the meaning of justice

the meaning of justice
Bagian 6



*2 Minggu Kemudian


Hari-hari menentukan telah usai pengumuman kelulusan termuat di website dan koran-koran. Seperti yang diharapkan akhirnya aku lulus fakultas Hukum.


Aku menyampaikan pada ayah, apa yang aku impikan sudah terealisasikan. Dengan hati yang diselimuti kebahagiaan, wajah yang ceria penampakan kegembiraan segera pagi-pagi aku buatkan kopi buat ayah setelah mencetak hasil kelulusan di komputer.


Aku sengaja menuju dulu ke dapur tidak langsung memberikan hasil kelulusan pada Ayah dan memberinya bersama-sama dengan secangkir kopi, pasti ayah lebih bahagia.


"Ayah, aku ada hadiah buat ayah" ucapku dengan gembira sembari membawa secangkir kopi.


"Hadiah apa itu nak" tanya ayah sembari mengambil kopi di tanganku dan menaruhkan di meja kemudian dia mengangkat ke mulutnya.


Aku pun menyerahkan selembar kertas yang kulipat 2 dan ayah mengambil kemudian membukanya


"walah walah ternyata anakku lulus" ucap ayah sambil tersenyum.


"Car...Lina... nomor tes 0998865... lulus ilmu hukum." ayah membaca kembali dengan pelan menunjukkan kebahagiaannya.


"Memang pintar kau Nak... ayah sangat bangga punya anak seperti mu" Ayah memuji ku. Aku pun tersipu malu sembari tersenyum.


"Siapa dulu ayahnya" Aku balas pujiannya


"Kapan mulai masuk Nak.." tanya ayah kepada ku.


"Sekitar 1 bulan lagi Ayah dan sekaligus pendaftaran ulang, aku cek di situs" jawabku


Aku melihat kebahagiaan Ayah terpancar dari raut wajahnya yang selalu tersenyum sembari mengisap rokok dan terus menatap berulang-ulang selembar kertas hasil kelulusan ku.


Bagiku masuk fakultas Hukum adalah impian bukan sekedar ingin belajar ilmu hukum, tetapi ibu. 7 tahun yang lalu membekas dalam ingatan ku drama di persidangan hingga ibu menjadi korban dari drama itu. Tentu Ayah tidak tahu apa yang terbelit dalam pikiranku, ingin akhiri drama itu dengan adil.


* Rumah Rara


"Mama...Mak...Makkkk" teriak Rara di kamar, sembari melihat laptop.


Mama Dwi pun masuk ke kamar Rara, "Kenapa Nak" tanya Mama Dwi


Mama Dwi menghampiri dan membacanya tanpa basa-basi langsung memeluk Rara dengan riang gembira. Ternyata lulus ilmu ekonomi akuntansi.


"Ternyata anak mama ini, akan menjadi mahasiswa" ucap Mama Dwi sambil memeluk anaknya dengan kasih sayang.


"Bagaimana dengan Nak Car" tanya Mama seakan tidak melupakan aku walaupun dia bahagia dengan kelulusan Rara.


"Coba lihat nama Carlina" suruh Mama Rara


Rara pun mengetik nama ku, dengan cemas mereka menunggu hasilnya.


(Carlina Nomor tes 0998865 lulus ilmu hukum), begitulah yang tertera di website. kegembiraan mereka pun bertambah dengan lulus nya aku.


"Nanti undang Rara sama papanya untuk merayakan, kalian diterima di Universitas kebetulan kakak mu libur panjang dan akan nyampe nanti sore di rumah. Biar mama yang mempersiapkan untuk makan malam bersama-sama, lagi pula sudah lama nggak kumpul lagi sama keluarganya Rara." Kata Mama Dwi


"Ow iya, ide bagus itu ma apalagi kakak juga pulang hari ini" celetuk Rara


"Aku hubungi dulu Rara" sahut Rara


Rara pun menelpon ku.


"Car kamu lulus ya," Rara pura-pura menanyakan padaku


"Iya lulus, bagaimana denganmu"


"Alhamdulillah lulus juga...hey Mama mengundang kamu sama ayahmu untuk makan malam bersama sama di sini, sekaligus merayakan kelulusan kita" kata Rara


"Boleh, tapi aku tanya dulu sama ayah" jawabku


"Iya dah kabarin nanti" ucap Rara


"Terima kasih Ra, salam sama mama" sahutku sambil menutup telepon.