THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
rindu



semua nya yang mendengar ketua nya pun menunduk hormat dan berkata


" BAAIKKK QUEENN "


" semuanya kembali ke tempat masing masing " ucap cellio datar dengan tatapan tajam nya


tanpa babi bu mereka pun meninggalkan ruang utama yang penuh dengan penekanan


" ekheem queen " ucap renata sopan


" hemm" balas cellio


" aku ingin bertanya pada mu " ucap renata menvoba menatap manik mata tajam itu


" hem keruang ku " ucap cellio tegas dan berjalan terdahulu diikuti oleh renata dan karla


" katakan " ucap cellio menatap renata dan karla


dalam hatinya ia cekikikan melihat sikap takut dan gemetar tubuh sahabt nya


" apa kah ada pengkhianat di markas ini " ucap renata mencoba untuk tidak takut


" heem, dan kau tau kan apa yang akan terjadi selanjutnya jika ia bermain main dengan ku" ucap cellio menyeringai devil


" apa kau tau siapa pelaku nya " ucap karla penasaran


" yah tentu aku tau, jika tidak tau tidak mungkin aku memberikan petuah kepada kalian semua " ucap cellio tegas


renata dan karla membenarkan ucapan ketuanya


" lalu apa yang akan ku lakukan nanti " tanya karla


" aku hanya akan memberikan mereka nafas lega dengan kebebasan ku,itu adalah cara ku untuk menangkap mangsa di depan " ucap cellio datar


gleekkk!!!


mereka menelan ludah nya kasar . tentu ia tau akan apa yanh diucapkan ketua nya itu. prinsip nya simpel namun mematikan


memberikan nafas lega kepada musuh seolah ia adalah orang bodoh, dan ketika musuh bebas ia akan menarik lebih dalam kedalam jeruji neraka nya . itulah prinsip nya.


" baik lah baiklah, bisa lah kau ubah suhu tubuh dingin mu, itu membuat tubuh ku merinding sejak diruang utama " ucap renata mencairkan suasana


cellio hanya berdehem namun tak mengindahkan ucapan nya .


ruangan nya tetap berass mencekam karna penghuni ruang itu.


" baiklah queen, kami akan kembali pulang , pasangan kami sudah menunggu " ucap karla sopan


cellio hanya mengangguk mengizinkan


" hufttt berani berani nya bajingan tengik itu bermain main dengan ku, aku masih memberikan mu kebebasan untuk bernafas jika sudah berada di genggaman ku, katakan selamat jalan kepada surga mu " gumam cellio menengadahkan kepala nya menatap langit langit


dengan segera ia menyalakan laptop nya dan memeriksa cctv di kediaman manuel cellio


di laptop itu nampak dengan jelas momy amel bersama amel yang sedang berjalan menuju kamar mereka dengan pakaian yang glamour tanpa memperdulikan makluk yang menunggu nya di sofa.


cellio yang melihat itu hanya mengeratkan kepalan tangan nya membiarkan kuku tajam nya menusuk kulit tangan cellio


ia begitu emosi dengan situasi di sana


" bajingan brengsek itu tidak ada habis habis nya menghamburkan uang dedy ku, kita liat saja sampai kapan kau akan bertahan dengan status mu disana " ucap cellio menyeringai devil


cellio menatap iba ke dedy nya . dedy nya nampak melamun dengan wajah sendu nya. terlihat dari matanya yang begitu nampak kekesalan, kekewaan juga penyesalan di manik mata pri baruh baya itu


" aku tau apa yang kau fikirkan ded, tenanglah, kau akan tau lebih lanjut lagi dengan fakta mengejutkan dari istri tersayang mu itu " gumam cellio lirih nenyimpan amarah yang besar


sedangkan di mansion milik manuel cellio


" hahaha wah mah gaunnyang kita coba tadi sangat bagus sekali, aku tak sabar mencoba nya untuk menunjukan kepada teman kampus ku " ucap girang


" iyaa sayaang mama juga sama gak sabar mencoba gaun kita " ucap momy amel tak kalah girang


" dari mana kalian " ucap tegas dedy manu


" bukan urusan dedy " ucap amel ketus


" ameeellll" bentak dedy amel


" masss,, kamu kenapa malah membentak anaku sih?" ucap mama amel marah


" dia tidak sopan berbicar ketus kepada orang tua manda " ucap dedy manu tegas


" biarin kenapa sih ded, nama nya juga masih labil emosi nya gak stabil " ucap mands membela anaknnya


dedy manu hanya menghela nafas kasar, selalu seperti ini, jika ditanya pasti anak nya atau ibu nya akan selalu marah dan ketus pada nya


akhirnya manda pun melanjutkan langkahnya diikuti amel di belakang nya tanpa memerdulikan dedy manu yang menatap mereka sendu


" mereka berubah " batin dedy manu menatap punggu istri dan anak nya


" raquela, kamu baik baik saja kan nak, maafkan dedy karna perlakuan dedy pada mu dulu " batin dedy manu menitiikan air mata mya


" tangan ini menjadi saksi dimana dengan gampang nya dedy menampar mu dulu, dan sekarang beralih terhadap anak dan istriku " gumam dedy manu menatap tangan kanan nya yang sudah mulai keriput namun masih kekar .


" dedy memang bukan ayah yang baik untuk mu sayang, semoga kamu selalu sehat disana ntah dalam keadaan hidup atau tiada " batin dedy manu menangis dalam diam


" dedy menyanyangimu, maafkan dedy, dedy rindu kamu princess , putri kecil dedy " batin dedy manu


tbc


gimana seru kaann??? jangan lupa tinggalkan jejak yah 🥰🥰