
Suara dentingan pedang yang saling beradu terdengar nyaring.
Tergambar jelas di wajah Chen dan an ding tidak ada yang ingin mengalah.
"Dasar pengkhianat!" Murka Chen.
"Lalu apa beda nya dengan dirimu?, Merebut 'istri' orang lain,ah.. tidak...bukan orang lain,tapi kakak mu!" Balas an ding
Walaupun an ding juga ingin memiliki xuan yu sepenuhnya, tapi wanita ini adalah istri sah milik kaisar,dan lagi pula...kedudukan diri nya sama sekali tidak sebanding dengan nan Xun.
Dan ada kemungkinan juga,xuan yu tidak senang di ajak pergi begitu saja dengan nya,karna dia sempat melihat jelas wajah xuan yu tadi ketika membela nan Xun.
"Hahaha jangan munafik!,kau juga ingin memiliki nya kan?!" Ujar Chen.
"Aku memang ingin memiliki nya,tapi aku tidak akan melakukan dengan cara yang kotor seperti mu!" Balas an ding.
"Dasar bodoh! Mau dengan cara kotor ataupun bersih,pada intinya kau akan merebut wanita orang lain seperti ku!,ah tidak! Xuan yu adalah wanita ku!" Ucap Chen dengan tatapan merendahkan an ding.
An ding terdiam sejenak...
Lalu segera dia mengangkat wajah nya kembali dan membalas ucapan Chen
"Kau salah!,aku-" ucapan an ding terpotong.
"Berhenti mengelak,hari ini adalah hari terakhir mu,nikmati saja!" Ujar Chen,lalu menepis pedang an ding hingga terjatuh ke tanah,setelah itu Chen menendang dada an ding hingga mundur terjatuh.
An ding merasakan sesak yang teramat di dada nya,sekarang dia sudah tidak bisa bergerak lagi.
Namun...
Jleb...
Chen menjatuhkan pedang nya secara tiba-tiba dan itu membuat an ding terkejut.
Chen jatuh ke samping dan menampilkan nan Xun dengan mata dan aura membunuh yang kuat
"Yang..yang mulia!" Ucap an ding terkejut.
Nan Xun tak menanggapi ucapan an ding dan langsung berlari ke arah xuan yu yang sedang pingsan.
Nan Xun mengangkat tubuh xuan yu dengan ala bridal style,lalu berjalan menjauh dari an ding.
"Terimakasih atas pertolongan yang mulia" ucap an ding sembari berlutut.
"Ini bukan apa-apa,justru saya yang harus nya berterima kasih padamu" jawab nan xun yang langsung berjalan pergi ke kediaman xuan yu.
______
"Yang mulia,yang mulia permaisuri sudah siuman!" Heboh Xian.
"Benarkah?,xuan yu!" Ucap nan xun sembari berlari ke arah ranjang xuan yu.
"Yang mulia" ucap xuan yu Tersenyum ke arah nan Xun.
"Apa kau baik-baik saja?,di mana yang sakit??" Tanya nan Xun dengan wajah khawatir.
"Hahaha saya tidak apa-apa yang mulia,saya hanya terkena gas yang entah lah bau nya tidak sedap" jawab xuan yu.
"Hanya kau bilang? Kau suda pingsan selama 2 jam" balas nan Xun.
Hanya menghirup bau tak sedap itu aku bisa pingsan selama 2 jam?- batin xuan yu.
"Ah sudah lah yang mulia, lupakan saja" ujar xuan yu.
"Lain kali jangan pernah membuatku khawatir seperti ini lagi,jika tadi an ding tidak menghadang Chen,entah kamu sudah di bawa pergi dia kemana" ucap nan Xun sembari memeluk xuan yu erat.
"Jika Chen membawa ku pergi,tentu aku akan kabur nanti dan kembali ke pada mu" jawab xuan yu sembari membalas pelukan nan Xun.
"Ah iya! Di mana Wang Soo?!"tanya xuan yu dengan wajah khawatir.
"Dia ada di kediaman ku" jawab nan Xun.
"Kediaman mu?" Tanya xuan yu lagi.
"Iya,tentu kediaman ku yang paling aman untuk nya sekarang. Dia adalah putra mahkota,tentu nyawa nya sangat berharga" jawab nan Xun.
Xuan yu mengangguk dengan nafas lega.
"Baiklah,kau istirahat saja. Aku harus menemui ibu suri" ucap nan Xun.
Xuan yu mengangguk dan mulai menyelimuti badan nya dengan selimut.
________
"Salam hormat untuk ibu suri" ucap nan Xun
Ibu suri tak menjawab,dia hanya bengong dan menatap ke arah jendela dengan kosong.
"Ah kau datang" ucap ibu suri yang langsung berdiri dari duduk nya.
"Apa ibu baik-baik saja?" Tanya nan Xun, walaupun dia sudah tau Jawabannya.
"Bagaimana aku bisa baik-baik saja?" Tanya balik ibu suri dengan senyuman namun mata nya berkaca-kaca. Hati nya saat ini sedang hancur karna mendapat kabar,bahwa anak kedua nya melakukan pemberontakan di istana nya,di tambah lagi Chen anak nya telah melakukan pengkhianatan pada kakak nya si kaisar nan Xun,dan dengan hal itu bisa saja Chen akan di hukum mati.
"Saya mengerti" jawab nan xun.
"Nan Xun,apa kau bisa mengampuni adik mu?" Tanya ibu suri dengan wajah berharap dan air mata yang mengalir.
Nan Xun tak menjawab dia hanya diam,dia tidak mau menghancurkan hati ibu nya. Pemberontakan yang di lakukan Chen adalah sebuah dosa besar!,bahkan ingin merebut istri dari kakak nya yang bahkan berstatus seorang permaisuri kekaisaran.
Jika dia mengampuni Chen,mungkin dia bisa mengampuni Chen karna ibu nya,tetapi apa orang lain bisa?, bagaimana jika nanti banyak yang menentang?,yang ada malah nan Xun yang di tuding sebagai kaisar yang tidak kompeten dan tidak mematuhi peraturan.
Karna tak mendapat jawaban dari nan Xun,ibu suri mengangguk kan kepala nya.
"Baik,ibu mengerti" ucap nya lalu menutup muka nya dengan kedua telapak tangan nya.
"Maafkan aku" ujar nan Xun.
"Tidak tidak,kau tidak salah" balas ibu suri yang masih dengan posisi yang sama dan ter Isak.
"Tinggal kan ibu sendiri,ibu sedang tidak ingin di ganggu" ucap ibu suri.
Walaupun kata-kata nya untuk nan xun ini kurang sopan,namun nan Xun tak mempermasalahkan nya. Dia mengerti keadaan hati ibu nya.
Nan Xun berjalan keluar dari kediaman ibu suri.
"Salam hormat yang mulia" ucap Xue chi yang tiba-tiba datang.
"Ada apa?" Tanya nan Xun dengan muka dingin.
"Tidak ada,saya tadi habis dari kediaman anda,namun saya tak menemukan yang mulia" jawab Xue chi.
"Untuk apa kau mencari ku?" Tanya nan Xun.
"Sa..saya hanya ingin mengetahui kondisi yang mulia" jawab Xue chi.
"Saya baik-baik saja,jika tidak ada yang ingin di bahas lagi,saya pergi" ujar nan Xun meninggalkan Xue chi.
"Yang mulia.." lirih pelayan pribadi Xue chi sedih.
"Tidak apa" ujar Xue chi sembari meremas hanfu ungu nya.
"Hati kaisar seperti nya hanya milik permaisuri" ucap pelayan pribadi Xue chi.
"Sebaik nya aku tidak perlu berharap lebih" ujar Xue chi.
"Tapi-" omongan pelayan pribadi Xue chi terpotong.
"Apa?! Maksud mu aku harus berselisih dengan permaisuri?!,itu sangat tidak mungkin" ujar Xue chi.
"Namun...sampai kapan anda harus bersabar???,saya sangat tidak tega melihat nona sedih dan sakit hati" ucap pelayan tersebut sembari menunduk.
"Sudah jangan bahas ini lagi! Ayo kembali ke kediaman" ucap Xue chi.
________
"Dimana pangeran Chen sekarang?" Tanya xuan yu pada kedua pelayan pribadi nya.
"Penjara bawah tanah nona" jawab Xian.
"Apa hukuman yang di berikan kaisar untuk pangeran chen dan yang lain nya?" Maksud xuan yu 'yang lain' nya adalah lu Jun Fei dan lu Fei Fei.
"Ma..mati" ucap luya.
Xuan yu termenung sebentar sembari mengangguk kecil.
"Kapan hukuman itu dilaksanakan?" Tanya xuan yu dengan tatapan kosong.
"Besok siang nona" jawab Xian.
"Nona...apa kau ingin menyelamatkan pangeran Chen?" Tanya luya.
"Tidak. Ini adalah hukuman untuk nya,sudah menjadi bagian tanggung jawab nya karna berani melakukan pemberontakan" jawab xuan yu.
"Namun..pangeran Chen melakukan pemberontakan untuk anda" ucap luya.
"Namun aku tak pernah menginginkan nya,terlebih lagi aku juga sudah menasihati nya untuk berhenti mencintai ku" ujar xuan yu
"Sudah,jangan bahas pangeran Chen lagi,kalian kembalilah aku ingin tidur dan beristirahat" ucap xuan yu.
"Baik" jawab Xian dan luya sembari membungkuk hormat lalu berjalan keluar.