
sekitar 45 menit cellio sampai ke mansion . dan mereka yang melihat syok juga kaget, bukan.
bukan karna mereka melihat cellio tapi yang berada di pelukan cellio
sosok bayi bungil yang sedang tertidur pulas .
"whaaaattt debaaayyyy, queen lo dapat nih bocil dimaneeee? ngaretttt " pekik renata konyol
" berisik" ketus cellio menatap tajam renata
"princess, ko bisa kamu pulang pulang bawa anak kecil , bayi siapa itu " tanya nino lembut
" gue nemuin ni bayi di kolong jembatan, terus ada catetan nih juga katanya yang nemuin ni bayi minta tolong buat di rawat karna .si pengirim pesan gak kuat nahan sakit nya dia terus terpaksa ninggalin ni bayi yaudah gue bawa " ucap cellio datar sambil mengelus pipinya sayang
" kasihan banget kamu nak, udah tinggal sama ibunya " ucap karla sendu
" makanyaa karna gue kasian yaudah gue bawa, gue jadiin anak gue " ucap celio kelewat santai
"whaa-ssssttt gausah teriaakk " ucap cellio menatap tajam mereka ketika ingin berteriak
" kebiasaan deh lu pada teriak teriak gak tau ada anak gue apa yah " ucap cellio
"yaudahh princess, ehmm kamu mau ngasih nama siapa nih bayi " ucap enno menggegam tangan mungil bayi
" REZKIA CELLINA ARHANYA " ucap cellio tegas sambil tersenyum manis
mereka mendengar dan melihat senyuman cellio sekeyika takjub, mereka merindukan moment ini, dimana cellio bisa tersenyum dengan tulus tak ada senyum licik dan lainnya
" hai beby kia , kenalin ini aunthy renata " ucap renata gemas sambik mengunyel ngunyel pipi chubby
" hai beby kia ku, ini aunthy karla yang paling cantik " ucap karla dengan menyombongkan diri. sedsngkan merekabyang mendengar hanyaendengus jengah mendengar kenarsisan nya
" hai princess nya ini om nino dan enno " ucap nino
" hai sayang , ini aunthy sesil dan dinda " ucap sesil
" hallo cantikk, ini om candra , reza dan rakha " ucap mereka serempak
sedangkan debay nya yang sempet membuka mata langsung tertawa dan senyum, seakan debay ikut dalam perkenalan itu
" waaaahhhh gemeesssss" ucap mereka
" sayaang, kamu bawa ke kamar gih kasian debay ngantuk " ucap raga
"yaudah aku bawa ke kamar dulu yah " ucap cellio
" ekheemm, pnas pnas , es batu dongg, butuh asupan nihh " ucap reza jail
"paan sih lo, kayak bukan lo aja yang bisa " ucap raga menatap jengah
"eit eit eit tunggu dulu , nih kalian pada jadian " ucap nino menatap bengong
" kalo gue sih udah lauching sama bebeb karla " ucap rakha
" kalo gue udah dong setelah nya rakha " ucap reza bangga
" lah lo ga. koo manggil adik gue sayang " ucap nino menatap candra
" yah gapapa, bentar lagi juga lauching " ucap raga
" percaya diri banget lo " ucap enno yang diam sedari tadi
"bodo amat " ketus candra
" pms lo ketus amat " ejek reza
candra tak menimpali ia hanya menatap datar teman somplak nya itu
" gak pada balik nih" ucap cellio yang baru ikut gabung
" ngusirr nihh" ucap renata mengkat satu alis
" ren, kar, ikut gue ke ruang kerja lo semua disini aja " ucap cellio
akhirnya cellio, karla dan renata pun meninggalkan mereka yang berada di ruang tamu
" ngapain tu para cunguk " tanya reza
" gatau, biarin aja pasti penting "ucap nino santai
" kalian mau makan apa " ucap sesil menawari
" makan apa aja deh, yang penting makan " ucap rakha langsung.
sesil yang nendengar hanya tersenyum lalu mengangguk meningglkan mereka diikuti dinda
" sst, no, lo suka sama sesil" ucap rakha tiba tiba
nino yang diberi pertanyaan seperti itu hanya terdiam kaku
" lo juga en, lo suka dinda " ucap reza
enno hanya terdiam bisu
" wah wah kayaknya bakal ada yang ekheemm nih " ucap reza sengaja
" bukan urusan lo " ketus enno dan nino
" ck gak asik lo berdua " kesal reza
sedangkan di ruang kerja
" mau ngomong apa ni queen " ucap renata serius
"gue udah basmi tuh bayangan hama " ucap cellio seriys
" ha maksud nya " ucap renata
" suami asli hama " ucap cellio
" kok bisa " pekik karla tertahan
" gue basmi tu ketua dragon mafia ke 7 yang nyatanya adalah suami sah dari hama, kebetulan markas gue yang di selatan di hancurin ame dia yaudah kepala nya gue buat hadiah tu hama . merem melek dah "ucap cellio datar walau sedikit bumbu canda
" kok lo nggak ngajak ngajak kita sihh queen, gue kan juga pengen basmi udah lama lo kita gak nyari mangsa " ucap renata cemberut
" gue mau turun tangan sendiri , nanti bakal ada giliran kalian tenang Aja " ucap cellio menyeringai
" lo tau dari mna bakal ada lagi" ucap karla serius
" gue dapat dri rekaman cctv yang gue taruh di mansion utama mantan keluarga gue . gue ngawasin lwat sana, kenapa gue bisa tau karna waktu gue ngirim tu hadiah ke mansion nya . mafio nya gue suruh buat ngasih ke hama langsung nah pas dibuka. mereka marah, emosi dan bakal balas dendam buat yang udah neror dia. nanti itu bakal jadi urusan kalian , karna hama bakal ngirim mafia no 4 buat balas dendam, " ucap cellio panjanh lebar
" waahhh, wahhh kayaknyaa kurang pelajaran nih hama, masih gak tobat tobat okedeh serahin ke kita " ucap renata tersenyum devil
"hemm, yaudsh gue mau istirahat dulu, nanti kalo anak anak nyari bilang aja gue istirahat sambil nidurin anak gue " ucap cellio
"oke dehh momy " ucap renata dan karla
cellio hanya tersenyum tipis menanggapi panggilan barunya
akhirnya renata dan karla meninggalkan cellio. dan cellio segera ke kamar pribadi nya. sambil menimang debay nya yang tidur terlelap
"momy janji bakal rawat kamu dengan baik sayang, momy bakal bikin kamu menjadi wanita yang kuat dengan dunia keras ini, semoga kamu menjadi anak yang baik dan pintar dan bertanggung jawab yah " batin cellio tersenyum tulus sambil mencium kening dan pipi baby kia sayang
ia pun ikut terlelap menuju mimpinya
tobecontinue
jangan lupa tinggalkan jejak