
saat kia sedang menuju kearah ruangan nya seseorang tak sengaja menabrak punggung nya karna tergesa tega, sambil membawa beberapa fotocopyan
" brrukkkk"
"ah maaf maaf , maafkan sayaa miss " ucap seseorang itu
kia tak menjawab namun ia hanya menatap pria yang menabrak nya, kia meneliti semua nya dari atas hingga bawah
pria tegas namun memakai kacamata bulat nya, rambut rapih, memakai jas formal berwarna hitam , hidung mancung, kulit putih , bibir sexy, mata nya tajam namun percayalah ia sangat lemah lembut
setelah pria itu membereskan kertas kertas itu ia pun berdiri tegak namun pandangan nya menunduk
" tegakkan kepala mu " titah kia dingin
perlahan namun pasti mata pria itu sedikit mengatas karna tinggi pria itu jika dibandingkan kia , kia hanya sebatas telinga nya , sedangkan kia harus mendongak sedikit lebih banyak
" cantik/tampan" ucap batin mereka , jangan lupa nara yang standbye berada disana melihat kejadian itu
" siapa nama mu " ucap kia dingin
" nama , nama saya REHAN miss " ucap pria itu bernama rehan
" hm anak magang bagian mana " tanya kia
" bagian EDP nona " jelas rehan
" kenapa tergesa gesa " tanya kia yang entah mengapa sedikit tertarik dengan karyawan magang ini
" saya hanya ingin mempersingkat waktu untuk ketepatan waktu nona " ucap rehan
" lain kali tidak perlu berlari, berjalan lah dengan sedikit melihat situasi agar kejadian ini tidak terulang " ucap kia mengingatkan dengan dingin
" ada apa dengan miss " batin nara yang memerhatikan sikap atasan sekaligus sahabat nya
" baik miss kalo begitu maaf saya harus segera membereskan pekerjaan saya, saya undur diri " ucap rehan sambil menunduk hormat dan berjalan lebih dulu
" siapa dia, mukanya tidak asing bagiku " batin kia yang terbengong
" maaf miss , mari " ucapa nara membuyarkan lamunan nya
" ah iya ayo " ucap kia
sedangkan di sisi lain
" seperti pernah melihat nya ,tapi dimana " batin rehan sambil menaruh kertas kertas
" sudahlah tidak perlu dipusingkan " batin rehan sambil membenarkan kacamatanya dan segera duduk di tempat
ruang ceo
" nara, sudah berapa lama pria itu bekerja disini " tanya kia sedikit datar
" pria tadi sudah berada disini sekitar 2 minggu yang lalu miss, dan pria itu mendapatkan perizinan bekerja disiini atas rekomendasi dari univ R'Z " jelas nona
" oh rupanya dari univ momy " batin kia sambil mengetuk ngetuk meja
" baiklah kau boleh pergi sebelum itu kosongkan jadwal ku , aku akan pulang lebih dulu " ucap kia
" baik miss " ucap nara sambil mengangguk .lalu ia pun meninggalkan ruangan
" rehan , rehaan " gumam kia sambil kepala nya menengadah keatas
" pria culun , apa dia " gumam kia mengingat ngingat wajah rehan tadi
" ddrrrttttt "
bunyi ponsel kia membuyarkan lamunan kia
layar ponsel itu menunjukan nama momy nya
" assalamualaikum mom, ada apa " ucap kia dingin
" princess pulang lah " ucap celin lalu mematikan panggilan sebelum kia menjawab
" huft untung sayang " gumam kia . dia segera beranjak dr kursi dsn menuju ke loby
setiap ia jalan semua karyawan yang melihat menunduk hormat dan sesekali ada yang menyapa nya dan hanya dijawab deheman
" miss " ucap satpam
" terimakasih " ucap kia
" sama sama miss " ucap satpam itu
kia sangatlah sopan santun tak melupakan atitude nya meskipun ia atasan ia tetap sopan terhadap yang lebih tua walau dengan nada yang dingin
kia segera menyalakan mobil nya siap membela jalan menuju ke mansion utama momy nya
setelah sampai di mansion ia segera keluar dari mobil nya
" assalamualaikum mom dad, kia pulang, dirgaa kaka pulang " ucap kia teriak
" waalaikumsalam, kakaaaaa " ucap dirga sambil berlari dan meloncat ke tubuh kia
" astagaa dirgaa kalau jatuh gimana " ucap kia sedikit tegas
" maaf kaak " ucap dirga menunduk
" sudahlah tidak papa " ucap kia yang yang tega
" kiaa, kemari " ucap momy
tanpa menjawab kia segers melangkahkan kaki nya menuju ruang keluarga
" ada apa mom " ucap kia yang sudah duduk di kursi
" kau tau tentang tragedi kebakaran massal yang terjadi beberapa tahun yang lalu " ucap momy tho the point
" iaa " ucap kia singkat meminta penjelasan
" ternyata masih ada yang selamat tolong kau cari anak yang masih selamat dari kebakaran massal itu " ucap momy memohon
" kenapa harus aku " ucap kia datar
" momy tak bisa mencari nya dan momy harap kau bisa menuntas kan nya , momy hanya bisa mendapatkan beberapa bukti tapi terkait anak itu mony tidak bisa, mungkin saat ini anak itu sudah dewasa mungkin ia diatas mu usia nya " ucap momy menatap kia
" huft , baiklah akan kia coba " ucap kia pasrah
" terimakasih nak, tolong kau temukan anak itu " ucap momy
" memang nya kenapa jika aku tidak menemukan nya " ucap kia
" kau harus menemukan nya "ucap momy tegas tanpa terbantah
" ia, biarkan aku istirahat " ucap kia dingin sambil melepaskan pegangan tangan dirga
setelah kia pergi dari sana . dady nya berucap
"ada apa honey , kenapa kau sangat memaksa kia untuk menemukan anak itu " tanya dady lembut
" nanti kau akan tau sayaang " ucap momy sambil mencium pelipis candra dan beranjak dari sana
di kamar kia
" kebakaran massal itu sudah lama, bagaimana aku bisa menemukan anak itu yang mungkin sekarang sudah dewasa, bagaimana jika muka nya hancur atau sudah operasi wajah " gumam kia sambil telentang
"ahh ini sangat membuat ku pusing " pekik kia tertahan . untung saja kamar kia kedap suara
" sebaiknya aku membersihkan diri " gumam kia dengan diri sendiri
selama kia berada di kamar mandi, ada notif masuk dalam hp nya
tbc