THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
altar ego



pagi ini cellio bangun dengan sangat malas namun seketika sangat bersemangat karna gerakan tangan mungil yang mencoba membangunkan momy nya dengan cara menoel noel pipinya dengan kelima jari mungilnya


"ouuhhh, sayaang kamu sudah bangun yaahh" gumam cellio mengerjapkan matanya beberapa kali guna mengumpulkan nyawa nya


" pintar sekali anak ku tidak rewel jika bangun heemm" ucap cellio mencium pipi kia gemas


kia yang diperlakukan seperti itu tertawa senang seolah tau apa yang diucapkan momy nya


beby kia berusia kurang lebih 10 bulan bayi mungil yang memiliki mata bulat sempurna. bibir tipis yang mungil, bentuk wajah yang sempurna , kulit putih dan berhidung mancung .


" baiklah boy mari kita mandi " ucap cellio menggendong beby kia mengangkat nya untuk berpindah di tempat lain dengan mempersiapkan perlengkapan kebutuhan bayi yang dipesan kemarin malam


akhirnya setelah berkutat dengan bayi kia. dengan wangi yang harum dan menggemaskan


ia pun memutuskan untuk mandi juga


sebelum itu ia menaruh nya di box bayi lalu ia segera mandi


beberapa menit kemudian ia keluar dengan handuk kimono lalu segera menuju lemari nya mengambil beberapa setel baju untuk kuliah karna hari ini ia akan pergi kuliah


cellio memakai celana jeans hitam, dengan kaos putih polos ditambah jacket denim berwarna merah menambah kesan badgirl juga cantik . ia pun membawa beby kia menuju bawah


" haaii queen, hai beby " sapa sesil yang berkutat di dapur


" kak, boleh gue titip beby kia, gue ada jadwal kuliah pagi ini !" ucap cellio yang menggendong baby kia


" boleh dong, siniin dedek nya biar kaka dan dinda yang jagain , kamu berangkat aja " ucap sesil merentangkan tangan nya guna siap menggendong beby kia


"yaudahh jaga diri kalian baik baik yah, perlengkapan bayi ada di ruang khusus bayi samping kanan kamar gue, semua nya ada disana , kalo rewel kasih susu formula aja " ucap cellio menjelaskan setelah menyerahkan beby kia yang mengemut tangan nya


" uuncchhhh lucu amat sih ponakan aunthy, okey queen, kamu hati hati dijalan yah " ucap sesil sambil menimang beby kia dan dinda yang sedang memasak


" iyaaa " ucap cellio singkat,


lalu cellio pun bergegas menuju bagasi mobil dan melaju kencang ke kampus nya


sesampainya diparkiran khusus petinggi cellio keluar dari mobil nya dan menuju kelas nya


di koridor ia memasang hadset di kedua telinga menyalakan lagu bts kesukaan nya yang berjudul airplane


saat di dalam kelas, ia melihat kearah meja nya yang sudah di penuhi dengan teman laknat nya


" minggir " ucap cellio datar


" ck basa basi dulu napa queen " celetuk renata


" gimana beby kia, rewel gak?" tanya renata


"nggak, aman" ucap cellio singkat padat dan jelas


"hai princess " ucap enno mencium pucuk kepala cellio lembut


cellio hanya tersenyum tipis dan membalas


" hai bang " ucap cellio senyum tipis


" hai princess abang " ucap nino tak kalah romantis dengan mencium kedua pipi cellio


" ck ck ck dunia rasa bertiga yah yang lain ngontrak " celetuk reza


" aahaha yoi broo, kita gak ada kesempatan buat masuk " timpal rakha setuju


" mau masuk, pulang lewat mana lo " ucap karla menatap tajam rakha


rakha yang di beri wejangan hanya cengar cengir sambil mengangkat tangan nya V


" ahahahah giliran sama doi . nyaho lo" ucap reza tertawa renyah


" sayang minta tangan kanan apa kiri " ucap renata dengan menunjukan kedua tangan nya yang dikepal


" makanyaa, udah ada pawang masih aja nyari, hajar aja ren kar biar tau rasa " ucap nino terkekeh pelan


" ck lo gk solid amat sih jadi sahabat gue " ucap rakha kesal


sedangkan yang lain hanya tertawa melihat teman nya yang kesal itu


" hai cell, udah makan " ucap candra yang mendekati cellio dengan menatap cellio


cellio hanya menggeleng sebagai jawaban


" yaudah ntar istirahat bareng aku aja kita makan bareng di kantin "ajak candra


cellio hanya diam, tak menolak juga tak menjawab


" udah udah ngobrol nya lanjut nanti, dosen nya udah mau masuk " lerai renata


akhirnya mereka pun duduk di tempat masing masing setelah dosen masuk ke kelas mereka


" pagi semua " ucap dosen


" pagi prof " ucap mereka


" baiklah, bla bla bla blaaa " ucap dosen menerangkan


setelah jadwal selesai akhirnya mereka istirahat dsn menuju kantin bersama sama


di kantin mereka berpasang pasangan. mahasiswa yang melihat mereka hanya iri, tak suka juga menganggumi


" pesen apa lo pada" ucap karla saat sampai di meja yang kosong


" spagheti, jus strowberry " ucap cellio datar


"samain" ucap candra yang duduk di sebelah nya cellio


" gue nasgor, sama es coklat "ucap enno dan nino


" gue samain kalian " ucap reza dan rakha menunjuk karla dan renata


" yaudah gue sama renata mesen dulu ,ayo ren "ajak karla sambil menggandeng tangan nya renata


" pekerjaan " ucap cellio datar tanpa melihat enno


" butuh bantuan " ucap candra


" gausah " ucap cellio


suasama pun hening , sebelum ricuh membuncah


braaaakkkkk!!!!!!!


" heh anak pembawa sial, minggir lo" ketus amel bersama dayang nya


" haii beeb, kamu ko semeja si sama tu anak sial " ucap amel manja terhadap candra


" bukan urusan lo" ketus candra dingin


" isss kamu ko gitu sihhh , jangan mau nempel sama anak pembawa sial ntar kamu sial lo" ucap amel membujuk


sedangkan enno dan nino diam bukan karna peduli namun ia berusaha memendam emosi nya ketika amel menyebut princess nya pembawa sial


" kenapa pembawa sial "ucap reza memancing


" lo gatau apa, si pembawa sial ini yang bikin kaka dan ibunya meninggal " ucap amel sambil menunjuk cellio yang sedang santai namun raut wajah dingin dengan msih mengurus perusahaan nya


" lo tau dari mana " ucap rakha menimpal seolah tak tau


" yah gu gue dapat kabar aja kayk gitu " ucap amel gelagapan


" makanya jangan deket deket dia, ntar lo semua kena sial deket dia " ucap amel sinis


" heehh!!! lo denger gue gasih pergi gak lo!" bentak amel yang sedari tadi melihat cellio diam


cukup sudah kesabaran cellio. dia sudah membangunkan sisi iblis dalam tubuh cellio yang sudah lama tidur


"BRAAAAKKKKKK"


"lo ngomong apa " ucap altar ego . seketika suasana begitu mencekam, keringat dingin membasahi tubuh mereka yang merasakan nya begitupun di sekitar area cellio


altar ego cellio menatap amel yang berdiri ketakutkan melihat tatapan mata cellio yang berganti berwarna merah pekat


"lo- lo pembawa sial " ucap amel takut takut


"gue pembawa sial, atau lo pembawa sial di keluarga gue " ucap altar ego


" lo lah. lo itu pembawa siaaalll" teriak amel kencang tak melihat situasi yang akan terjadi pada nya


akhirnya altar ego mengangkat amel tanpa sentuh dan mengarah nya ke atas, mereka yang melihat bergidik ngeri begitu juga enno,nino, candra, reza dan rakha


"lep lepasin gue, gu gue minta maaf " ucap amel tertahan


"gak semudah itu seorang cellio melepaskan mangsanya, lo salah cari lawan " ucap altar ego menyeringai kejam


" princess, lepasin dia princess, jangan bikin dia mati " ucap nino takut takut juga was was


" sayaang lepas yaa, jangan kayak gitu" ucap enno menenangkan


sedangkan altar ego nya hanya menatap mereka dengan tatapan pembunuh nya


" lo mau gantiin dia ditangan gue " ucap altar ego tersebut


" en enggak gitu, sayaang lepas dulu yah kasian dia " ucap nino seraya mencoba membujuk


altar ego tak nenjawab ia hanya mengencangkan cekikan nya tanpa sentuh di amel membuat amel susah bergerak hingga hampir meninggal


" queeennn" pekik renata mengambil alih


renata langsung mengambil pisau lipat dan di iriskan ke tangan nya yang terbuka


"BRRUKKKKKK" amel pun terjatuh dengan terbatuk batuk meninggalkan bekas merah pada leher nya


" brrukkkk"


" QUEEENNNNN" pekik mereka


candra pun mengambil alih segera dan dibawa nya ke uks


mereka pun akhirnya bisa bernafas lega juga nafas mereka membaik walau sudsh melihat kejadian di kantin ini


meninggalkan kesan terkejut, takut juga takjub


" lo bawa ketua lo pergi dari sini " ucap renata tajam ke arah dayang amel


setelah nya renata bersama yang lain menyusul candra ke arah uks


" kuat banget dia, bukan cewe sial itu " batin amel menahan sakit yang luar biasa


di uks


" dok mana p3k nya " ucap candra dingin


"ini "


candra pun menaruh cellio hati hati dan mengambil kotak p3k dan segera membersihkan lukanya di tangan yang terluka


" queennn/ cell/ princess" ucap mereka yang sudah mendobrak pintu


tbc


jangan lupa tinggalkan jejak


oiyaa ada yang baru nihh yuk baca gaess masih hangat loooo



ceritanya juga tak kalah seruu 🥰🤗