THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
kembalinya pewaris tunggal



saat ini rehan, kia dan nara sedang berada diruangan nya mereka membicarakan sesuatu yang serius mengenai hari ini karna ini merupakan pertama kalinya bagi rehan untuk bertemu dengan paman nya , segala sesuatunya sudah dipersiapkan dengan matang


kini presdir rehan memakai tuxedo berwarna hitam,dengan dasi yang selaras, rambut yang dipangkas rapi serta kacamata hitam nya terlihat sangat gagah dan berwibawa


"apa kamu siap tuan" ucap nara


" hemm" dehem rehan


semakin hari sifat rehan semakin menjadi, tak ada nada halus yang menenangkan hati, terkecuali jika berhadapan dengan kia . selain itu ia akan menjadi pribadi yang dingin, dan terlihat kejam itu semua netral atas jati dirinya


" nanti kita akan mengadakan rapat pemegang saham dengan perusahaan anggara ,disana ada beberapa pemegang saham lainnya ,dimulai rapat jam 10 pagi " ucap kia dingin


" baiklah, apakah semua nya sudah siap " tanya rehan datar


" ehmm, semua nya sudah kuurus, kita hanya menunggu saja " ucap kia


" baik " ucap rehan


setelah beberapa jam akhirnya para pemegang saham sudah berada di tempat termasuk juga target kia


" baik, ayo kita mulai permainan nya , rehan kamu tunggu disini, biar aku dan nara yang mengahadiri rapat, nanti jika kau mendapatkan sinyal maka segeralah masuk " ucap kia tegas . rehan hanya mengangguk mengiyakan


"ayo nara kita mulai rapatnya " ucap kia


" baik miss" ucap nara


di ruang rapat


" selamat datang semuanya, maaf saya sedikit terlambat ,dan sebelum nya maaf karna presdir masih dalam perjalanan dan beliau memberi saya perintah untuk mengambil rapat kali ini " ucap kia tegas berwibawa


" dan perkenalkan saya asisten pribadi tuan rehan,nama saya res dan ini rekan kerja satu tim saya " ucap kia memperkenalkan diri


" salam kenal nona res, silahkan duduk "ucap salah satu pemegang saham dengan ramah


" baiklah, hari ini karna saya memimpin rapat kali ini apa ada permasalahan atau masukan yang ingin kalian sampaikan tuan tuan " tanya kia sopan


" iya nona, perkenalkan nama saya anggara, dari perusahan anggara, saya ingin menanyakan tentang pemutusan kontrak kerja sama kita , apa anda bisa menberikan saya penjelasan tentang itu " ucap paman anggara dengan nada ramah


" oh terkait itu, saya juga tidak mengerti tuan kenapa dengan presdir saya sehingga memutus kontrak kerja itu, dan jika saya bertanya apa anda menbawa surat kontrak kerja sama kita tuan, nanti jika presdir saya datang saya akan memberikan surat kontrak kerja itu dan membawanya yang baru untuk di konfrim kembali " ucap kia tanpa beban


" ini nona, saya membawa nya , apakah kita bisa menjalin kontrak kerja sama kita kembali nona " tanya anggara


" saya tidak menjamin tuan, itu tergantung dari ceo saya " ucap kia


" saya kira anda adalah ceo dari perusahaan ini nona " ucap anggara


" tidak tuan, saya hanya asisten saja biasanya yang menghadiri rapat adalah rekan kerja saya ini, krna saya tidak bisa terus menerus untuk menghadiri rapat " ucap kia


" lalu bagaimana dengan tuan rehan " tanya paman


" tuan rehan tidak pernah menghadiri rapat karna urusan di cabang yang ada di singapure dan spanyol jadi tidak ada waktu untuk menghadiri rapat di indonesia , dan ini nanti adalah pertama kalinya ia datang ke indonesia setelah beberapa tahun " ucap kia tenang


" baik nona " ucap angga


" silahkan diminun tuan tuan,jangan terlalu tegang, " ucap kia tenang


saat mereka sedang minum kia dengan sengaja menyenggol gelas nya mengenai berkas surat kontrak itu


" ah maaf maaf, saya tidak sengaja, tangan saya licin karna terlalu dingin " ucap kia panik lebih tepat nya pura pura, sedangkan anggara sudah menahan amarah terlihat dari tatapan nya yang menajam


" tidak apa apa nona, " ucap anggara berusaha ramah


kia hanya tersenyum tipis sangat tipis


" kenaaa" batin kia menyeringai


" ah naraa tolong kau tulis kembali surat kerja sama ini dalam waktu 20 menit , sekarang " ucap kia memerintah


" baik nona " ucap nara sambip membawa berkas itu


di dalam ruangan


" apa kah rencana nya lancar " batin rehan sambil berjalan kesana kemari


" tok tok"


" masukk" ucap rehan


" tuaan, ini berkas surat kontrak nya, saya membutuhkan berkas pengalihan saham " ucap nara


" ah iyaa ini, saya sudah menbuat nya " ucap rehan


sambil memberikan berkas berisi pengalihan saham


" apa semua nya berjalan lancar " tanya rehan


" iya tuan, dan sepertinya tuan anggara murka karna kontrak kerja sama nya kita tumpahkan jus " ucap nara


" lalu apa ini saat nya saya berperan " tanya rehan


" iya tuan, mari ikut saya, dan cobalah untuk tenang, dan jangan terbawa emosi, ingat anda ada di kalangan kami, saya akan menjaga anda " ucap nara sopan


" hufftt baiklaah " ucap rehan mengambil nafas dan menghembuskan secara perlahan


" baik mari tuan, rilexan diri anda, jangan sampai rencana ini gagal, agar saya dan miss kia bisa menangkap parasit itu " ucap nara tegas


" hemm"dehem rehan


akhirnya mereka pun menuju ruang rapat


" permisi nona, presdir rehan sudah datang dan beliau mengiyakan kontrak kerja sama itu kembali


" baik terimakasih, selamat datang presdir" ucap kia membungkuk


"terimakasih " ucap rehan dingin


" selamat datang tuan rehan" sapa para pemegang saham


" baik terimakasih silahkan duduk " ucap rehan dingin


" tuan, sebelum anda datang tuan anggara memberikan pengajuan surat kontrak kembali, namun sebelum itu saya tidak sengaja menumpahkan jus kedalam berkas itu dan menyuruh asisten nara untuk membuat yang baru, dan ini pembaruan surat kontrak kerja nya, mohon anda tanda tangan " ucap kia sopan namun mata nya menandakan sinyal , rehan yang paham akhirnya mengangguk


" baik terimakasih " ucap rehan mengambil surat itu dan menandatangani


" tuan anggara silahkan anda tanda tangan " ucap kia sopan sambil memberikan surat itu setelah ditandangi oleh rehan


karna paman rehan itu terbutakan oleh kekuasaan hingga ia tak sadar akan apa yang ia tanda tangani


" baiklah terimakasih atas partisipasi anda untuk menandatangani surat ini tuan, saya beeharap kita bisa bekerja sama dengan baik " ucap kia sopan sambil menjabat tangan anggara dan rehan


" maksud anda bagaimana nona " ucap anggara


" braaaaakkkkk" anggara menggebrak meja


" apa apan ini haaaa! apa maksud mu pengalihan saham " ucap anggara emosi


" tuan, apa kau tidak tau bahwa orang yang berada di depan mu ini adalah keponakan mu, rehan prada adiguna dan ia sudah menandatangi surat pengalihan itu sebagai pihak pemegang dan kau yang menandatangani surat itu sebagai saksi nya " ucap kia menegaskan


" jadi kau anak pembawa sial itu hah! apa apan ini , kau mempermainkan aku nona ress " ucap anggara emosi


" hahahahah, karna keserakahan mu, sehingga kau tak sadar bahwa itu juga termasuk kesalahan mu sendiri, masih ingin menganggap ku mempermainkan mu" ucap kia dingin


para pemegang saham yang mendengar itu pun menyetujui nya


" dan ku katakan sekali lagi tuan anggara, disini yang berhak atas perusahaan itu adalah anak kandung dari jendral prada adiguna, yaitu rehan prada adiguna " ucap kia menang


akhirnya mulai lah bisik bisik yang terdengar oleh mereka


" jadi tuan rehan adalah anak dari jendral prada yang tewas karna kebakaran massal itu, dan paman nya sendiri yang menguasai perusahaan itu " ucap salah satu pemegang


" ya anda benar tuan, seharus nya tuan rehan lah yang berhak karna dia merupakan pewaris tunggal tuan jendral, namun karna ada seseorang yang iri dan dengki akhirnya merencakan sesuatu yang amat besar dan akan membuat kalian sangat terkejut jika mengetahui nya " ucap kia memanasi


" dan orang yang saya maksud adalah orang yang berada di depan saya ini tuan anggara " ucap kia sangat dingin


suasana disana sangat mencekam, aura pembunuhan menyeruak disana, terlebih lagi aura yang dikeluarkan oleh kia adalah aura pembunuhan dan itu akan terjadi untuk nanti


" kenapa ada bisa tau nona, dan siapa anda sebenar nya " ucap salah satu pemegang saham


" saya memiliki bukti kejahatan tuan anggara , perkenalan saya itu tidak penting " ucap kia dingin


" hah, jangan coba coba membuat hoax nona,saya tidak mengenal mu, jdi jangan coba coba memfitnah" ucap anggara


" heh, anda fikir saya orang bodoh hah? membuat berita hoax kepada rekan saya ? anda harus tau tuan anggara, tuan rehan ini, adalah anak dari jendral prada, kaka tertua mu yang kau bunuh secara massal beberapa tahun silam, bagaimana saya tau, bukti seperti itu sangat mudah bagiku untuk menguak ,tidak sepertimu yang hanya bisa membunuh tanpa persiapan apapun , kau selalu berusaha untuk menemukan keponakan mu itu kan?? supaya tidak ada lagi penghalang bagimu? heh kau sangat liciik paman, sayangnya aku lebih licik dari mu " ucap kia menyeringai devil


" kamu jangan mcam macam yah , saya tidak perduli kamu siapa, dan kaamuuu, kenapa kamu hidup hah? aku sudah bersusah payah membunuh keluarga mu tapi kau merusak segalanya " bentak anggara emosi dan menodongkan pistol nya


suasana semakin mencekam semua yang berada disana merasakan itu


" heh! apa kau bisa memainkan pistol itu tuan, setahuku kau hanya bisa membunuh dengan api saja hahahah " ucap kia mengejek dan tertawa iblis


" diam kau *****, jangan coba coba menguras emosiku jika tidak ingin pistol ini mengenai kepala atasan mu " ancam anggara


" silahkan saja, jika kau punya nyali, dan lagi dia bukan atasan ku, dia hanya bawahan ku, dan aku adalah pemilik perusahaan ini, dan mengenai pistol itu, apa kau yakin ingin bermain pistol dengan mengancam pewaris pemegang saham terbesar didunia " ucap kia kelewat santai disaat genting sambil memainkan kukunya


" heh, rupanya kau menguji ku nona " ucap anggara menyeringai


"DDDOOOOORRRR" peluru pistol anggara mengenai tembok karna meleset sedangkan peluru kia tepat sasaran di tangan kanan anggara dan peluru kia lebih cepat dibanding peluru anggara


"AAAAAHHHHHHHHH"


"heh masih ingin bermain pistol paman " ucap kia santai


" kau mau tau siapa aku tuan??? tapi ku harap kau tak terkejut mendengar ini " ucap kia dengan nada dingin dengan mata tajam


" pemimpin dunia mafia, BLACKDEVILS, apa kau masih ingin bermain dengan ku, aku bisa saja membunuh mu, tapii sebaiknya kita lanjutkan bermain , nara bawa dia " ucap kia tegas


" baik nona" ucap nara dbantu mafio nya


" lepaskan aku bajingaan, dan kauanak sial ingat aku akan balaskan dendam ku pada mu " ucap anggara memberontak saat diseret paksa


" bawa dia ke tempat istimewa" ucap kia


" hei lepaskan tuan ku" ucap anak buah nya


" jika kau melangkah selangkah, maka peluru ini akan bersarang di otak mu " ucap kia kejam


" kau anak buah tak berguna, kau juga mematai matai bawahan ku kan selama ini ,heh, rupanya kau tak sadar siapa yang akan kau hadapi " ucap kia menyeringai devils


" jangan omong kosong kau nona, aku bukan orang yang kau maksud " ucap anak buah itu berusaha tenang


" DDOOOORRR, HEH masih mengelak, ingat ini aku tak butuh parasit seperti mu " ucap kia lirih namun menyeramkan jika didengar


" kau bawa dia ke tempat berbeda " ucap kia menyuruh anak buah nya


" huhhh akhirnya selesai jugaa " ucap kia sambil duduk


" maafkan kejadian ini tuan tuan, dan selamat untuk anda semua sebagai pemegang saham di perusahaan yang baru " ucap kia memberi selamat


"dan perkenalkan nama saya rezkia celina arhanya " ucap kia memperkenalkan diri dengan wibawa


" ternyata anda anak dari tuan candra dan nyonya celin nona " ucap salah satu pemegang saham


" benaar " ucap kia


" wah senang berjumpa dengan anda nona, dan terimakasih atas kepercayaan anda untuk menyetujui kontrak kerja sama kami " ucap orang itu


lain nya pun mengangguk setuju


" tidak masalah, semoga kerja sama kita bisa saling terjalin dengan baik dan bisa membangun kinerja yang saling menguntungkan " ucap kia tegas


" baiklah rapat kali ini selesai, dan terimakasih sudahh datang, maaf atas kejadian ini" ucap kia


" tidak masalah nona, kami mengerti, dan selamat untuk anda tuan rehan , semoga anda bisa menjadi atasan yng bertanggung jawab dan tegas dalam menangani masalah nanti " ucap salah satu nya sambil mengulurkan tangan guna menjabat diikuti yang lainn


" terimakasih tuan tuan " ucap rehan sambil menerima jabatan nya.


akhirnya semua orang pun mulai keluar dari ruang rapat bertepatan itu nara kembali ke ruang rapat


" nara tolong buat berita tentang ini dan buat pemgumuman jika anak dari jendral prada adiguna yang tewas kembali dan memimpin perusahaan adiguna corps " ucap kia memerintah


" baik nona " ucap nara


" dan beri pemberitahuan kepada seluruhnya bahwa miss kia kembali ke posisinya " ucap kia terkekeh


" baik nona" ucap nara sambil tersenyum


diikuti rehan


" terimakasih banyak atas usahamu selama ini nona kia, dan senang bekerja sama dengan mu " ucap rehan sambil mengulurkan tangan


" tidak masalah, dan selamat atas kembalinya posisi mu tuan rehan, dan senang bekerja sama dengn mu, semoga perjalinan kerja sama kita berjalan dengn semestinya " ucap kia berwibawa


" baik nona " ucap rehan sambil mencium tangan kia lembut


" ekheemm, maaf miss dan tuan, saya akan mengurus mereka kembali" ucap nara tiba tiba karna merasa canggung


" baiklaah " ucap kia


tbc