THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
menceritakan masalalu



sedangkan di ruang rahasia cellio


ia menatap layar laptop dimana semua adegan terekam disana


menampilkan


manda dan amel yang menyusun rencana untuk membalas dendam serta membalas teror yang diterima nya


"heh, kau mau berurusan dengan ku? apa kau sanggup menanggung konsekuensi nya jika tau bahwa aku anak yang diusir dr rumah nya membalas dendam pada mu , wah aku tak sabar menanti rencana mu hama " desis cellio menyeringai menatap layar laptop nya


" dan rekaman mu ini akan menjadi saksi nanti jika semua urusan sudah selesai "lanjutnya


setelah puas melihat dan mendengar rencana manda


ia segera keluar dari ruang rahasia nya dan menuju kamar miliknya guna mengistirahatkan badan karna perkelahian tadi


drrrttt


cellio mengambil ponsel dan melihat isi pesan dari seseorang


" queen, ada yang mau ngajak lo tanding balap " pesan itu


" share lok, kapan? balas cellio


" besok malam jam 2 di lapangan sirkuit "pesan itu


" hadiah?" balas cellio


" uang 7 jt " pesan itu


"deall" balas cellio


setelah membalas pesan ia pun melanjutkan tidur nya yang tertunda


keesokan hari nya


mansion cellio begitu berisik karna kehadiran teman" minus akhlak nya


" baang. itu siapa " tanya renata kepada enno


" kaka nya princces" ucap enno datar


" haai kak, kenalin nama gue renata dan ini karla " ucap renata memperkenalkan diri


" haaii renata hai karla , aku sesil ini dinda kaka nya queen " ucap sesil memperkenalkan diri


" queen mana kak" tanya karla menoleh ke penjuru mansion


" mungkin lagi tidur " ucap dinda


" aku masuk dulu ya kak " ucap renata


sesil dan dinda hanya mengangguk


di depan pintu cellio terdapat tulisan


" NGETUK PINTU PUNYA NYAWA BERAPA LO" begitulah tulisan yang ada di pintu itu


"astagaaa si kutub ada ada aja kerjaan nya " ucap renata geleng geleng


"yaudah yok. kita bangunin biar gak ngebo tu orang " timpal karla antusias


pintu pun terbuka menampilkan sosok cellio yang masih baik dalam mimpinya


" wahh beneran ngebo , gimana cara bangunin nya ?"ucap renata pelan


"ah gue ada cara" ucap karla menyeringai tipis


perlahan karla mendekat kearah telinga cellio


perlahan menarik nafas , buang


"QUEEN SI NCCIIIMMMM ILAAANGGGG" teriak karla menggema


sedangkan cellio yang tertidur nyenyak terpaksa membuka mata paksa dan terkejut karna kucing kesayangan nya ilang


"WAAAHHHH JANGAN JANGAANNNNN, JANGAN ILANG " teriak cellio setengah sadar


"BWAHAHAHAHH" tawa pecah renata dan karla terpingkal pingkal melihat ekspresi cellio yang sangat lucu juga menyeramkan secara bersama an


"oh lo mau main main sama gue " ucap cellio datar tersenyum devils


mereka yang nendengar seketika menelannsaliva susah karna membangunkan singa yang tertidur


"oh en enggak queen. gue cuma becanda . lo jangan gitu napaa " ucap renata takut takut juga was was


" hehehe. maaf queen, cuma becandaa jangan marah yaahh " ucap karla membujuk walau dalam hati gelisah


cellio tak menjawab ia hanya berdiri dari ranjang nya menuju kamar mandi


"huh. lo sih pakek acara bangunin queen kayak gitu " ucap renata kesal


" yah nama nya juga usaha, ketemu nya cuma cara itu tadi diotak gue "ucap karla ngasal


"emang otak lo cetek" cerca renata


karla yang mendengar hanya menatap jengah


" gimana udah bangun belom princess " tanya nino yang memakan kacang


"udah sih tapi " ucap renata terhenti dan menoleh kearah karla


" kenapa " tanya enno


" si queen marah karna karla teriak dan bilang si ncim ilang "ucap renata cengir paksa


mereka yang mendengar hanya mendengus


" pantas aja marah orang dia tidur terus di teriakin kalo si ncim ilang " ucap nino menatap jengah kearah renata dan karla


" bukan salah gue bang, noh salah si karla " ucap renata menujuk karla yang menatap mereka datar


" udah udah gapapa, ntar biar kaka yang ngomong kalo dia marah " ucap sesil menengahi


" udah sini lo berdua duduk "ucap rakha


akhirnya renata dan karla pun nenurut layaknya kucing yang nurut kepada emaknya


dalam hati mereka cekikikan jika memikirkan itu


" kenapa lo berdua kompak banget cekikikan " tanya reza dengan muka heran


"gapapa lucu aja " ucap renata menahan tawa


"he em gapapa . udah kita mau duduk " ucap karla


akhirnya renata dan karla pun duduk dengan tenang walau dalam hati mereka masih memikirkan hal yang sama, ntahlah hanya suatu kebetulan atau karna memang sering bersama .


" siang " ucap cellio yang keluar dari lift


" siang princess/queen" ucap mereka


" gue mau keluar dulu " ucap cellio


" keluar mana princess " tanya enno


" ada perlu bentar "ucap cellio sambil memasukan tangan nya kesaku


" mau dianter kagak" tawar nino


" gausahh, abang disini aja jagain mereka " ucap cellio datar


"yaudah hati hati " ucap cellio


cellio hanya berdehem dan mengangguk , lalu segera keluar mansion menuju suatu tempat


di dalam mension cellio


mereka bercanda gurau lalu mereka seketika hening ketika karla membahas tentang hama di mansion nino enno


" bang di mansion keluarga lo . si hama masih berulah ?tanya karla


" menurut lo gimana dek? tanya nino dingin


" ya padahal gue harap tu hama mampus " ucap karla santai


" belum saat nya mereka mampus, biarin senang senang dulu, ntar juga bakal ada princess yang basmi tentu nya dengan bantuan kita " ucap enno dingin menyeringai devil


" beberapa kali gue liat tu hama keluar masuk club "ucap renata sambil memakan keripik kentang


" ngapain km di club " tanya reza mengangkat alis nya


" tenang dlu, aku cuma gak sengaja lewat pas mau kerumah sodara eh pas lewat club gak sengaja liat tu para hama pakai pakaian ketat di club ternama " jelas renanta santai


" ck dasar *****" sarkas enno mencibikkan mulut nya jijik


" terus keadaan om manu gimana bang" tanya renata penasaran


" sakit dia, tapi gue bodo amat, gue udah keluar dari mansion karna diusir sama dedy gegara tu ngebelain ***** " ucap nino dingin dengan muka menahan emosi


" om masih belum sadar aja karna diperdaya sama hama, ntar juga kalo semuanya kebongkar bakal balik lagi " ucap karla menenangkan


sedangkan sesil, dinda hanya menjadi pendengar yang baik walau mereka tsk sepenuh nya paham apa yang sedang dibahas tapi mereka yakin jika ini menyangkut keluarga mereka


"ehhmm permisi, maaf bukannya aku mau nyela obrolan kalian atau kepo sama kehidupan kalian tspi kalo boleh tau ada apa dengan keluarga kalian ? sepertinya masalah nya serius sekali "ucap sesil takut juga merasa tak enak


akhirnya nino dan enno pun menceritakan kejadian masa lalu dimna cellio di usir dari rumah hingga ia diusir juga


" ya allaahh kejam sekali itu nenek lampir , merusak rumah tangga orang " ucap sesil terkejut setelah mendengar cerita nya


"pantas saja cellio menjadi dingin dan datar seperti ini ternyata karna masalah ini " ucap dinda sendu


" jadi kalo dia berkata dingin atau datar gue harap kalian gak sakit hati sama omongan dia yang asal ceplas ceplos dengan mulut pedas nya yah " ucap karla


" iya kami mengerti kok, maaf dan makasih karna kalian udah mau terbuka sama kita " ucap sesil tersenyum tulus


" iyaaa " ucap mereka


tanpa sesil sadari nino sejak tdi melihat kearah sesil dengan pandangan yang sulit diartikan perlahan ia menampilkan senyum tipis kearah sesil yang tersenyum tulus


tobecontinue


jangan lupa tinggalkan jejak