THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS

THE QUEEN MAFIA OF BLACK DEVILS
perasaan yang janggal



kini saat nya celin pulang dr rs karna ia yang memaksa untuk pulang dan lagi dia sudah baik baik saja untuk apa di rs lama.


celin juga meminta kepada suami nya untuk mencoba membujuk anak nya supaya kecangungan tidak berlangsung lama atau nanti akan terjadi masalah jika tidak di selesaikan . sedangkan candra- suaminya hanya mampu mengangguk pasrah karna ini memang salahnya


" sudah selesai " tanya candra kepada celin yang sudah berberes pakaian disana


" iya, sudah" ucap celin


" mommy,dirga kangen " ucap dirga sambil memeluk leher momy nya


celin hanya tersenyum menanggapi nya ia pun mencium kening sang dirga .


" yaudah ayo pulang " lerai candra yang jengah melihat anak bungsu nya nempel ke istri nya


" kau ini boy boy lagian itu anakmu kenapa cemburu sekali " kekeh kakeh


candra hanya memutar bola nya malas


skipp


saat ini mobil candra sudah sampai di mansion utama


terlihat nampak sepi kemana pergi nya semua orang ah lebih tepat nya anak sulung nya itu?


" selamat datang kembali nyonya " ucap art


" ehm terimakasih , kia mana bi" ucap celin


" sedang diruang kerja nya nyonya " ucap art


" baiklah kau boleh lanjutkan pekerjaanmu" ucap celin dan langsung melangkah masuk ke dalam diikuti semuanya


" celin sebaiknya kau istirahat aja, kakek akan menghampiri cucu kakek " ucap kakek


" ehm, ayoo dad" ajal celin


" kalo gitu dirga juga izin buat main dulu yah mom dad kek kerumah uncle enno " ucap dirga


" iya tapi hati hati " pesan candra


setelah mendapat izin dirga pun langsung menuju ketempat uncle nya yang memang tak jauu dr mansion


sedangkan candra beserta celin menuju kamar mereka , kakek menuju ke ruang kerja kia


tok tok!!!


" kamu sibuk sayang " ucap kakek


"eh kakek, hemm tidak terlalu hanya masalah kecil, ada apa kek" ucap kia yang sudah mulai berjalan menuju kakek nya


" kakek punya firasat buruk tapi kakek tidak tau apa "09 ucap kakek setelah diam beberapa saat , sedangkan kia? jangan ditanya dia juga merasakan hal yang sama tapi dia tidak tau apa yang pasti dia merasa akan kehilangan atau mungkin masalah yang sangat besar nanti nya


" kia juga merasa begitu, tapi semoga saja semua pemikiran ini tidak terjadi" ucap kia lembut


" princess, kakek menyayangi mu sangat menyayangi cucu kesayangan kakek ini, kakek harap kau ingat kata kata kakek, jangan menggunakan emosi mu untuk melawan musuh, tapi gunakan akal sehat mu supaya musuhmu tidak bisa menebak apa yang akan kau lakukan , dan satu jika suatu saat ini kakek tiada, kakek harap kau bisa menyelesaikan semuanya " pesan kakek


kia tak menjawab namun ia hanya mengangguk dann tersenyum serasa memeluk erat kakek nya dan dibalas tak kalah erat oleh sang kakek .


" kia sayang kakek" ucap kia pelan


" kakek juga sayang cucu kakek, ah iya tentang dady mu, maafkan dia yahh, suatu saat kau juga akan mengerti kenapa dady mu membentak mu saat melihat orang yang dia cintai terluka " ucap kakek hati hati


" iya kek kia mengerti kia juga tidak bisa berlama lama untuk menghiraukan dady " ucap kia


" baiklah jaga kondisimu, jangan terlalu monoton bekerja hemm, kesehatan juga nomer satu, istirahatlah " ucap kakek


" siap kakek, kakek juga yah, istirahat lah, jangan terlalu kecapek an , nanti jila kakek sakit siapa yang akan memberikan aku petuah seperti tadi " dengus kia bercanda


" hahahahahaha, yasudah kakek istirahat dulu " ucap kakek seraya berdiri


" iyaa kek " ucap kia


kakek pun pergi meninggalkan kia yang sedang menatap punggung kakek nya


kia pun menghembaskan tubuhnya ke kursi kerja


" sangat janggal sekali " ucap kia ambigu


pandangan nya tak bisa terbaca, ntah itu pandangan yang entahlah kia sendiri tak tau ia pun akhirnya memejamkan matanya dan tak lama kemudian ia tertidur di kursi kebesaranya .


drrrrtt drtttt drtttt


kia masih sibuk dengan mimpinya menghiraukan telf dari seseorang


sedangkn di sebrang sana


" dia kemana ? aku merindukan mu" ucap orang itu


hayoooo siapaa??????