The Silent Girl Is My Toys

The Silent Girl Is My Toys
Chapter 24



KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐ŸŒŠโค๏ธ๐ŸŒน


Hanna dan Rani kini menemukan kelasnya, yang juga di antar oleh Ryan.


"Hem, boleh tidak nanti makan siang, kita makan bersama?" Tanya Ryan pada Hanna, lalu menatap lagi ke arah Rani.


Hanna menoleh ke arah Rani dan Ryan, membuatnya langsung tersenyum. Lalu Hanna menggunakan bahasa isyaratnya menanyakan apakah Ryan menyukai Rani.


"Tidak, aku hanya ingin berteman saja, dan kalaupun nantinya akan suka, itu adalah takdir dari Tuhan." Jawab Ryan, membuat Rani dan Hanna terbelak mendengarnya.


"Kamu bisa menggunakan bahasa isyarat?" Tanya Rani dengan suaranya yang lembut.


Ryan menganggukan kepalanya, "Iya, aku bisa, karena adikku juga sama kondisinya dengan Hanna." Jawab Ryan, membuat Rani menatapnya kagum.


Namun, di saat mereka sedang berbicara santai di depan pintu kelas. Tiba - tiba saja, ke dua mata Hanna menatap sosok yang begitu dia kenal.


Membuatnya menegang, bahkan merasa jika dia tidak bisa bernafas untuk sesaat.


"Non -"


"Maksud saya Hanna, kamu kenapa?" Tanya Rani, ketika menyadari wajah Hanna yang sangat ketakutan.


"Hay sayang." Sapa seorang pria, membuat Rani dan Ryan menoleh secara bersamaan.


"Shawn." Lirih Rani pelan.


Shawn tersenyum, lalu menarik Hanna ke dalam pelukannya. "Aku kangen banget sama kamu, akhirnya kamu datang juga ke sini." Ucap Shawn, ketika Hanna sedang berada di pelukannya.


"Kamu siapa?" Tanya Ryan penasaraan, karena kedatangan pria ini sangatlah tiba - tiba, dan bahkan membuat suasana menjadi tegang.


Shawn menguraikan pelukannya, lalu mengulurkan tangannya menyapa Ryan. "Perkenalkan saya adalah Shawn, tunangan dari Hanna." Ucapnya memperkenalkan dirinya.


Dengan Ragu, Ryan mengulurkan tangannya. Namun, Shawn malah menariknya dalam pelukan singkat khas lelaki.


"She is Mine! Jangan pernah gangu milikku! Apa lagi sampai mengincarnya! Apakah kamu mengerti!" Bisiknya, memberikan ancaman untuk Ryan.


Setelah itu dia kembali menguraikan pelukannya, dengan terus menampilkan senyumannya.


"Kalau begitu, kami tinggal dulu ya, aku ada hal penting dengan Hanna." Pamitnya, dengan merangkul bahu Hanna untuk mendekat dengannya.


"Kamu mau kenalan sama Ranikan?! Kenalan lah, kalau perlu jadian." Ucapnya lagi, lalu segera membawa Hanna pergi menjauh dari ke duanya.


"Saya hanya takut, jika Shawn menyakiti Hanna." Jawabnya dengan menundukan kepalanya.


Ryan merasa ingin bertanya lebih jauh, hanya saja dia merasa ini sangatlah tidak pantas, mengingat jika dia dan Rani baru berteman.


"Shawn adalah mantan kekasih Hanna, dan perpisahan mereka tergolong sangatlah kurang berkenan. Jadi -" Rani menghentikan kalimatnya, karena bel pertanda masuk sudah terdengar.


***


Sedangkan di sisi lain, Shawn membawa Hanna untuk masuk ke sebuah kolam renang yang ada di Universitas itu.


"Shawn! Lepaskan! Kenapa kamu bisa ada di sini? Kamu -" Hanna memberontak untuk melepaskan dirinya dari gengaman Shawn.


"Hanna, aku sudah bilang kalau kamu adalah milikku, dan tentu saja aku tidak akan pernah mau untuk melepaskan kamu!" Shawn dengan tegas melebelkan Hanna adalah miliknya.


Hanna tersenyum dengan getir. "Milikmu?! Kita sudah cerai Shawn! Ingat itu!" Balas Hanna lagi, dengan menggelengkan kepalanya pelan.


Shawn meradang, mendengar kalimat Hanna barusan. Brakk, Shawn mendorong tubuh Hanna untuk menempel ke tembok.


"Shawn! Lepaskan aku! Shawn!"


Shawn sama sekali tidak mendengarnya, dan bahkan langsung menciummm bibirnya dengan paksa.


Plaaaaakkkkk, suara tamparan begitu keras Hanna layangkan di wajah Shawn, agar ciuman paksa itu bisa berhenti.


"Sakit jiwa kamu Shawn! Sakit jiwa!"


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜*** ****


*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ*


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป