The Reincarnation Of Empress Xuan Yu

The Reincarnation Of Empress Xuan Yu
12



selama di perjalanan menuju kediaman Naga milik Kaisar,tak ada obrolan sama sekali dan hanya di isi oleh keheningan dan juga suara langkah kaki para pengawal yang berjalan di belakang xuan yu serta nan Xun.


setiba di sana kaisar duduk di atas alas yang empuk dan di depan nya terdapat sebuah meja yang berukurang sedang.


"duduk lah" ucap kaisar dengan suara lembut.


xuan yu menangangguk kan kepala dan segera duduk tepat di depan kaisar.


"sejak kapan kau bisa beladiri dan sangat ahli bermain pedang?" kini kaisar membuka inti pembicaraan.


"sejak anda mengacuhkan saya" jawab xuan yu dengan sorot mata dingin.


"xuan yu! saya tidak pernah ada niatan untuk mengacuhkan mu sama sekali! bukan kah saya sudah bilang?saya sibuk dengan urusan kekaisaran hingga tak sempat men-" ucapan nan Xun terpotong.


"sehingga tak sempat mengunjungi ku?, yang mulia kita sudah menikah selama 7 tahun tapi kau tak pernah sesekali mengunjungi ku,bahkan ketika aku ingin sekarat pun kau terlambat datang" ujar xuan yu dengan emosi dan mata yang mulai berkaca-kaca,mungkin ini efek dari sang pemilik tubuh-batin xuan yu, ya xuan yu selalu menganggap perasaan melow yang ada di hati nya ini adalah efek dari sang pemilik tubuh, padahal sebenarnya itu adalah perasaan murni dari diri nya sendiri.


"bisa kah kau sopan permaisuri!?" suara kaisar menggelegar hingga terdengar keluar,para pelayan hanya diam sambil menunduk tak berani ikut campur.


xuan yu tak menjawab,hati nya seolah sangat rapuh jika mendengar bentakan dari nan Xun,ia hanya bisa membuang muka kesamping sambil menahan air mata nya agar tidak jatuh.


"setidaknya aku tak memiliki selir seperti pria lain nya,seharus nya kau bersyukur!" ucap kaisar.


"tapi yang mulia! di dunia ini tak ada istri yang ingin di acuhkan!" jawab xuan yu yang mulia menjatuhkan satu tetes air mata nya,dan segera dia elap secara kasar.


"apa kau tahu yang mulia? Wang Soo putra mu,putra kita,darah daging mu!,dia pernah bercerita padaku tentang anak yang suka di ajak bermain oleh ayah nya,dia bercerita dengan nada sendu yang mulia!,dia iri!,dia masih kecil!,dia butuh kasih sayang seorang ayah!,tapi kau!,kau malah terlalu sibuk dengan pekerjaan mu itu!,bukan kah kau punya banyak bawahan?!" kini xuan yu mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam hati nya bersamaan dengan air mata yang keluar terus menerus.


nan Xun hanya menatap tanpa ekspresi ke arah xuan yu,tapi siapa tahu? di hati terdalam nya dia merasakan sakit,entah lah nan Xun juga bingung dengan perasaan itu.


setelah xuan yu telah mengatakan unek² nya, keadaan kembali hening....


nan Xun memutuskan membuka suara terlebih dahulu."maaf".


Ya! itu adalah pertama kali nya nan Xun meminta maaf kepada perempuan selain ibu dan nenek nya.


xuan yu diam,dia masih membuang muka dan berusaha menahan air mata agar tidak jatuh.


tiba-tiba nan Xun berdiri dan berjalan ke arah xuan yu,lalu duduk di samping xuan yu.


nan Xun meraih pinggang xuan yu ke arah pelukan nya dengan lembut tetapi ada sedikit tenaga yang dia gunakan,karna xuan yu sempat menolak tarikan tersebut.


"maaf" ucap nan Xun dengan suara lirih.


nan Xun mengeratkan pelukan di perut xuan yu dengan tangan kiri nya,dan tangan kanan nya membelai rambut panjang xuan yu dan mengelus nya dengan halus.


"maaf" ucap nan Xun lagi dengan kata yang sama.


"apa kau tahu sakit hati dan rasa sepi yang saya jalani ini ha?!" ujar xuan yu yang sekarang tak dapat menahan tangis nya lalu menutup wajah nya mengenakan telapak tangan nya.


nan Xun tak dapat berkata lagi selain kata 'maaf'. Dia hanya bisa menarik lebih dalam xuan yu kedalam pelukan nya,dan menaruh dagu nya di pundak kiri xuan yu.


isakan xuan yu terdengar jelas,bahkan para pelayan yang berjaga di luar merasa ikut pilu jika mendengar nya.


"cukup" ucap nan Xun lembut,dan membalik tubuh xuan yu agar menghadap diri nya.


"hapus air mata mu,kau sangat jelek ketika menangis" lanjut kaisar sambil menghapus Alus air mata xuan yu dan mengecup singkat kelopak mata xuan yu yang sembab.


"berjanjilah pada ku untuk perduli dan memberi kasih sayang pada Wang Soo,aku tak perduli kau mencintaiku atau tidak,yang terpenting sekarang adalah anak ku" ujar xuan yu sambil menundukkan kepala.


nan Xun mengangkat dagu xuan yu dengan lembut dan menatap mata xuan yu. 'cantik'.


itulah kata yang pertama terlintas di benak nan xun


apa aku dulu bodoh? kenapa aku bisa mengabaikan wanita seperti dia? - batin nan Xun.


lalu nan Xun mengecup singkat bibir xuan yu.


"kembali lah ke kediaman,malam ini aku tak bisa bersama mu aku harus-" omongan nan Xun terpotong.


"saya mengerti yang mulia" ucap xuan yu sambil memaksakan satu senyuman terbaik untuk nan Xun.


"kalau begitu,tunggulah aku besok" ujar nan Xun sambil tersenyum,lalu mencium pucuk kepala xuan yu.


xuan yu hanya tersenyum,wajah nya memerah seperti udang rebus,detak jantung nya seperti habis maraton 1000 mil.


"saya permisi yang mulia" ucap xuan yu yang bangkit berdiri lalu membungkuk hormat.


para pelayan yang melihat xuan yu keluar terkejut dan segera membungkuk hormat pada xuan yu.


di sepanjang jalan menuju kediaman bulan nya,xuan yu hanya tersenyum tanpa henti, seolah senyum itu abadi dan tak bisa luntur.


Xian dan luya langsung berlari ke arah xuan yu dengan panik,karna Nona nya kembali dengan pakaian yang banyak terdapat bercak darah.