
Awal nya aku mulai bingung dengan adanya Rafli sebagai sahabat lelaki ku.Dia begitu perhatian sekali dengan ku,bahkan perhatian nya melebihi batas yang bukan sewajar nya.Tapi aku selalu berpikir positif untuk menganggap nya hanya sebatas teman.
Dengan adanya Rafli yang sebagai sahabat ku sekarang ini,Chelsea semakin tak suka dengan kehadiran ku di sekolah ini.Dia selalu membuat ulah dengan ku agar aku bisa di keluarkan dari sekolahan ini.Entah mengapa dia kok begitu benci dengan ku padahal juga aku dan dia hanya sebatas sahabat.Jika memang Chelsea suka dengan Rafli lantas mengapa ia harus membenci ku seperti ini? Jika memang Chelsea sudah berpikir lebih dewasa pasti dia bisa membedakan antara mana kedekatan sahabat dengan kedekatan pacaran.Apa mungkin hubungan ku dengan Rafli yang sebatas jadi sahabat ini salah? atau mungkin membawa arah negatif dalam hidup ku.Selalu aku berfikir seperti ini.
"Ke kantin yuk Hes" ucap Rafli dari belakang bangku ku.
"Oke ayo Raf" ucap ku.
Lalu tiba-tiba Rafli menggandeng tangan ku dengan sergap dari belakang.Bagai pinang di belah dua jantung ku berdebar-debar sangat berdetak kencang.Langsung saja ku lepaskan tangan nya itu agar tak menimbulkan fitnah lagi.
"Ehh kenapa kok di lepas?" Tanya Rafli dengan muka heran.
"Aku tak mau menimbul kan fitnah lagi di kelas ini,aku takut dengan adanya hubungan persahabatan kita ini malah jadi mala petaka kita sendiri terus aku kan pernah bilang kalau mau sahabatan sama aku itu ya sewajar nya saja tak usah seperti ini aku malah tak suka" ucap ku.
"Oalah ya maaf kalau gitu kalau perbuatan ku buat kamu tersinggung,jangan marah ya" ucap nya.
"Hemm yaudah gapapa kok,ini jadi ke kantin apa gak? aku udah lapar banget nih" ucap ku sambil agak tersenyum.
"Skuy ayolah berangkat" ucap nya.
"Kamu traktir ya kan tadi kamu yang ngajak aku wkwk" ucap ku.
"Siap Kakak negara wkwk" ucap nya sambil hormat dan tertawa-tawa.
"Ehh aku cuma bercanda loh tapi kalau di anggep serius juga alhamdulillah Hehe" ucap ku sambil ketawa.
"Aku beneran kok emang tadi tujuan nya mau traktir kamu" ucap nya.
"Alhamdulilah kalau gitu" ucap ku sambil ketawa.
Di jalan menuju ke kantin aku dan Rafli bercanda terus.Kita berdua sama-sama menghibur diri satu sama lain.Ada aja ulah yang di ciptakan untuk ngelawak.Sampai di kantin kita berdua masih aja bercanda sampai-sampai di lihat sama siswa lain kita ini kayak orang pacaran yang sama-sama gila nya wkwk.Sempat malu waktu di lihatin sihh tapi aku mah bodoamat aja kan aku orang nya Losss wkwk.
Aku di kantin waktu itu pesan makanan Mie ayam sama kayak Rafli terus kita juga satu meja makan.Pokok dari menu makan sampai menu minum Rafli itu sama semua kayak yang aku pesan.Saat pesanan ku dan pesananan Rafli datang kami juga sempat bercanda aja terus tiada berhenti.
"Udah deh stop yuk kita makan dulu" ucap ku.
"Hiya-hiya oke" ucap nya.
Saat aku sedang enak-enak nya makan lalu aku menoleh kan kepala ku ke arah timur sana dan aku melihat Mita yang ternyata sedang melihat ku dari tadi.Ia menyapa ku dengan senyuman manis sambil melambaikan tangan kanan nya.Aku sedikit membuat kode dari sebuah tangan ku dari kejauhan sini bertujuan untuk mengatakan bahwa aku ingin menghampiri nya yang ada di sana.Tapi Mita juga mengkode ku untuk tak perlu aku menghampiri nya karena dia terlihat tergesa-gesa di sela-sela semua teman-teman nya.
"Kamu ngeliatin siapa? Kok kayak kode-kode gitu" Ucap Rafli sambil menoleh ke arah yang sama seperti ku.
"Ohh itu tadi ada temen ku" ucap ku sambil melanjutkan minum Es.
"Mana Dia? Siapa nama nya?" pertanyaan Rafli yang mulai beruntun kepo nya.
"Dia udah pergi tadi tuh sama temen-temen nya,Nama dia Mita Fitri Anggraini" jawab ku dengan santai.
"Kayak pernah dengar nama nya,dia anak MIPA 3 ya kalau gak salah?" Tanya Rafli.
"Iya kamu kok tahu?" ujar ku.
"Iya soal nya aku nge save kontak dia" ucap nya.
"Oalah gitu tah" ucap ku sambil mengaduk-aduk Es ku.
Tiba-tiba di belakang ku ada Chelsea...
....Suuuurrrrffttttt....
Chelsea menuangkan gelas es ku ke arah baju ku.Semua isi Es ku tumpah ke baju ku jadi basah separuh.
......Buggffff....
Dia memukul pundak ku dan sedikit menekan sehingga aku ingin terjatuh mundur tapi gak jadi.Saat Chelsea melakukan itu pada ku di lihat oleh semua siswa lain.Hal yang memalukan jika berantem di depan umum.(Sakiti orang yang telah membuat mu sakit,jangan memukul dahulu jika ingin di bilang benar,berani lah jika engkau memang benar-benar tidak salah) itu ucap ayah ku yang selalu tertanam saat aku ingin emosi di depan semua orang.Melihat tindakan ku yang diam layak nya anak cupu yang kehilangan permen nya Rafli mencoba menenangkan keadaan.
"Kenapa kau diam saja?Apakah kau tak berani dengan ku?Bilang lah kau gadis cupu" ucap Chelsea dengan nada keras.Aku diam-diam seribu bahasa agar amarah ku tak terlalu menyala.
"Sudahlah kau ini seperti anak kecil saja"Ucap Rafli sambil sedikit marah menunjuk kan jari nya ke arah muka Chelsea.
"Anak kecil maksud mu apa? Siapa di sini yang anak kecil Dia Atau Aku?" Chelsea membicarakan lantang sambil menunjuk ke arah muka ku.
"Kau ! yang seperti anak kecil melakukan tindakan sekonyol ini !" ucap Rafli dengan nada keras kelihatan nya dia juga ikut marah.
Aku mencoba mengelus-elus pundak Rafli untuk meredahkan amarah nya.
.....Plaakkkk....
Chelsea malah memukul tangan ku begitu keras yang ku buat untuk mengelus pundak Rafli.
"Apa yang kau buat ini bocah kecil? Kau tak tahu malu sekali di depan umum seperti ini" ucap Chelsea.
"Aku hanya mencoba menenangkan Rafli" ucap ku dengan singkat.
"Tindakan mu sangat memalukan,atas berhak apa kau melakukan ini semua?Kau bukan siapa-siapa ku dan kau tak berhak untuk cemburu layak nya bocah yang klepek-klepek terkena Cinta monyet saja.Cobalah sadar diri kita ini hanya sebatas teman tidak lebih" ucap Rafli yang langsung menggandeng tangan ku di depan mata Chelsea dan semua siswa lalu mengajak ku pergi dari kantin.Chelsea kelihatan nya sangat marah dengan ku tapi aku tak peduli.Semua siswa yang melihat kehebohan Chelsea tadi langsung bubar masing-masing.
Sepulang sekolah aku berjalan sendirian karena ayah tak kunjung menjemput ku.
"Mari aku antar pulang" ucap Rafli dari belakang ku yang berjalan kaki namun mobil nya malah di taruh di belakang ku.
"Beneran nih" ucap ku seperti tak yakin saja.
"Iyah lah masak aku bohong" ucap nya sambil ketawa.
Akhir nya aku naik ke mobil nya Rafli.
Di sepanjang perjalanan aku dan Rafli saling bergurau,sampai akhir nya tak terasa kalau sudah mau sampai di rumah ku.
"Ehh ini sudah sampai" ucap ku.
"Oo ini ta rumah mu,mana orang tua mu?" tanya Rafli.
"Ayah kerja kalau ibu mungkin ada di dalam,kamu gak mampir dulu ta ke rumah ku?" ucap ku.
"Lain kali aja ya soal nya habis ini aku ada urusan sama papa ku" ucap Rafli.
Assalamualikum ucap nya.
Waalaikumsalam Jawab ku.
Rafli langsung pergi dari rumah ku.
Saat aku masuk ke dalam rumah
"Siapa itu tadi yang mengantar mu?" tanya ibu.
"Sahabat laki-laki ku bu" ucap ku lalu pergi menuju ke kamar ku.
Aku di dalam kamar berfikir sendirian,detik-detik akan menghalu.Ku lentangkan tubuh ku dengan rebahan.(Apa mungkin Rafli suka padaku? Tapi Chelsea juga menyukai nya) ucap ku dalam hati.Apakah ini yang nama nya Cinta Segitiga? salah satu dari mereka pasti akan mengalami patah hati.Pertanyaan dalam hati ku ini entah kapan akan terjawab.