The Silent Girl Is My Toys

The Silent Girl Is My Toys
Chapter 25



KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐ŸŒŠโค๏ธ๐ŸŒน


"Shawn! Lepaskan aku! Shawn!"


Shawn sama sekali tidak mendengarnya, dan bahkan langsung menciummm bibirnya dengan paksa.


Plaaaaakkkkk, suara tamparan begitu keras Hanna layangkan di wajah Shawn, agar ciuman paksa itu bisa berhenti.


"Sakit jiwa kamu Shawn! Sakit jiwa!" Maki Hanna sudah terlihat meneteskan air matanya karena takut.


Tetapi Shawn malah tersenyum, dan bahkan tidak gentar sama sekali meskipun dia mendapatkan tamparan yang keras dari Hanna.


"Kalau kamu terus memancingku! Maka aku bisa berbuat yang lebih parah dari ini, apakah kamu mengerti?!" Tegasnya, lalu meninggalkan Hanna begitu saja.


Sepeninggalan Shawn, kaki Hanna terasa lemas sekali, sampai dia terduduk di lantai dan meringkuk ketakutan.


Dia menangis sekencang mungkin, meluapkan segala emosinya yang beberapa lama ini terpendam.


Sampai, dia merasa puas, lalu dia pergi ke toilet untuk mencuci wajahnya.


"Nona Hanna." Tegur Rani, kita berhasil mendapatkan Hanna di dalam Toilet.


"Apakah Nona tidak apa - apa? Apakah Tuan Shawn menyakiti Anda?" Tanya Rani dengan khawatir.


"Tidak Rani, aku tidak apa - apa, Shawn tidak menyakiti aku, malah sebaliknya dia malah meminta maaf sama aku." Ucap Rani dengan senyumannya.


Rani menatap mata Hanna lebih dalam, dan dia tahu jika Hanna pasti sedang menyimpan kebohongan.


'Andai saja Nona Inglis ada di sini, pasti tadi dia tidak akan membiarkan Tuan Shawn menarik Anda pergi Nona." Tambahnya lagi, dan hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh Hanna.


"Nona, jam ke dua akan di mulai 2 jam lagi, Nona apakah Anda ingin menunggu di sini atau -"


"Rani, aku sudah bilang panggil aku Hanna, apakah kamu tidak mengerti?"


"Maaf Nona, maksud saya Hanna." Balas Rani dengan menundukan kepalanya.


Hanna yang masih kesal, lalu buru - buru keluar dari kamar mandi untuk meninggalkan Rani di sana.


Sedangkan di luar sana ada Ryan yang sudah menunggu mereka berdua.


"Bagaimana?" Tanya Ryan pada Rani, ketika melihat Hanna yang sudah keluar lebih dulu.


"Hanna tidak apa - apa," jawab Rani, dengan senyumnya yang kikuk.


"Masuklah!" Perintah Shawn, meminta Hanna untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Tidak, aku tidak mau!" Tegas Hanna, menolak permintaan Shawn yang menginginkannya untuk ikut.


"Masuklah, aku tidak akan menyakitimu." Ucap Shawn lagi, dan Hanna mulai melihat sekitaraan, sebelum dia masuk ke dalam mobil Shawn dan ikut Shawn yang entah kemana.


***


"Kita mau kemana?" Tanya Hanna langsung to the point.


"Ke suatu tempat." Jawab Shawn, dengan nadanya yang acuh.


Hanna menoleh pada Shawn. "Kenapa kamu bisa tahu jika aku pindah ke kampus ini?!" Tanya Hanna penasaran.


"Apakah kamu memata - mataiku?" Tambahnya lagi.


Shawn menoleh melihat ke arah Hanna. "Siapa yang mengikutimu? Aku sudah pindah dari seminggu yang lalu, di saat surat pembatalan pernikahaan kita datang,"


"Karena di anggap bikin malu keluarga, jadi aku di buang ke Kota asal dari mendiang Papahku."


"Sedangkan Mamahku adalah adik dari Pamanku yang sekarang." Jawabnya, menjelaskan pada Hanna kenapa dia berada di kampus dan Negara itu.


"Tapi kenapa bisa sama? Dan kenapa bisa kita berkuliah di satu kampus yang sama lagi? Di Negara ini bukan hanya satu kampus ini saja, dan lalu kenapa kita bisa ketemu kembali?" Tanya Hanna lagi, merasa pertemuannya dengan Shawn ini sangatlah tidak wajar.


Ini sangat mustahil jika hanya di kaitkan dengan kata kebetulan.


"Aku pindah ke kampus itu sudah dari seminggu yang lalu, dan kamu! Kamu bahkan baru hari ini, jadi kalau dalam segi logika, siapa yang memata - matai?" Tanya Shawn balik, membuat Hanna terdiam dan memikirkan kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Shawn.


To Be Continue. *


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐Ÿฅฐ*** jangan Sinder.***


Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐Ÿ˜Ž


*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐Ÿ˜ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜*** ****


*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ*


Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป