
DI CHAPTER INI BAKAL PANJANG BANGET KARNA CHAPTER INI ADALAH CHAPTER TERAKHIR.
DAN SORRY BANGET KALO BANYAK YANG TYPO:')
SORRY KALO ENDING NYA KURANG SERU KARNA AKU GK PINTER BIKIN ENDING:')
HAPPY READING KAWAN❤️
"jadi ini gunung Moe bo?" Gumam xuan yu.
"Ayo masuk,tunggu apa lgi?" Ujar nan Xun
"Kemari lah" kata nan Xun sembari membentang kan kedua tangan nya,memberi isyarat agar xuan yu berjalan ke pelukan nya.
"Un...untuk apa?" Tanya xuan yu dengan wajah memerah.
"Sudah cepat!" Perintah nan Xun
Dengan ragu xuan yu berjalan ke arah nan xun.
"Lingkarkan tangan mu di leher ku" ucap nan Xun dan di turuti xuan yu.
Blusss
Nan Xun berlari dengan sangat cepat seperti bayangan dan sesekali melakukan gerakan seperti terbang dari batu ke batu,lalu pohon ke pohon.
"Di mana letak bahaya nya?" Tanya xuan yu masih bingung, sedari tadi dia aman-aman saja bersama nan Xun.
"Di sekitar puncak gunung nya" jawab nan Xun yang masih fokus berlari.
"Apa kau tidak lelah?" Tanya xuan yu.
Nan Xun hanya menggeleng dan terus berlari sambil menggendong permaisuri nya.
"Ck gawat!" Nan Xun berdecak saat hendak memijakkan kaki nya di puncak gunung.
Mata nya berubah dingin ketika melihat beruang hitam besar dan ular berbisa yang mengelilingi bunga berwarna putih bersih itu,apa lagi jika bukan obat penawar nya?
"Ada apa?" Xuan yu menoleh ke belakang dan melihat beruang berwarna hitam.
"Turunkan aku" kata xuan yu bersiap menyerang beruang hitam trsbt.
"Diam saja di situ,peluk aku dengan erat!" Ucap nan Xun yang masih menatap lurus ke arah beruang.
"Dia kemari!" Pekik xuan yu.
"Aku tahu!"
Nan Xun melompat mundur saat beruang hitam itu mengayunkan cakar nya ke arah mereka berdua.
"Graaaaa graaaa" Raung beruang itu marah.
"Turunkan aku!" Kini tangan xuan yu gatal ingin menarik pedang.
"Diam saja disini!" Nan Xun memper erat pelukan nya di pinggang xuan yu.
"Grrr grr" terdengar eraman harimau dari belakang mereka berdua.
"Ada harimau!,cepat turunkan aku!" Teriak xuan yu tak jengkel.
"Ck Menyusahkan!" Nan Xun menggerutu.
"Lepas!" Xuan yu memberontak di pelukan nan Xun.
"Graaa graa" Auman beruang dan harimau itu masih tak membuat hati nan Xun dan xuan yu gentar.
Tapi mereka tetap waspada tingkat tinggi karna pastinya di gunung ini bukan hanya 2 hewan buas saja kan?.
Harimau itu mulai berlari ke arah nan Xun dan xuan yu.
Nan Xun melompat dan menghindari serangan harimau tadi.
Tapi karna nan Xun sedikit lengah xuan yu dengan senang langsung keluar dan melepas paksa eratan tangan nan Xun.
"Kau! Cepat kembali" kata nan Xun dengan kerutan di dahi nya.
"Jangan kau pikir aku adalah wanita lemah!,ingat aku xuan yu wanita modern yang hidup 350 tahun kemudian di tambah lagi aku adalah putri dari pemilik geng mafia" xuan yu sibuk memamerkan identitas nya dan lupa akan beruang liar dab harimau ganas yang mendekat ke arah mereka.
"Cukup. Kau terlalu banyak bicara permaisuri!" Nan Xun mulai maju dan yeah! Pedang nya berhasil menggores tangan beruang hitam tersebut.
"Nan Xun!" Teriak xuan yu saat melihat harimau ganas itu ingin menerkam nan Xun dari belakang.
Dengan kecepatan penuh xuan yu berlari ke arah saja dan berhasil menebas kepala harimau tersebut dengan sekali tebas!.
Darah harimau itu bermuncratan di mana-mana.
Menampilkan senyum mengerikan xuan yu yang menikmati pemandangan darah itu.
"Sudah cukup menikmati nya?" Kata nan Xun yang juga sudah berhasil melumpuhkan beruang itu.
"Hn!. Ayo" ujar xuan yu.
______
"Jangan sampai membangun kan dia" kata nan Xun melangkah tanpa suara bersama xuan yu.
Sssttt (anggep aj suara ular yg berdesis,abis bingung mau nulis gimana😂)
"Di...dia bangun?" Bisik xuan yu.
"Tida.mungkin dia hanya terusik,dan lihat matanya masih terpejam" jawab nan Xun juga berbisik.
"Kau terlalu lama mengatur strategi,kenapa tidak langsung membunuh nya dengan menancapkan pedang di kepala nya?" Tanya xuan yu
"Benar juga,kenapa tidak dari tadi" kata nan Xun.
"....."
Xuan yu berjalan mendekat ke arah ular tersebut.
Mengangkat pedang kesyangan nya tinggi lalu menancapkan pedang nya di kepala ular tersebut.
Ular itu terkejut dan membuka matanya.
Menyemburkan beberapa bisa ke arah nan Xun yang berada tepat di depan kepala ular tersebut.
"Awas!" Pekik xuan yu.
Hft...
Nan Xun berhasil menghindari nya.
Sringg
Xuan yu memotong kepala ular tersebut.
Namun....
"Ke...kenapa pedang ku langsung berubah menjadi warna hitam?!" Kaget xuan yu.
"Ck! Bodoh buang pedang itu cepat!!!" Ujar nan Xun yang langsung memukul tangan xuan yu agar melepaskan pedang itu.
"It...itu kenapa bisa?" Tanya xuan yu yang menatap terkejut ke arah pedang nya.
"Daging dan darah ular ini memiliki racun yang sangat kuat" jawab nan Xun.
"Hm...aku mengerti. Baiklah kalau begitu ayo ambil bunga cantik ini lalu kita rebus!" Ujar xuan yu yang ingin mengambil bunga putih itu dengan tangan kosong.
Plakk
Nan Xun memukul tangan xuan yu yang membuat xuan yu menatap tajam ke arah nya.
"Kenapa?!" Tanya xuan yu kesal.
"Air di sekeliling bunga ini beracun!,jangan ambil itu dengan tangan kosong!" Jawab nan Xun.
"Hn!. Yasudah cepat kau saja yang ambil!" Kata xuan yu.
Nan Xun mengambil bunga itu menggunakan pedang nya.
Bunga itu dia letakkan di bagian pipih pedang nya dan memasukkan kedalam kotak kayu dengan ukiran bunga yang indah.
"Sudah selesai?" Tanya xuan yu.
"Hm".
"AWAS!!!!!" xuan yu menarik tubuh nan xun, dan merubah posisi menghadap ke nan xun.
"Graaaa" aum beruang itu marah!
Srakkk
Beruang itu mencakar punggung xuan yu dalam.
"Uhuk" muntah darah.
"Xuan yu!!!" Emosi di otak nan Xun telah meluap.
Xuan yu masih mampu membuka mata dan berdiri.
"Tenang saja..uhuk! Ini tidak seberapa!" Kata xuan yu dengan senyuman.
Xuan yu menarik pedang nan Xun dan berbalik menghadap ke arah beruang si**an itu.
"Hei beruang bodoh! bukan kah tadi kau sudah mati?" Xuan yu berbicara ke arah beruang tadi.
"Graaaaa!!" Beruang itu mengaum marah ke arah xuan yu.
Xuan yu menghindari cakaran beruang itu.
Nan Xun yang melihat nya tak mungkin diam saja.
Nan Xun berlari ke arah xuan yu dan membantu xuan yu dengan tangan kosong.
Sringgg
Xuan yu menggores bagian mata milik beruang itu.
Beruang itu oleng dan ingin terjatuh dari puncak gunung ke dasar.
Puakk!
Nan Xun menendang kepala beruang itu hingga terjatuh ke dasar.
"Kau tidak apa apa?" Tanya nan Xun khawatir.
"Hm" jawab xuan yu dengan deheman dan anggukan
Entah getaran dari mana yang membuat tubuh mereka oleng.
Nan Xun yang berada di pinggiran puncak gunung hampir terjatuh.
Namun xuan yu menarik nan Xun dan mengubah posisi mereka.
Nan Xun di zona aman dan xuan yu di pinggiran gunung.
Krakk krakk...
Pijakan yang di injak xuan yu retak.
"XUAN YU!!!!" teriak nan Xun.
"AH!" xuan yu hampir terjatuh,namun untung tangan xuan yu berhasil di genggam nan Xun.
Tapi....
Mereka belum beruntung.
Nan Xun berada di pijakan yang sedikit lagi akan retak jika di tambah beban.
Sangat mustahil jika dia menarik xuan yu kembali ke atas.
"Lepaskan aku" ucap xuan yu dengan mata berkaca.
"Kau! Apa yang kamu bicarakan! Tidak akan!" Kata nan Xun emosi.
"Jika aku naik ke atas, pijakan yang kau injak akan retak. Yang ada malah kita berdua yang terjatuh." Ujar xuan yu.
Nan Xun tak menjawab omongan xuan yu,dia masih menahan tangan xuan yu agar tidak lepas.
"Jaga Wang Soo,jangan sampai dia di sakiti orang lain ja-"omongan xuan yu terpotong.
"Apa-apaan yang kau bicarakan ini?!, Kita akan membesarkan dan menjaga Wang Soo bersama!!!" Sentak nan Xun dengan nada tak suka.
"Jangan biarkan selir agung mengasuh/menyentuhnya. Aku ingin kau sendiri yang membesar kan nya" xuan yu melanjutkan omongan nya dan tak menghiraukan ucapan nan Xun tadi.
"Kau!" Nan Xun terkejut saat xuan yu melepas paksa genggaman tangan nya.
Namun saat 2 jari terakhir,xuan yu menghentikan gerakan nya.
Syunggg
Xuan yu jatuh kebawah dengan perlahan.
Dengan senyum Dan air mata berlinang.
"Aku mencintai mu" kata xuan yu sekali lagi tanpa suara.
Pikiran nan Xun nge blank.
Dia ingin segera melompat menyusul xuan yu.
Namun sayang tubuh nya di tarik kebelakang oleh pengawal pribadi nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" kini mata nan Xun mulai berkaca-kaca.
Bertahun-tahun dia hidup,baru pertama kali dia menangis karna wanita.
"Yang mulia kondisikan kesedihan anda. Ingat di sana masih ada tanggung jawab kekaisaran Que Utara dan pangeran Wang soo anak anda. Jika anda tiada tidak ada lagi yang akan melindungi pangeran" ucap pengawal pribadi nan Xun sembari berlutut.
Selama perjalanan ke arah kerjaan dan sampai tiba di kerajaan pandangan nan Xun kosong sembari berjalan ke arah kediaman Wang Soo.
"Yang mulia kaisar sudah tiba! Yang mulia kaisar sudah tiba!" Teriak para pelayan bersorak gembira.
"Yang mulia selamat datang kembali,hm...dimana yang mulia permaisuri?" Tanya tabib tersebut yang celingak celinguk mencari xuan yu.
Nan Xun menggeleng dengan pandangan kosong.
Brukk
Liu xin yang mendengar itu terjatuh lemas.
"No..nona" ucap nya lirih.
Tabib tersebut juga terkejut atas apa jawaban gelengan dari nan Xun.
"Turut berduka cita yang mendalam untuk yang mulia" seluruh orang yang ada di kediaman putra mahkota berlutut. Ada yang berlutut sambil menangis ada yang berlutut dengan tatapan kosong namun hati nya sangat hancur.
"Cepat sembuhkan putra mahkota" kata nan Xun dengan tatapan kosong sembari melempar kotak kepada tabib.
_____
Brakkk!!!
"Nan Xun! Bagaimana bisa xuan yu tiada!" Tangis ibu suri saat memasuki kamar Wang Soo.
Dan diikuti Xue chi dari belakang yang sedang berjalan dengan tenang.
Nan Xun diam, mulutnya sangat kelu untuk berbicara.
"Nan Xun jawab ibunda!" Teriak ibu suri
Ibu suri terus berteriak ke arah nan Xun dan mengguncang bahu nan Xun.
Nan Xun tau ibunda nya sangat sedih dia pun juga sangat sedih! Tapi apa ibunda nya bisa diam sedikit?!.
"DIAM!" kini nan Xun membentak ibunda nya dengan terpaksa lalu menunduk dan menutup mata nya yang mulai memunculkan air mata.
Ibu suri terdiam dalam Isak tangis nya.
"Yang mulia selir ini merasa sangat sedih akan kepergian permaisuri hiks hiks" kini Xue chi menangis palsu.
Nan Xun menatap tajam ke arah Xue chi, dia tau Xue chi lah dalang di balik ini semua. Namun sayang perbuatan Xue chi sangat halus hingga tak menyisakan bukti setitik debu pun.
"Keluar kau!. Ku usir kau dari istana ini!!! Dan Ku cabut gelar mu!!!!" Teriak nan Xun yang membuat Xue chi terperangah.
"Ke..kenapa begitu yang mu..mulia?! Apa salah selir ini????" Tanya Xue chi dengan wajah pucat.
"Rencana pembunuhan putra mahkota!" Jawab nan Xun yang membuat ibu suri menatap kaget ke arah menantu yang dia anggap sama baiknya dengan xuan yu.
"Ib..ibu suri...ini..." Xue chi menatap ibu suri meminta pertolongan.
"Dasar wanita ja**ng! Ternyata kau sangat busuk!!. Hukum mati selir agung!!!" Kini ibu suri ikut marah.
"Ti...tidak! Aku tidak bersalah!,yang mulia!!!!" Teriak selir agung ketika di seret para pengawal.
"Ib...ibunda" lirih Wang Soo yang mulai sadarkan diri namun mata nya masih terpejam.
"Wang Soo cucuku!" Ibu suri berjalan mendekati Wang Soo dan di susul nan Xun.
"Ibunda! Ibunda mau kemana!!!" Teriak Wang Soo.
"Ibunda!!!" Wang Soo bangkit dari tidur nya dan duduk dengan nafas terengah-engah.
"Ne...nenek?" Ucap Wang Soo.
"Dimana ibunda??" Tanya Wang soo mencari ibu nya di seluruh pojok ruangan.
"Ib..ibunda mu sedang istirahat,dia..." Omongan ibu suri terpotong.
"Ibunda bilang padaku bahwa dia tidak akan kembali lagi,kemana ibunda pergi??" Tanya Wang Soo dengan mata memerah.
"Wang Soo kau fokus saja menyehatkan diri. Ibunda aku ingin kembali ke kediaman ku" ucap nan Xun yang berjalan keluar.
"Jika ada kesempatan aku ingin bertemu dengan mu!!!, Dimana pun kau berada!" Kini mata nan Xun berkaca-kaca.
Para pelayan tidak ada yang berani membuka suara saat melihat nan Xun berjalan.
Wajah nan Xun menggelap,rahang nya mengeras,mata nya memerah karna menahan kesedihan yang benar-benar dalam untuk nya, hati nya hancur yang tak bisa dihitung berapa keping pecahan nya.
_________
"Arghh" pekik wanita yang terbarik di king size milik nya.
"Ini...ini kamar gw yang di dunia modern,kenapa gw disini?" Gimana xuan yu menahan sakit di kepala nya.
"Tuan besar! Nona besar sudah bangun!" Teriak pelayan yang mengenakan seragam pelayan jaman modern.
"Xuan yu!" Ucap lelaki paruh baya tersebut.
"A...ayah?!!" Kaget xuan yu.
"Kau sudah bangun? Syukurlah!!" Ujar ayah angkat xuan yu.
"A..ayah dimana letak kerajaan Que Utara yang ada di 350 tahun lalu?" Tanya xuan yu yang membuat dahi ayah nya mengkerut.
"Aku tidak tahu letak pasti nya dimana,tapi dalam hitungan jarak adalah 7km" jawab ayah angkat xuan yu.
Xuan yu mengangguk.
"Ayah,aku ingin sendiri biasakah ayah keluar dulu dengan yang lain juga?" Tanya xuan yu
"Hm..i...iya" jawab ayah xuan yu dengan anggukan.
Klek.
Pintu kamar xuan yu tertutup.
Xuan yu langsung melompat dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah laptop nya.
Dan mengetik "sejarah kekaisaran Que Utara" di gugli
"Ini dia!" Pekik xuan yu lalu mengklik nya.
SEJARAH KEKAISARAN QUE UTARA.
tepat nya pada saat 350 tahun lalu ada kaisar bernama nan Xun dan permaisuri bernama xuan yu.
Kaisar memiliki beberapa selir yaitu:
1.selir agung \= Xue chi.
Selir kehormatan \= Lu Fei Fei.
Selir kebanggaan \= Qu Xian.
Selir kemuliaan \= Li Luo.
Di antara keempat selir tersebut hanya ada satu selir yang berhasil hamil yaitu selir agung Xue chi,namun sayang kandungan nya gugur.
Kaisar hanya memiliki 1 anak yaitu pangeran Wang soo yang akan menjadi penerus tahta tunggal.
Sang permaisuri mati karna pergi bersama kaisar untuk mencari penawar racun yang di derita pangeran Wang Soo. Di duga racun itu di buat oleh selir agung.
Setelah mendapat penawar racun Wang soo,sang kaisar mengusir selir agung dari istana karna kaisar mengetahui bahwa selir agung lah yang meracuni putra mahkota dan ibu suri juga marah lalu memberi hukuman mati pada selir agung. Kami memang tak tahu jelas bagaimana kaisar mengetahui hal tersebut.
Setelah permaisuri mati dan selir agung di hukum,di ketahui kaisar tidak pernah menikahi wanita lain lagi.
Kaisar meninggal saat 2 bulan pangeran Wang Soo telah menjabat menjadi kaisar.
Informasi ini di temukan di buku harian pelayan pribadi permaisuri Liu xin.
-
Air mata xuan yu mengalir.
Segera dia mengambil jaket dan berjalan keluar.
"Kau mau kemana?" Tanya ayah xuan yu heran.
"Melihat sesuatu" jawab xuan yu seadanya.
Xuan yu menancapkan gas ke mobil sport mewah milik nya dan berjalan ke arah kerjaan Que Utara dimana jaman nya sekarang sudah menjadi sebuah musium yang dapat di kunjungi bebas oleh orang-orang
Ckittt
Xuan yu memakirkan mobil nya di parkiran dan mulai berjalan ke luar dari mobil.
Dia mengamati seluruh bangunan kerajaan itu.
Kaki nya berjalan ke arah ruangan seperti aula,di mana dinding² nya terdapat lukisan para kaisar terdahulu.
Xuan yu berhenti di Antara lukisan Wang Soo dan nan Xun.
Tangan nya mengelus wajah lukisan itu.
"Hiks,maafkan aku karna meninggalkan kalian! Maafkan aku! Hiks hiks" xuan yu menangis dengan hati yang hancur.
"Hei nona jangan asal menyentuh lukisan itu!" Tegur penjaga.
Xuan yu langsung menoleh marah ke arah penjaga yang mengganggu nya.
"Ma..maaf mengganggu" ucap penjaga itu gugup.
Xuan yu dengan kesal berjalan keluar ruangan itu dan tak sengaja melihat pohon sakura yang dulu nan Xun hadiah kan untuk nya.
"Ini adalah pohon sakura yang di tanam secara pribadi oleh kaisar nan Xun untuk istri tercinta nya permaisuri xuan yu" ucap pemimpin tour pada pengunjung yang menatap baper ke arah pohon sakura itu.
Bunga sakura itu tiba-tiba saja terjatuh dan hal itu tidak di lewatkan dengan sia-sia oleh para pengunjung,mereka langsung menyalakan hp dan mulai berfoto.
Xuan yu menatap lurus ke arah pohon sakura.
Tangan nya mengadah kedepan dan menangkap 1 helai bunga sakura.
Xuan yu tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Kau suka?" Ucap pria dari belakang xuan yu
Xuan yu mengenali suara itu dan segera menoleh kebelakang.
"Kau..." Xuan yu menutup mulut nya dengan mata yang melebar dan berkaca-kaca.
"Jadi seperti ini zaman mu" kata pria itu sembari tersenyum.
Xuan yu masih terpaku dan menutup mulut nya
Mata nya sudah tidak bisa menahan air mata lagi dan jatuh lah air mata itu.
"Kenapa kau menangis?" Tanya pria itu lalu memeluk xuan yu.
"Kau kemari nan Xun" ucap xuan yu lirih.
"Ya aku kemari untuk menemui mu. Menemui istri ku" ujar nan Xun berbisik di telinga xuan yu.
"Sudah cukup jangan menangis lagi!,bukan kah dulu kau bilang bahwa kau bukan wanita lemah?" Kata nan Xun sembari menghapus air mata xuan yu.
"Kau..hahaha" ujar xuan yu tertawa bahagia dengan mata yang masih berkaca-kaca,begitu juga nan Xun tertawa dan menatap xuan yu dengan hangat.
"Aku mencintai mu" kini xuan yu yang memeluk duluan.
"Aku lebih mencintai mu!" Jawab nan Xun.
TAMAT