjaan Perancis yang saat ini sudah mulai redup." Balasnya, menunjukan wibawanya.


Beginilah Mario, dia tidak perduli dengan keluarga bangsawan. Baginya, keluarga sekerajaan apapun masih tidak bisa di sandingkan dengan dirinya yang memegang penuh tahta orang terkaya nomor 1 di Dunia, bayangkan saja, mendiang Arvan yang dulunya menjadi orang terkaya nomor 1 Dunia, kini memberikan Ahli warisannya pada Griffin, sedangkan Griffin tidak menginginkannya dan malah menyerahkannya balik pada Papahnya Albert, tetapi menantunya itu hanya ingin menjalankannya saja dan tidak ingin memilikinya, jadi seluruh harta Arvan kini menjadi miliknya sepenuhnya, sedangkan Stella tidak mau harta kakaknya karena dia sudah cukup dengan harta suaminya sendiri.


Dan karena dua perusahaan berada di dalam naungannya, bisa di bayangkan bukan, seberapa besar harta kekayaanya.


Jika kalian tidak bisa membayangkannya, harta Mario bahkan saat ini sudah mencapai Oktiliun, 5 tingkat di atas triliun.


Bahkan kekayaanya itu, sudah bisa membeli 1 Negara jika memang dia mau, Mario adalah benar - benar tahta tertinggi di dalam dunia bisnis, Bumi, bahkan Dunia Hitam, apa lagi ini hanyalah sebuah kerajaan, bahkan satu perintah saja dia bisa merobohkan kerjaan orang itu.


Billi yang sudah berpuluh - puluh tahun bekerja di bawah pimpinan Mario, akhirnya hanya bisa menghela nafasnya.


Karena mau dia bujuk seperti apapun, Bosnya ini pasti hanya akan mengatakan jika dia benar - benar tidak minat untuk bertemu dengan siapapun.


***


"Tuan Mario sedang tidak ingin menemui siapapun, jadi lebih baik kalian pulang saja." Ucap Billi, mengusir Toreto dari depan Mansion.


Pria itu bahkan terlihat membawa banyak pengawalnya, seperti memang sudah niat sedari awal jika dia mau menyerang Mansion milik Aldo.


"Kami tidak ingin bertemu dengan Mario, kita tidak mengenalnya, yang kami ingin temui adalah Aberline! Jadi lebih baik menyingkir dari hadapanku, jika tidak kamu akan menerima akibatnya!" Ancam Toreto, yang memperingatkan Billi untuk menjauh dari hadapannya dan membiarkannya masuk ke dalam Mansion Aldo.


"Maaf Tuan, saya tidak perduli dengan ancaman yang Anda berikan, tetapi yang jelas, pemilik Mansion ini adalah Mario Jonathan, dan dia menolak untuk menemui Anda, jadi lebih baik Anda pergi dari sini!" Titahnya, masih dengan kesabarannya.


Billi di usianya yang sudah paruh baya, sangat lelah sekali ingin mengeluarkan tenaganya untuk meladeni orang seperti ini.


"Saya tidak akan pergi! Sebelum saya bertemu dengan Aberline! Saya akan memberikan pelajaran kepada pria itu! Karena putrinya sudah berani memberi penghinaan pada keluarga kami!"


"Tapi apa yang meraka lakukkan ini, malah melempar kotoran ke wajah kami! Mereka mengirimkan surat pembatalan nikah dari pengadilan seakan - akan mereka menolak untuk menikah dengan putra kerjaan Polandia!" Pekiknya, menjelaskan masalahnya pada Billi, yang sama sekali terlihat tidak perduli dengan hal itu.


Asisten Mario itu bahkan hanya merespon dengan menguap beberapa kali, seakan - akan dia ingin memberitahu pada pria yang sedang marah - marah di hadapannya ini jika dia sedang mengantuk.


"Sudah bicaranya?" Tanya Billi, dengan tatapannya yang acuh menatap ke arah Toreto.


Membuat pria itu semakin naik pitam di buat olehnya, dan bahkan memberikan kode pada prajurit tentara dan polisi yang sudah dia siapkan untuk menaikkan senjata mereka.


"Jika kamu masih tidak ingin memberikan saya jalan, maka jangan salahkan saya jika kamu akan di tembak mati di sini." Toreto kembali memberikan ancaman pada Billi.


Terlebih lagi, pria itu sudah berlaku tidak sopan padanya karena tidak merespon ucapannya tadi.


Ckleeekkk, pintu masuk utama terlihat terbuka dengan lebar, dan itu di lakukkan oleh pelayan yang memang selalu siaga di dekat pintu.


Terlihat Mario yang berjalan keluar bersama dengan Hanna. "Ada apa ini?" Tanya Mario, dengan berdiri tegak serta tangan yang di masukan ke dalam kantong celananya.


"Bos, apakah Anda keluar ingin menemui tamu ini?" Tanya Billi, ketika melihat Mario yang keluar, padahal tadi dia mengatakan jika tidak ingin melihat tamu ini.


Mario terlihat hanya diam saja, dan memandang ke arah Toreto. "Siapa dia memangnya harus aku temui?" Tanya Mario balik.


Sebelum dia kembali mengeluarkan suaranya. "Tidak, aku tidak ingin menemuinya," jawabnya dengan santai.


"Apa kamu bilang, berani sekali kamu bicara seperti itu denganku! Apakah kamu tidak tahu jika aku ini bisa -" kalimatnya terhenti, ketika melihat para prajurit tentara dan polisi itu serentak menurunkan senjatanya.


"Hey! Siapa yang menyuruh kalian menurunkan senjata kalian?! Saya belum memerintahkan apapun!" Pekiknya dengan marah.


Sedangkan Mario terlihat hanya tersenyum puas sambil menggelengkan kepalanya pelan. "Sepertinya kamu yang tidak tahu di


Mana kamu sedang berdiri saat ini!" Ucap Mario dengan suaranya yang berat.


"Aku adalah Raja Kolonial Prancis, aku bebas berdiri di mana saja aku mau!" Sahut Toreto dengan begitu sombong.


"Oh ya, hanya seorang Raja, pantas saja Cucuku yang cantik ini tidak sepadan dengan putramu." Respon Mario benar - benar sangat dingin.


Dia bahkan sama sekali tidak perduli dengan kemarahan Toreto yang menatap padanya dengan tatapan membunuh.


"Lebih baik kamu pergi dari sini hidup - hidup, dari pada kamu membuat rusuh dan aku hanya akan mengirim mayatmu pada anak dan istrimu." Ucap Mario lagi, sebelum di masuk ke dalam mobil bersama dengan Hanna. Meninggalkan Toreto yang tentu saja menatap tajam ke arah mobilnya yang sudah bergerak keluar dari Mansion.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜*** ****


*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ*


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป