THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
rasa sakit



saat ini kia beserta yang lain nya sedang berada di ruang vvip tempat celin dirawat , kia sedang memandang wajah momy nya ntah apa yang ia fikirkan saat ini, lamunanya pun terbuyar karna sentuhan tangan seseorang , kia pun menengok dengan tatapan datar nya


" kiaa sebaiknya kita beritahu suami dan yang lainnya juga, aunthy takut mereka semakin marah dan kecewa terlebih lagi celin dalam keadaan koma " usul renata


" hem baiklah aunthy, kau hubungi saja " ucap kia datar


" nara, kau kembalilah ke kantor urus jadwal ku selama beberapa hari ini, kau tau maksudku? " ucap kia datar


" mengerti miss " ucap nara lalu segera keluar dari ruangan


tak berapa lama dady, kakek beserta aunthy dan uncle nya pun datang tak lupa dengan anak" dan adiknya


" sayaaanggg, apa yang terjadiii, kenapa bisa begini" ucap candra khawatir


" KIA APA YANG SEBENAR NYA TERJADI PADA MOMY MU,APA YANG KAU LAKUKAN " bentak candra krna merasa khawatir sehingga tidak bisa mengendalikan emosinya


" ehm, candra tenanglah ini bukan salah kia" bela renata karna takut keponakanya jdi sasaran amarah


" jelaskan ada apa ini" ucap kakek mencoba tenang menatap nanar mereka


renata dan karla pun menceritakan kronologis nya sampai akhirnya mereka pun paham kenapa bisa terjadi


" maafkan dady sayang, dady membentak mu, dady hanya takut kehilangan momy mu " ucap candra merasa bersalah


" jadi benar awan yang menggelap karna ratu kembali " ucap nino mencoba mengalihkan pembicaraan


" iyaa dan beginilah akhirnya celin koma karna tenaga yang dikeluarkan menguras banyak " ucap karla membenarkan


" aunthy, aku keluar dulu" ucap kia dingin dengan nada tak bersahabat


tanpa mendengar jawaban mereka kia pun akhirnya pamit dari sana dan pergi entah kemana


" maafkan dady sayang, dady lepas kendali" batin candra menatap putri sulungnya yang sudah berjalan kearah pintu ruangan


" sakittt, ini sakit" batin kia


"AAAKKKKHHHHHHHH" teriak kia didalam mobil


" apa dady akan tetap seperti dulu, atau akan berubah seperti yang pernah dialami momy dulu " batin kia merasa sesuatu akan terjadi


" sudahlah, jika memang begitu aku akan menghadapinya sendirian , tak perduli siapa yang mendukung ku, yang pasti aku merasa akan ada sesuatu yang besar yang akan menghancurkan keluargaku " desis kia memejamkan mata nya saat berhenti di tengah jalan


"aku butuh pelampiasan " gumam kia merasa haus akan membunuh, jiwa psikopatnya seolah bergejolak ingin menerkam mangsa


" tepat" gumam kia tersenyum devil


" berhenti kalian " bentak kia menatap bara para mangsa nya


" wahh ada pahlawan cantik," ucap preman yang diketahui anak buah dr preman


" serahkan tas itu, atau kalian akan mati ditangan ku " ucap kia tegas


" ciihh! perempuan seperti mu tak usah sok jago pahlawan lebih baik kau layani kami, kebetulan aku butuh pelampiasan " ucap preman yang diperkirakan hypersex


" heh! tua bangka yang tak berguna " desis kia menantang


" bangsat" desis preman itu lalu menghajar kia sekuat tenaga , sedangkan kia dengan santainya mengelebui serangan nya tanpa lecet sedikitpun


" serang aku jika kau merasa pahlawan nona , jangan menghindar seperti pengecut" tantang preman itu


"heh satu jentikan jari ku akan membuat kau mati kutu tua bangka " ucap kia senyum devil , dan benar saja


kia menggunakan satu jentikan jari ini bisa membuat orang yang disentuhnya mati kutu jika ia ingin mengunakan teknik ini,


siapapun tidak ada yang mengetahui nya termasuk keluarga nya


entah belajar dari siapa kia belajar menggunakan teknik ini yang pasti kia gunakan jika ia sedang mencari mangsa saja tanpa mengeluarkan senjata


" apa kalian mau seperti bos mu, atau segera pergi dari sini atau kalian mau merasakan rasanya di tusuk oleh belati milikku "ucap kia sambil mengeluarkan belati dibalik bajunya


mereka yang ketakutan dan takut seperti bosnya pun akhirnya memilih pergi dari snaa dan meninggalkan barang yang di curi tadi


" milikmu, ambillah dan pergi dari sini " ucap kia dingin tanpa menoleh kearah perempuan yang sedari tadi menatap nya dengan pandangan yang sulit artikan namun tidak bagi kia, ia tau akan tatapn itu maka ia menghiraukan perempuan itu disana dan segera masuk kedalam mobil nya


" huh ***** lesby " desis kia yang jijik dengan tatapan memangsa gadis tersebut di dalam mobilnya sebelum melaju


" ah setidaknya moodku sedikit membaik dan melupakan kejadian tadi " gumam kia sambil menatap kedepan


" sudah malam sebaiknya aku ke apartemen saja " batin kia


apartemen kia ini dekat dengan kantor, kia akan ke apartemen nya jika ia sedang mengalami masalah seperti hari ini, dibentak oleh dady nya dan malah bertemu dengan seorang perempuan yang membuat nya jijik


" mom segeralah sadar " gumam kia di dalam kamar sebelum pergi ke alam mimpi


tbc