
saat ini di mansion utama sudah berkumpul semua anggota keluarga termasuk enno nino beserta anak dan istrinya
, mereka sedang berkumpul di ruang makan untuk acara makan bersama mengingat adik kesayangan mereka sudah pulih kembali
" mom, aku ingin makan daging itu" ucap dirga kepada celin sambil menunjuk daging yang sudah ditiriskan menjadi semur daging
" hem baiklah " ucap celin
" bunaa, billa mau itu " ucap billa sambil menunjuk daging yang sama dengan dirga
" iya sayang "ucap sesil
" bunda,dion mau itu jugaa " ucap dion kepada dinda
" sepertinya akan ada perebutan antara singa, kelinci, dan macan" gumam nino menatap miris anak serta ponakan
" haha iyaa sayang " ucap sesil sambil terkikik geli
" mereka sangat menggemaskan secara bersamaan liat lah mata mereka yang sama sama berkaca kaca, layaknya kelinci yang takut kepada tuan nya " ucap dinda melihat anak anak
" hahaha, cucu cucu ku sungguh membuat ku ingin bertahan hidup lebih lama lagi " ucap kakek menatap bahagia namun tersirat kegundahan
" dady akan sehat dan akan selalu bersama kami " ucap celin
" kakek tidak boleh meninggalkan putri kecil kakek ini " ucap kia yang sedari tadi diam
mereka pun tertawa melihat ucapan yang dilontarkan oleh kia sedangkan kia bertanya tanya
apa ada yang lucu? oh tentu tidak
" baiklah selesaikan makanan kalian kakek tunggu diruang tamu keluarga " ucap kakek yang sudah selesai
diikuti candra dan kia
" ada apa kek" ucap kia yang mengambil tempat duduk disamping kakek nya
" tidak apa apa sayaang " ucap kakek
" kenapa dad, sepertinya ada sesuaty yang ingin kakek sampaikan " ucap candra yang sedari tadi melihat kegundahan mertua nya
pertama tama kakek menghembuskan nafas mya perlahan sebelum berucap .
" dady semalam bermimpi tentang momy mu , dia berkata padaku , bahwa tak lama lagi akan ada musuh besar dady yang menyerang keluarag kita, ah aku jadi merindukan mediang istri pertama ku, dady tidak tau apakah itu nyata atau halusinasi, tapi dady dan kia pun merasakan hal yang sama bukan begitu kia"ucap kakek kepada kia dan diangguki kia
" bener dad, kia juga merasakan aura yang sangat kuat selama beberapa hari ini, kia terus mencari informasi tentang si kakek tua bangka sialan itu, seprrti nya ia ingin menghancurkan keluarga kita dalam waktu dekat ini " ucap kia sambil menatap dady dan kakek nya bergantian
" celin pun merasakan itu dad" ucap celin yang berjalan menghampiri
" huftt, jika suatu saat kakek tidak bersama kalian lagi, dady harap kalian semua saling menjaga, jangan ada perpecahan , saling menguatkan satu sama lain faham " ucap dady menatap sendu semua yang berada disana
" ah ku benci mendengar perpisahan " ucap celin
dady manu hanya tersenyum menanggapi ucapan putri kecil nya yang kini sudah berumah tangga
saat mereka sedang berbincang datang lah seseorang yang istimewa
" assalamualaikum " ucap seseorang
" waalaikumsalam, ehh kamu nak sini" ucap kakek
" ada apa ini kek kenapa semuanya pada berkumpul " ucap rehan
" tidak ada apa apa nak rehan, oiyaaa kapan kalian akan menikah, jangan terlalu lama hemm, kakek ingin kakek bisa melihat cucu kakek ini menikah" ucap kakek
" kebetulan rehan kesini memang rencana ingin meminta persetujuan kakek sekeluarga , rehan ingin melamar kia sebagai istri saya " ucap rehan tegas sambil menatap semua orang
" hahahaha ternyata begitu, bagaimana cucu kakek apa kamu setuju hemm" ucap kakek
" kenapa mendadak sekali, aku pun belum ada persiapan apapun "dumel kia pelan
" karna aku tak ingin kau direbut oranglain dan lagi kenapa semalam kau tak membalas pesanku hem " bisik rehan di telinga kia dengan suara berat nya, membuat kia bergidik geli karna nya
" bagaimana apa kau setuju menikah dengan ku" ucap rehan sambil menatap kia dalam
kia yang ditatap seperti itu pun terpana juga gugup secara bersamaan
" jangan menunda sayang, jika kau mencintainya terima lah " ucap candra , rehan seperti mendapatkan lampu hijau kini hanya menunggu celin kia dan yang lain
" aku setuju"ucap mereka
" bagaimana dengan mu " ucap rehan
" ak aku mau " ucap kia terbata membuat ia malu sendiri
" aish mulut gue kenapa gugup bego" batin kia merutuki diri sendiri
greeepppp
" terimakasih" bisik rehan di telinga kia
" sama sama " ucap kia senang
" ekheemm " dehem kakek
rehan dan kia pun salting sendiri
" kapan pernikahan kalian akan segera di laksanakan" ucap kakek
rehan dan kia saling pandang
" karna musuh dekat , kia memutuskan untuk membasmi hama dulu kek, kia gak mau disaat pernikahan kami masalah berdatangan, terlebih lagi musuh besar kakek dulu " ucap kia tegas
" baiklaahh princess jika itu yang terbaik bagi kalian, kakek harap kalian berhati hati " pesan kakek
" ada apa " ucap rehan yang memang tidak mengerti inti permasalahan
" musuh besar kakek mengincar dan ingin menghancurkan keluarga kami, maka dari itu sedari tdi kami membahas permasalahn ini " jelas kia
" aku akan ikut membantu, aku tidak ingin calon istri ku kenapa kenapa" ucap rehan tegas yang tidak menyadari bahwa kia sedang merona karna nya
mereka pun tidak mempermasalahkan itu selagi mereka bisa melindungi satu sama lain .
beberapa minggu kemudian
keadaan sedang mencekam terlebih aura kia yang mendominasi ia ingin segera membasmi hama di depan mata nya ini,
flashback
*setelah acara berkumpul itu, kia, celin, rehan, dan yang lain terkecuali dinda sesil, anak anak dan kakek , jangan lupakan karla dan renata dan nara yang ikut andil
sedang berada di ruang rahasia
" mom, aku akan melacak keberadaan kakek tua itu , mungkin sekarang sudah pindah haluan karna lokasi terindikasi berada di timur " ucap kia dingin
" hemm, kau lacak " ucap celin yang juga tak kalah dingin
kia pun berkutat dengan laptop nya dengan gerakan sangat lincah dan taapp
" ketemu , lokasinya berada di bagian selatan dekat dengan markas cadangan BD , sepertinya ia ingin menghancurkan itu, tapi kenapa ia ingin merusak markas cadangan apa ia tidak tau atau "
" jebakan " celin
" iyaa jebakan tidak mungkin dia mau menghancurkan markas apalagi itu hanya cadangan , pasti itu hanya trik nya untuk menarik perhatian kita " ucap nara
" heh mau bermain main " desis kia
" kita suruu beberapa anggota kita untuk menyerang mereka jika mereka berada di markas itu dan pasti pelaku pertama tidak akan berada di sanaa melainkan di mansion ini atau mungkin di marks besar BD " ucap kia
" kita atur rencana , jadi begini...... " kia pun menjelaskan secara detail menggunakan otak nya yang encer . semoga saja dengan rencana ini tua bangka sialan itu hangus*
flashback off