The Reincarnation Of Empress Xuan Yu

The Reincarnation Of Empress Xuan Yu
24



Hari ini adalah hari ulang tahun putra nya Wang Soo.


nan Xun membuat acara itu sangat meriah.


"salam hormat untuk ibunda" Wang Soo memberi hormat kepada xuan yu sembari tersenyum.


xuan yu hanya tersenyum dan mengelus pucuk kepala Wang Soo.


"selamat atas ulang tahun mu yang ke 8 Wang Soo,jadilah anak yang berbakti kepada ibunda dan ayahanda mu. Jadilah pangeran yang berjasa dan berguna untuk kerajaan kekaisaran kita" ucap xuan yu.


"ya. Pasti" jawab anak itu dengan senyum lebar nya lalu memeluk xuan yu.


"yang mulia kaisar datang" teriak seorang Kasim yang mengumumkan kedatangan nan Xun.


"salam hormat untuk yang mulia Kaisar" ucap xuan yu dan Wang Soo.


"kau harus belajar memanggil ku ayah" ujar nan Xun.


Wang Soo melirik ke arah xuan yu,xuan yu mengangguk lalu Tersenyum.


walaupun nada yang di keluarkan nan Xun terkesan dingin namun itu tulus dari lubuk hati nya.


"baik ayah.. ayahanda" kikuk Wang Soo.


"baiklah sekarang ayo kita ke aula utama kerajaan,para tamu sudah menunggu" ucap nan Xun.


_______


"yang mulia kaisar,yang mulia permaisuri,dan yang mulia pangeran Wang Soo memasuki ruangan" teriak seorang Kasim yang membuat seluruh mata yang ada di ruangan itu menatap kedatangan mereka.


mereka bertiga begitu menyilaukan.


dengan nan Xun yang berjalan mendahului di tengah, xuan yu yang berjalan di samping kiri nan Xun Wang Soo yang berjalan di samping kanan nan Xun.


banyak para wanita bangsawan yang menatap kagum ke arah nan Xun karna muka tampan nya yang sudah tidak bisa di tolerir lagi.


tak sedikit pula wanita yang memakai pakaian terbaik mereka untuk di perlihatkan kepada nan Xun agar mau mengangkat mereka menjadi selir nya.


cih xuan yu sangat jijik dengan ini.


nan Xun mulai duduk di kursi panjang yang di khususkan untuk kaisar dan permaisuri,begitu juga xuan yu.


sedangkan Wang Soo dia duduk di kursi khusus yang hanya bisa di duduki satu orang yang berada di sebelah kiri kursi nan Xun dan xuan yu.


para selir juga di beri tempat duduk khusus di sana tapi tidak dekat kursi kaisar, permaisuri,dan pangeran Wang Soo.


saat acara pemberian hadiah berlangsung tiba-tiba terjadi kegaduhan di luar yang membuat semua tamu panik.


terdengar sangat jelas suara pedang yang beradu dari luar.


xuan yu mulai meningkat kan kewaspadaan nya dan berdiri di depan Wang Soo untuk melindungi nya.


"cepat bawa pangeran pergi dan lindungi dia,jika dia terluka kepala kalian taruhan nya!" perintah nan Xun.


namun,belum sempat Wang Soo keluar,pintu sudah di dobrak kencang,para prajurit dan penjaga lain nya datang dan mulai bertempur di tempat.


"permaisuri cepat lah pergi,dan bawa Wang soo!" tiatah nan Xun.


"tapi..kau.." ucap xuan yu ragu.


"pergi saja!"


namun...belum sempat xuan yu dan Wang Soo pergi,seluruh pintu sudah di blokir oleh para prajurit pemberontak.


"hahahaha akhir nya hari ini tiba juga!" tawa seorang pria memasuki ruangan.


ketika melihat siapa pria itu,nan Xun membulatkan mata nya marah.


"Lu Jun Fei!!! lancang kau!!!" murka nan Xun.


"ini akibat dirimu berani memenjarakan aku dan anak ku!" balas lu Jun Fei.


"lu Jun fei,jangan lupakan aku adalah cucu dri pemilik kekuatan 70% prajurit di istana kekaisaran!" kini xuan yu angkat bicara.


"tapi tidak mungkin prajurit mu itu tiba tepat waktu bukan?" balas lu Jun Fei dengan senyum jahat nya.


xuan yu menghitung lawan yang mengepung nya.


belum seberapa,aku masih bisa melawan-batin xuan yu.


"xuan yu ayo kita pergi" ucap pangeran Chen yang muncul tiba-tiba dari belakang lu Jun Fei.


"Chen! apa kau sadar apa yang baru saja kau katakan?!" marah nan Xun.


"diam kau! kau sudah merebut wanita ku!,sekarang saat nya aku merebut nya kembali!" balas chen.


"aku tidak akan pergi" ucap xuan yu yang membuat Chen marah.


"karna aku istri kakak mu!,apa penjelasan kemarin itu belum jelas?!" sentak xuan yu.


"xuan yu..." lirih Chen dengan nada dan tatapan kecewa kepada xuan yu.


tiba-tiba ada seorang laki-laki lain yang memakai atribut bertarung lengkap.


"tuan, semuanya telah beres" ucap laki-laki tersebut an ding.


mata xuan yu membulat ke arah nya,kepala nya menggeleng tak percaya.


ketika an ding juga melihat ke arah xuan yu,pedang yang dia genggam terjatuh ke lantai.


semua orang menatap mereka berdua bingung.


"nona..kau adalah..." ucap an ding lirih. Hati nya sangat kecewa, ternyata orang yang menolong dia sekaligus orang yang dia sukai justru adalah seorang permaisuri istri sah dari kaisar sekaligus wanita yang di sukai atas san nya(pangeran Chen).


"an ding aku sangat kecewa padamu" ucap xuan yu menatap an ding tak percaya,jika dia bekerjasama dengan lu Jun Fei.


"nona.. maksud ku permaisuri aku.." ujar Chen ingin memberi penjelasan untuk xuan yu.


"tundukan pandangan mu dari wanita ku!"bentak Chen yang membuat an ding langsung menunduk.


"berani sekali kau berkata seperti itu!xuan yu masih istri sah ku Chen!,jaga kesopanan mu!!" marah nan Xun.


"diam kau. Kalian maju! bunuh Kaisar!" teriak Chen.


bughh!


xuan yu memukul salah satu prajurit dan membuat nya pingsan,lalu mengambil pedang dari prajurit trsbt.


tranggg!!!


suara pedang yang ber adu berbunyi nyaring.


"kau! lindungi pangeran dan bawa dia pergi dari sini!!" titah xuan yu.


nan Xun tak bisa diam saja,dia juga mengambil pedang salah satu dari prajurit trsbt.


xuan yu Tersenyum devil ketika kembali melihat darah yang bermuncratan dari para prajurit yang telah dia habisi.


sekarang nafsu membunuh nya semakin menggila.


tak lama prajurit dari keluarga Leng datang untuk melindungi xuan yu dan nan Xun.


"baj***an kau lu Jun Fei! berani sekali kau melukai cucu ku!" teriak seorang kakek tua yang membawa pedang lalu berlari ke arah xuan yu dan nan Xun.


"Kakek!" kaget xuan yu. Kakek nya sudah tua,kenapa dia malah ikut ke sini dan bertempur, bagaimana jika dia mati ketika sedang bertempur?.


"apa kau tidak apa-apa?" tanya fuo Leng yang sangat meng khawatir kan cucu nya.


"tidak.." jawab xuan yu Tersenyum.


"ah...salam hormat yang mulia Kaisar" ucap fuo Leng memberi hormat untuk nan Xun.


"tidak apa-apa tuan besar Leng, terimakasih kau sudah datang tepat waktu" ucap nan Xun.


"baiklah tidak ada pilihan lain! blushh" teriak Chen yang membanting benda berbentuk bola. Benda itu mengeluarkan bau aneh yang membuat orang yang menghirup nya akan jatuh pingsan.


penglihatan xuan yu mulai kabur dan akhirnya pingsan.


hanya ada satu orang yang tidak pingsan,siapa lgi kalau bukan Chen?. Tentu dia tidak bodoh,sebelum membuat bau aneh itu menyebar dia sudah menutup hidung nya dan mulai berlari ke arah xuan yu.


"kali ini kita akan benar-benar bersama" ucap Chen.


Chen menggendong xuan yu keluar rungan namun di hentikan oleh an ding,sontak hal itu membuat Chen mengerutkan kening.


"kenapa kau tidak pingsan?" tanya Chen.


"ah..itu tidak penting,sekarang minggir! aku ingin lewat" sambung Chen.


namun an ding tak menggerakan kaki nya sedikit pun.


"serahkan wanita itu kepada ku!" ucap an ding.


"kau! berani sekali kau berkata seperti itu!!!" marah Chen.


"baiklah,aku tidak akan sopan kepada mu" ucap an ding.


entah setan apa yang merasuki tubuh an ding,yang jelas sekarang dia sangat terobsesi dengan xuan yu,dia juga ingin merebut xuan yu sekarang!.


__________________


maaf banget kalo ada typo, keyboard saya kadang suka aneh๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜ถ.