The Reincarnation Of Empress Xuan Yu

The Reincarnation Of Empress Xuan Yu
34



"permaisuri permaisuri! Gawat!!" Teriak pelayan wanita dari balik pintu ruang belajar xuan yu.


"Liu xin,buka pintu" kata xuan yu dan di angguki Liu xin.


"Kau setidak nya sopan sedikit ini kediaman permaisuri!" Omel Liu xin dengan suara pelan kepada pelayan wanita tadi.


"Maa..maaf. salam hormat yang mulia permaisuri" ucap pelayan tersebut dengan gemetar.


"Bangkitlah,ada apa?" Tanya xuan yu yang masih fokus dengan berkas keuangan Anggota kerajaan.


"Putra mahkota,putra mahkota!!" Ucap pelayan tersebut terbata-bata.


Xuan yu langsung menatap ke arah pelayan tersebut dengan mata poenix nya."ada apa dengan putra mahkota???"


"Putra mahkota tidak sadarkan diri setelah memakan cemilan tadi siang" kata pelayan tersebut.


"Apa?! Ayo segera pergi ke kediaman putra mahkota" ucap xuan yu dengan nada khawatir.


____


Brakk


"Salam hormat yang mulia permaisuri" ucap tabib yang sedang menulis resep obat untuk Wang Soo.


"Bagaimana keadaan putra ku??" Tanya xuan yu.


"Keadaan putra mahkota....itu...hamba tidak bisa menjamin akan selamat dengan mudah" jawab tabib dengan keringat dingin.


"Persetan!!!!. Kau! Dari mana tadi asal cemilan yang dimakan pangeran?!" Tanya xuan yu pada pelayan wanita yang biasa menemani Wang Soo sembari menunjuk.


"Men..menjawab yang mulia it..itu dari kediaman selir agung" jawab pelayan itu.


Brakk!!!


"Sialan!" Xuan yu langsung bergegas berdiri dan berjalan dengan langkah cepat ke arah kediaman awan milik Xue chi.


___


"SELIR AGUNG!!!" teriak xuan yu memasuki kamar Xue chi.


"Ah... permaisuri,ada apa anda datang ke kediaman saya?" Tanya Xue chi dengan nada manis,sangat manis dan itu sangat menyebalkan di telinga xuan yu.


"Katakan,makanan apa yang kau berikan pada anak ku" kata xuan yu sembari menyipitkan mata nya tajam ke arah Xue chi.


"Hanya kue kering,apa ada masalah?. Saya istri kaisar berarti pangeran Wang soo juga anak ku,tidak ada salah nya kan jika aku memberi pangeran makanan/cemilan?" Ujar Xue chi.


"Buang omong kosong mu!,racun apa yang kau berikan pada anak ku" kini tangan xuan yu tepat di leher Xue chi bersiap untuk mencekik nya sampai mati.


Tatapan mata Xue chi berubah menjadi dingin, smrik mengerikan nya keluar.


"Jika aku tidak bahagia maka kau juga tidak akan bahagia" ucap Xue chi dengan senyum mengerikan.


"Jika aku tidak bahagia,maka aku akan berusaha bahagia dengan cara membunuh mu. Kau pikir aku tak berani membunuh orang?" Kini gantian xuan yu memamerkan senyum iblis nya.


"Heng!. Penawar racun itu hanya ada 2 tempat di dunia." Kata Xue chi dengan wajah angkuh.


"Dimana pun itu pasti saya dapatkan" balas Xuan yu.


"Jangan terlalu sombong dlu. Tempat pertama penawar racun itu ada di puncak gunung Moe bo dan yang ke dua...ada pada diriku. Jika kau ingin mendapatkan nya serahkan kedudukan permaisuri dan hati kaisar nan Xun pada ku lalu berlutut pada ku di aula kerajaan" ujar Xue chi.


Rahang xuan yu mengeras,mata poenix nya berkilat merah, tangan nya meremas kencang jubah permaisuri nya.


"Apa syarat itu terlalu sulit? Ayolah itu hanya 3 langkah. Tidak terlalu sulit bukan permaisuri?" Kini senyum mengejek timbul di bibir Xue chi.


Jika bukan karna ini di istana xuan yu sudah membunuh nya di tempat dari tadi. Jika dia main asal membunuh Xue chi pasti akan terjadi kegaduhan besar di kerajaan dan pasti nya nama baik keluarga Leng akan tercoreng tinta hitam yang tak akan bisa di hapus, karna memiliki putri seorang pembunuh.


"Di mana gunung Moe bo?" Tanya xuan yu dengan menekan amarah nya.


"Di dekat perbatasan antara kekaisaran Que Utara dan kekaisaran Que selatan" jawab Xue chi dengan senyum devil nya.


"Kau jangan banyak bermimpi untuk menduduki posisi permaisuri dan memiliki hati kaisar. Aku pasti akan mendapat penawar racun busuk mu itu!. Jika aku tidak dapat aku akan membunuhmu tidak perduli akan reputasi ku yang hancur nanti" ujar Xuan yu dengan mata tajam yang menusuk.


"Puncak gunung Moe bo bukan lah tempat yang mudah di capai dengan seenak mau mu. Banyak tanaman dan hewan beracun di sekitar nya. Aku khawatir bukan nya putra mahkota yang mati tapi malah dirimu. Tapi itu bagus! Karna aku bisa menduduki tahta permaisuri dengan mudah setelah kau mati" kata Xue chi dengan nada mengejek,meremehkan,dan tentu nya merendahkan.


Xuan yu tak membalas perkataan Xue chi lagi,sekarang dia akan menemui nan Xun di ruang singgah sana dan mulai memerintah beberapa orang untuk pergi ke gunung Moe bo.


____


"Racun jenis apa itu?" Tanya nan Xun setelah mendengar penjelasan xuan yu bahwa Wang Soo keracunan.


Xuan yu menggeleng lesu. Dia tidak tahu karna Xue chi tadi tak menyebut kan jenis racun nya.


Nan Xun menggeleng dan memegang tangan xuan yu lembut.


Lalu beridiri dengan gagah ke hadapan para pejabat.


"Siapa yang bisa pergi ke puncak gunung Moe bo akan ku beri hadiah 2000 tael emas" kata nan Xun dengan suara tegas.


Para pejabat mulai saling pandang satu sama lain dan berbisik-bisik.


"Yang mulia di antara kami semua tidak ada yang berani pergi ke gunung Moe bo,di karenakan gunung itu memang benar-benar berbahaya." Ucap salah satu pejabat.


"Benar yang mulia,gunung itu benar-benar sangat berbahaya. Banyak hewan buas dan beracun di sana di tambah lagi banyak tanaman beracun yang sangat berbahaya" saut pejabat yang lain.


"Yang mulia tolong maafkan kami semua" ucap seluruh pejabat bersamaan lalu berlutut.


Nan Xun menatap gelap ke arah depan.


Xuan yu menutup mata nya sembari memijat dahi nya pelan.


"Kau tenang saja,Wang Soo pasti sembuh" ujar nan Xun memberi semangat ke xuan yu.


Xuan yu hanya mengangguk kan kepala nya pelan.


"Siapa orang di balik ini semua?" Gumam nan Xun yang dapat di dengar xuan yu.


Kini mulut xuan yu ingin teriak dan membocorkan bahwa hal ini di lakukan oleh Xue chi ba****an itu.


Namun dirinya belum mempunyai bukti,jika dia asal bicara para pendukung Xue chi tentu tidak akan terima dan akan memprotes ucapan xuan yu, dan malah menambah ketegangan istana.


__________


"Bangun lah Wang Soo" ucap xuan yu dengan lirih sembari menatap sendu pada anak nya ini.


"Berapa lama lagi dia akan terus berbaring seperti ini?" Tanya xuan yu pada tabib kerajaan yang selalu stay beridiri di ujung tempat tidur Wang Soo.


"Menjawab yang mulia. Sampai penawar nya di dapatkan Dan untuk memberi penawar nya tersebut juga memiliki batas waktu" jawab tabib kerajaan.


"Batas waktu?" Tanya xuan yu sembari melirik tabib.


"Iya benar yang mulia, batas waktu nya adalah sampai 1 Minggu. Jika penawar tak kunjung di temukan maka..." Jawab tabib tersebut menggantung dan ragu untuk melanjutkan nya.


"Maka apa?!" Tanya xuan yu menatap tajam ke arah tabib.


"Maka pangeran mahkota tidak dapat di selamatkan!" Jawab tabib tersebut dengan nada nge rap lalu berlutut.


Tubuh xuan yu menegang seketika, ketika mendengar ucapan yang sudah di lontarkan tabib tersebut.


"Aku pasti mendapat kan nya!" Ujar xuan yu yang langsung bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kediaman Wang Soo.


____


"Yang mulia tunggu!" Ujar Liu xin dengan Ter engah-engah menyusul xuan yu dari belakang.


"Anda ingin kemana nona?" Tanya Liu xin.


"Ruang singgah sana" jawab xuan yu dengan tatapan tajam.


Brakk


Seluruh pejabat yang masih berdiskusi tentang racun putra mahkota pun berhenti seketika, ketika mendengar suara pintu di buka dengan kasar.


"Yang mulia, bagaimana?" Tanya xuan yu.


Nan Xun menggeleng dan itu membuat xuan yu geram.


Si*lan Xue chi!,racun apa yang dia gunakan hingga mampu membuat tanah kekaisaran gentar?!


"Apa di antara kalian benar-benar tidak ada yang berani ke gunung Moe bo?!" Tanya xuan yu dengan suara khas membentak.


Para pejabat hanya bisa menggeleng dengan gemetar,mulut mereka sangat kaku sekarang.


"Apa kalian ingin membuat ku melihat anak ku sendiri mati hah?!" Marah xuan yu.


Masa iya di seluruh tanah kekaisaran Que Utara tidak ada yang berani ke gunung Moe bo?!,memang nya seberbahaya apa gunung itu?!.


"Ti...tidak mungkin kami akan berbuat seperti itu yang mulia. Yang mulia..gunung itu memang lah sangat berbahaya" ucap salah satu pejabat.


"Yah..sangat berbahaya berbahaya!" Saut pejabat yang lain dengan keringat dingin bercucuran.


"Jika tidak ada yang berani pergi kesana maka aku yang akan pergi!!!" Kata xuan yu yang membuat seluruh pejabat terkejut.


Nan Xun langsung beridiri dan memegang pergelangan tangan xuan yu.


"Jangan kesana!" Kata nan xun dengan ekspresi serius.


"Anak kita sedang di ambang kematian kaisar!,apa anda akan diam saja dan melihat anak kita di masukkan kedalam tanah?!" Kini ekspresi xuan yu benar-benar seperti iblis sedang mengamuk. Dirinya benar-benar sangat marah!


"Tidak!. Kau diam saja di kerajaan biar aku yang pergi kesana" ujar nan Xun.


Para pejabat yang mendengar ucapan nan Xun langsung memperdalam berlutut nya.


"Yang mulia!!! Tolong jangan korbankan nyawa anda!!,peran dan kesehatan anda sangat penting di kekaisaran ini!,begitu juga yang mulia permaisuri!" Ucap para pejabat.


"Tidak ada pilihan lain!" Ujar nan Xun dengan suara tegas bercampur dingin.


"Tidak yang mulia,biar permaisuri ini saja yang pergi,anda tetap lah fokus memimpin kekaisaran" kata xuan yu.


"Wang Soo adalah anak kita berdua!!! Aku juga berhak berkorban untuk nya!" Kini nan Xun menatap xuan yu dengan tatapan ber api-api.


Xuan yu memunculkan seulas senyum dari bibir manis nya.


"Baiklah,Sekarang kita berangkat" kata xuan yu menatap nan Xun.


"Apa tidak bisa besok pagi saja?,ini sudah hampir malam" tanya nan Xun.


"Nyawa Wang Soo lebih penting dari pagi ataupun malam" jawab xuan yu.


_____


Padahal baru tadi pagi aku bertemu Wang Soo saat melihat bunga sakura,tapi siang tadi dia sudah berada di ujung nyawa dan sampai sekarang masih belum mampu membuka mata. Jika Wang Soo mati entah kata-kata apa yang akan aku ucapkan pada mendiang permaisuri. Aku bersumpah jika Wang Soo tak dapat di selamatkan aku akan membunuh Xue chi sebagai pembalasan nya dan menggantung mayat nya di depan gerbang utama istana dengan kepala setengah terpotong!. - batin xuan yu


"Kau sudah siap?" Ujar nan Xun yang membuat xuan yu sadar dari pikiran nya.


"Hm" angguk xuan yu dengan mantap.


Mereka berdua mulai menaiki kuda dan berjalan dengan kecepatan penuh menuju gunung Moe bo.