THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
anggota baru



mobil nino sudah sampai di depan mansion megah cellio


"ASSALAMUALAIKUM PRINCESSS ABANG DATAANG MEMBAWA BABU" teriak nino menggema seluruh mansion


"bacot njing, toa lo" cecar enno yang kesal


sedangkan sesil dan dinda ia hanya terkekeh melihat keduanya.


"waalaikumsalam ,toa juga lo bang" ucap cellio datar


"princess kenalin ini sesil dan dinda, sesuai ucapan abang tadi " ucap enno


"iya gue tau, hai kak sesil kak dinda " sapa cellio


" ha hai ehm. maaf ya aku malem malem kesini, aku gak bermaksud kesini sebenar nya. aku cuma nyari kontrakan lagi tadi "jelas sesil tak enak hati


" iya gue tau, kalian tinggal disini aja bareng gue " ucap cellio menatap sesil dinda


"eh gausah gausah, kita cuma nginep aja sementara " tolak sesil sambil menggoyangkan tangan nya


"gak ada bantahan" tegas cellio dingin


"udah gapapa, kalian tinggal disini aja, lagian adik gue baik, dia sendirian, sekalian jadi temen dia " ucap nino


"princess abang pamit pulang dulu yah " pamit nino


"hemm, ati ati " pesan cellio


"bay princess " ucap mereka serempak


"ayo ikut gue" ucap cellio sambil berjalan


sesil dan dinda mau gak mau harus mengikuti cellio meskipun dalam hati merasa tak enak


"ini kamar kalian , kalo butuh apa apa ketuk aja pintu gue di kamar atas paling kanan" ucap cellio menjelaskan sambil membuka pintu


"ini kamar kaka, samping nya kak sesil " lanjutnya membuka pintu sebelah


"makasih yah ehm- cellio


iya makasih yah cellio udah bolehin kita nginep disini " ucap sesil diangguki dinda


"gapapa, kalian harus tinggal bareng gue gausah nginep tapi tinggal disini mulai hari ini " titah cellio


sesil dan dinda terkejut


"ehm cell kami gak enak kalo harus tinggal disini, kita baru ketemu, kamu emang gak khawatir kita orang jahat" ucap dinda lirih


"gue tau kalian, lagipula gue udah tau semua nya tentang kalian , jadi anggap aja gue adik kalian " ucap cellio


sedangkan mereka yang nendengar pun terharu ternyata cellio merupakan wanita baik hati walau cara bicara nya dingin dan datar


"terimakasih cell, terimakasih " ucap sesil tulus


"hem sama sama kak, udah kalian istirahat aja ini udah malam " ucap cellio sambil tersenyum tipis


"baik " ucap serempak


"kamu emang baik cell, padahal aku gak kenal kamu, tapi kamu mau nolong kami" batin sesil senyum tulus


sedangkan cellio yang mendengar batinan sesil tersenyum tipis


pagi pun tiba


"selamat pagi cell" sapa mereka di dapur


"hem pagi kak, kalian udah bangun pagi sekali" ucap cellio


"heheh kami emang terbiasa bangun pagi " ucap dinda


"hem cell, apa kamu tau kami " ucap sesil bertanya


kaka nama nya sesil putri anggara putri dari alm anggara dengan alm ibu anjali . kaka hidup sebatang kara semenjak 8 th lalu, kaka banting tulang cari kerja sampai bertemu dengan kak dinda .


dan kak dinda nama nya dinda kirana putri dari ayah bimo supatra dan ibu kayla kirana mikase


ayah dan ibu kaka bercerai sekitar 5 th lalu dan kaka diasingkan disana karna kaka ga tahan akhirnya kaka keluar dari rumah dsn bekerja lalu berteman dengan kak sesil" ucap cellio panjang lebar secara inci


sesil dan dinda lagi dan lagi dibuat terkejut oleh penuturan cellio


"bagaimana kamu tau tentang hal ini" tanya sesil bingung juga takut


"semua informasi gue bisa dpaatkan dengan muda, jadi untuk masalah sekecil itu gue bisa cari " jelas cellio


"kamu pintar cell" kagum dinda


"biasa itu, yaudah gue bantu masak ya " ucap cellio


"eh eh gausah lagian ini udah mau selesai kok " tolak sesil


"iya mending kamu duduk Aja. bentar lagi makanan nya siap" ucap dinda


cellio tanpa menjawab ia menuruti untuk duduk di meja makan


"bibi, panggilkan penghuni mansion buat makan bersama "titah cellio


" iya queen" ucap bibi


sedangkan sesil dan dinda ia berfikir bahwa cellio merupakan wanita yang sangat baik, tanpa memandang status


"kamu baik sekali cell, kami beruntung bertemu dengan mu" batin dinda senyum tulus


"hatimu baik cell, kaka janji akan jadi kaka yang baik buat kalian " batin sesil menatap cellio


cellio yang mendengar batinan mereka hanya diam walau dalam hati tersenyum tulus


"terimakasih" batin cellio


akhirnya mereka pun makan. bersama disana


"terimakasih cell, karna kamu sudah mengizinkan kami tinggal disini, kami gatau lagi harus bagaimana membalas nya" ujar sesil sendu


"kalian gak perlu berterimakasih, cukup balas dengan jadi kaka gue, karna gue suka sama kalian, " jelas cellio


"kamu serius mau kami jadi kaka kamu cell" tanya dinda kaget


"yah gue serius " ucap cellio


"tap-


" gak ada bantahan, anggap aja ini sebagai balas budi kalian, gue disini butuh kaka seperti kalian sebagai penghangat mansion ini" ucap cellio


"iya non, gapapa jangan ditolak permintaan queen, di mansion ini emang sepi non, jadi kehangatan kurang karna yang punya mansion sangat dingin " ucap bibi becanda


" kami mau jadi kaka kamu tanpa paksaan, karna kami tau kamu orang baik, dan kami berjanji dan usaha untuk jadi kaka yang baik buat kamu, tanpa ada maksud apapun karna kami tulus menerima itu " jelas sesil tulus


"maaf jika ucapan ku dingin atau datar kepada kalian karna memang ini sifat ku " jelas cellio


"kami mengerti sekali lagi terimakasih queen " ucap sesil memeluk queen yang dibalad oleh queen


"sama smaa kak" ucap cellio sambil mengelus sesil begitu juga dengan dinda


"tobecontinue"


"mksh sdh vote"


"mksh sdh coment"


"syg kalian banyak banyak"