
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS ๐โค๏ธ๐น
Sudah 1 minggu ini Hanna berada di Madrid, dia tinggal ikut bersama dengan Mario yang mengatakan ingin menghabiskan masa tuanya di kampung halamannya.
Pagi ini, Hanna terlihat mulai berkemas dengan penampilannya yang sangat rapi. Dia ingat jika semalam Grandpanya mengatakan jika saat ini dia masuk ke dalam kampus milik Grandpanya, dan bisa menggunakan baju bebas, tidak seperti kampu - kampus sebelumnya yang harus menggunakan seragam untuk membedakan kelas.
Flashback On
"Hanna, Grandpa sudah mendaftarkan kamu kuliah di universitas ternama yang ada di Negara ini ya, dan Rani juga sudah Grandpa daftarkan."
"Di sini tidak seperti di London, atau di manapun yang derajat kalian harus di bedakan, di kampus ini semuanya sama, kamu bisa bereksplorisasi apapun yang kamu inginkan." Ucao Mario, sembari memberikan dokumen pendaftaran yang sudah di terima di kampus itu.
"Biasanya, kampus tidak menerima pendaftaraan atau pindahan di tengah - tengah semester seperti ini, tetapi karena kamu adaah Cucu Grandpa, dan kampus itu juga milik Grandpa, jadi kamu bisa keluar dan masuk sesukamu." Tambahnya lagi, dengan perasaanya yang begitu bangga dengan dirinya sendiri.
Eden yang mendengar itu langsung mencubit perut suaminya. "Jangan seperti itu! Kamu harusnya ajarkan cucu yang baik! Kok malah kamu ajarkan keluar masuk itu loh!" Tegur Eden pada suaminya.
"Heheh, bercanda sayang, jangan serius bangetlah." Balas Mario dengan terkekeh, sampai Hanna harus menggelengkan kepalanya melihat Grandpa dan Grandmanya yang selalu saja bersikap romantis.
"Terima kasih ya, Grandma, Grandpa," ucap Hanna dengan suaranya yang lembut.
Dia sangat bahagia karena dia kembali bisa melanjutkan kuliahnya di kampus biasa, yang perbedaan kasta tidak nenjadi tolak ukur, di mana tidak ada Shawn yang akan toxic kepadanya.
"Sudah, tidak perlu berterima kasih, lebih baik kamu sekarang istirahat dengan baik, supaya besok bisa bangun dan memulai aktivitas." Balas Mario yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Hanna.
Flashback off
Hanna dan Rani terlihat turun dari mobil, membuat banyak pasang mata yang sedang menatap ke arah mereka.
"Rani, ingat! Bilang pada mereka semua jika aku adalah orang bisu!" Ucap Hanna mengingatkan Rani, tentang apa yang harus dia lakukkan.
"Jangan panggil aku Nona jika berada di kampus! Panggil saja Hanna, agar tidak ada yang memandang rendah kepadaku! Apakah kamu mengerti?!
Rani memandang bingung ke arah Hanna, dia merasa tidak nyaman dan tidak berani memanggil Hanna tanpa sebutan Nona. Tetapi, Hanna hanya menatap ke arahnya dan menganggukan kepalanya pelan sebagai tanda jika dia memang harus melakukannya.
Kini Hanna dan Rani berjalan masuk ke koridor mencari kelas mereka. "Hay, anak baru ya?" Tanya seorang pria yang tiba - tiba menegur mereka.
Hanna hanya melihat saja, ketika pria itu menjulurkan tangannya untuk bersalaman. "Aku Ryan, kamu?"
"Hem, Maaf Nama dia Hanna, dan Saya Rani."
"Ryan, maaf, tetapi Hanna adalah seorang Gadis bisu, jadi dia tidak akan bisa menjawab kamu." Ucap Rani, memberitahukan kondisi Hanna pada pria asing itu, membuat Ryan tersenyum kikuk dan menarik tanganya yang tidak di tanggapi oleh Hanna.
To Be Continue. *
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ******๐๐ป๐๐ป**** dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
Dan Jangan lupa yah, dukunganya๐ฅฐ*** jangan Sinder.***
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya๐
*Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal ****๐ญLike,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya********๐๐*** ****
*****Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ******๐ญ๐ญ๐ญ*
Terima kasih๐๐ป๐๐ป