
Setelah pulang dari kediaman ibu suri,xuan yu berencana ingin pergi menemui nan Xun di ruang baca nya.
Mungkin Xue chi sudah selesai mengunjungi nan Xun,jdi sekarang giliran dia yang ingin membicarakan sesuatu pada nan Xun.
Setelah sampai di halaman depan ruang baca nan Xun. Xuan yu tak sengaja mendengar suara Xue chi.
Ohh xue chi belum selesai bertemu nan Xun? Kenapa lama sekali?.
Kasim yang berjaga di depan pintu ruang baca nan Xun ingin segera mengumumkan kedatangan nya,namun segera xuan yu cegah.
"Diam jangan bicara atas kedatangan ku" ucap xuan yu dingin.
Kasim itu mengangguk dan kembali menutup mulut nya rapat lalu menunduk.
"Kaisar jika anak ku telah lahir,dan tenggelam bersama pangeran Wang Soo kau akan lebih dulu menyelamat kan yang mana?". Xuan yu mengerutkan alis nya ketika mendengar Xue chi bertanya seperti itu pada nan Xun.
"Tentu anak kita terlebih dahulu" jawab nan Xun.
"Apa alasan nya?" Tanya Xue chi.
"Karna..."
Xuan yu yang mendengar itu langsung mengepalkan tangan nya dan beranjak pergi.
Ternyata apa yang di bilang ibu suri benar! Seorang selir itu tidak ada yang bisa di jadikan teman.
Xuan yu memang tau teori tentang itu.Namun dia mau berteman dengan Xue chi karna dia sangat percaya pada Xue chi bahwa Xue chi adalah wanita yang baik,tidak seperti lu Fei Fei dan Qu Xian.
"Nona apa anda baik-baik saja?" Tanya luya yang mulai kewalahan mengikuti langkah cepat xuan yu dari belakang.
"Apa kau melihat keadaan ku ini sedang baik-baik saja?!!" Sentak xuan yu.
"Ti..tidak" cicit luya sembari menunduk.
Baiklah,Xue chi! Aku ingat ini,ternyata kau sama dengan selir yang lain. Arghh aku sangat kecewa dengan kalian berdua!- batin xuan yu kesal.
Brakk!!!
Xuan yu membuka pintu kamar nya secara kasar.
Para pelayan yang melihat nya tak ada yang berani bertanya atau membuka mulut,semua nya menunduk.
"Xian!" Panggil xuan yu dengan nada tinggi.
"Sa..saya di sini nona" kaget Xian.
"Siapkan pakaian lelaki ku!" Ujar Xuan yu.
"Baik".
Setelah selesai memakai pakaian pria dan rambut yang juga sudah tertata dengan rapih menyerupai laki-laki,xuan yu melompat dari atap ke atap dan tak sengaja melihat Xue chi dan nan Xun dari atas atap yang sedikit terbuka.
Terlihat di situ Xue chi sedang duduk di pangkuan nan Xun dan bersender di dada nya.
Cih!sangat menyebalkan batin xuan yu.
Walaupun di situ nan Xun hanya memasang wajah dingin dan datar,namun tetap saja xuan yu marah! Kenapa dia diam saja?!,waktu itu dia pernah meminta xuan yu untuk melupakan Chen dan meminta diri nya untuk menjadi wanita nya seorang,tapi apa?! Dia punya lebih dari satu!.
Oke lah selir-selir di sini juga istri nya dan memang mempunyai hak untuk merasakan kasih sayang seorang suami/kaisar.
Tapi...tapi kann arghh entah lah otak xuan yu sedang tidak bisa berpikir jernih!.
Entah angin apa yang membawa nya kemari,sekarang xuan yu sudah berada di depan kamar penginapan an ding.
Xuan yu berjalan masuk dan lupa untuk mengetuk atau memberi tau bahwa dia datang.
"An ding?" Mata xuan yu menyapu setiap celah ruangan di sini untuk mencari an ding.
Namun nihil...
Hingga akhirnya dia mendengar suara orang yang sedang mandi.
Srett
Pintu ruangan mandi terbuka.
Menampilkan badan putih yang gagah dan ber otot sempurna.
"Tuan kau datang? Ah..ada apa dengan mu?apa dirimu sedang sakit?wajah mu sangat merah hari ini,atau mungkin kau demam?" Tanya an ding.
"Eh..ti..tidak,aku kesini hanya ingin mengajak mu untuk minum haha" jawab xuan yu kikuk.
Astaga pemandangan macam apa ini!-batin xuan yu.
"Cepat pakai baju mu,setelah itu temui aku di bawah mari kita minum-minum" ujar xuan yu yang langsung keluar kamar an ding.
Tak butuh waktu lama an ding telah datang dengan pakaian rapih,walaupun pakaian yang dia kenakan tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah,namun sikap dan aura bangsawan nya tak pernah hilang.
"Duduk lah" xuan yu mempersilakan an ding duduk.
"Terimakasih tuan" ucap an ding.
Xuan yu sudah minum sebanyak 5 gelas hingga akhir nya dia mabuk berat.
"Hei kau! Aku sangat benci padamu!" Ucap xuan yu dengan suara khas orang mabuk.
"Aku?" Tanya an ding yang masih sadar,an ding sedari tadi hanya minum 1 gelas,tidak seperti xuan yu,brutal.
"Ya kau! Kaisar! Siapa lagi?! Dasar play boy cueh!!!" Jawab xuan yu.
An ding membulatkan mata nya terkejut.
Beruntung tidak ada yang mendengar ucapan xuan yu,jika tidak xuan yu akan kena masalah besar- batin an ding.
"Tuan seperti nya kau mabuk,ayo kembali ke kamar ku atau kau mau aku antar pulang?" Ujar an ding sambil mengangkat tubuh xuan yu untuk di papah berjalan.
"Aku tidak mau pulang ke istana terkutuk itu huh!" Ucap xuan yu yang masih mabuk berat.
"Baiklah tuan,saya akan mengantar tuan ke kamar ku saja, biar aku menyewa kamar lain yang lebih murah" ujar an ding.
An ding mulai memapah tubuh xuan yu ke kamar nya,xuan yu masih biacara tidak jelas.
Saat an ding ingin menidurkan xuan yu di kasur nya tiba-tiba xuan yu menarik tangan an ding.
Karna tarikan itu terlalu kencang sedangkan an ding terkejut dan belum siap untuk menahan tarikan xuan yu,mau tak mau an ding harus jatuh ke atas badan xuan yu.
Tangn an ding tak sengaja memegang dada xuan yu.
Dahi nya mengkerut ketika tak sengaja memegang dada xuan yu.
"Wanita?!" Kaget an ding.
"Aaaa lepaskan ikatan rambut ini,ini sangat tidak nyaman di pakai ketika tidur" racau xuan yu dengan suara khas orang mabuk.
Xuan yu menarik ikat rambut nya dan membuang ikat rambut itu ke sembarang arah.
"Minggir kau! Kau berat!" Ucap xuan yu sembari mendorong an ding hingga jatuh ke bawah lantai.
Rambut panjang se bokong itu Ter riap indah,berwarna hitam pekat yang indah.
"Tuan...ah maksud ku nona kau...wa..wanita????" Kaget an ding.
"Apa yang kau tanyakan ini? Ya jelas aku wanita lah kau ini menanyakan pertanyaan yang tidak bermutu sekali" ujar xuan yu yang masih mabuk.
"Kau..." Omongan an ding terputus.
"Diam kau! Aku ingin tidur siang saja" ujar xuan yu yang langsung menidurkan badan nya dengan posisi memunggungi an ding.
"Baik,aku pergi" ucap an ding dengan senyuman.