The Love Triangle

The Love Triangle
Sobat Ambyar



Aku yang menjadi sosok sahabat dari Rafli mencoba menjaga perasaan Mita yang sedang jatuh hati pada Rafli.Meskipun aku tak ada rasa apapun kepada Rafli yang kini hanya sebatas sahabat saja namun aku tahu perasaan dalam Mita jika melihat ku berjalan dengan Rafli.Mendengar cerita Mita yang masih di beri harapan tanpa kepastian aku ikut merasakan kesedihan nya karena aku pernah berada di fase seperti itu.Aku tak mau merusak kesenangan teman ku dengan adanya kehadiran nya diri ku.Aku harus bisa membuat mereka bahagia tanpa harus ada orang ke tiga seperti Chelsea.


"Hes ke kantin yuk" ucap Rafli dari belakang ku.


"Ayo tapi anterin aku ke kelas nya Mita dulu ya,aku mau kembali kan buku nya" ucap ku.


"Oke ayo aku antar" ucap nya.


Saat menuju ke kelas Mita,aku dan Rafli bertemu dengan kawan-kawan Chelsea di tengah jalan.


"Heii berani sekali kalian berjalan berdua lagi" ucap Chelsea dengan tampang-tampang cemburu.


"Apa salah nya jika aku berjalan dengan Rafli?" ucap ku.


"Ku ingat kan sekali lagi yah,kalau Rafli itu milik ku jadi jangan se enak nya kamu kayak gini" ucap Chelsea


"Hahaha kau bilang dia milik mu? sadar lah jika kau ini bukan siapa-siapa nya Rafli dan tak berhak mengatur hidup ku seperti ini" ucap ku.


"Sudah beberapa kali ku bilang bahwa kau tak berhak cemburu,kita hanya sebatas teman dan tidak lebih dari itu" tambahan ucap dari Rafli.


"Kau tak ingat dulu kau sering pergi dengan ku dan chatingan dengan ku,aku baper Raf sama kamu namun ini semua kau anggap sebatas teman? dasar laki-laki semua itu sama aja !" ucap Chelsea lalu pergi dengan mendorong bahu Rafli.


Mendengar kata-kata Chelsea yang tadi aku jadi termenung sejenak dan berpikir kalau cerita Chelsea persis sama yang di alami Mita sekarang.Aku jadi takut kalau Mita hanya di jadikan teman saja dan membuat Mita sakit hati seperti Chelsea atas perbuatan Rafli.


"Sudahlah ayo jangan di pikir perkataan Chelsea yang tadi" ucap Rafli.


"Emang nya benar kan kalau kamu berbuat seperti yang di kata kan sama Chelsea?" ucap ku.


"Iyah emang bener sih tapi itu semua cuma aku anggap sebatas teman gak lebih kok" penjelasan dari Rafli.


"Tapi perbuatan mu itu membuat Chelsea sakit hati Raf,kau seperti memberi harapan kepadanya dengan perbuatan mu yang sebaik ini.Dia salah mengartikan maksud mu yang hanya sebatas teman dengan anggapan nya bisa ke hubungan yang lebih serius" ucap ku.


"Ya mau gimana lagi inilah sikap ku,mungkin hanya kamu yang paham tentang perasaan ku" ucap nya.


"Maksud mu apa?" ucap ku tampak bingung.


"Hemmm....sudah lah nanti saja di bahas sekarang ayo ke kelas nya Mita dulu terus ke kantin aku udah laper banget nih" ucap Rafli


"Okelah" ucap ku.


(Maksud perkataan Rafli itu tadi apa ya? aku kok jadi bingung sih) gumam ku dalam hati.


Waktu sampai di kelas nya Mita ternyata Mita sudah ada di depan kelas,ia duduk-duduk di taman depan kelas nya.


"Mitaaaa !" teriak ku saat memanggil Mita.


Mita menoleh ke arah ku dan melambaikan tangan kanan nya ke atas.


Aku dan Rafli menghampiri Mita.


"Ini aku mau kembalikan buku mu yang aku pinjam kemarin,makasih ya" ucap ku sambil menyodorkan buku itu ke arah Mita.


"Oalah iya sama-sama" ucap Mita.


"Kamu ngapain di sini sendirian Mit,mana teman-teman kamu?" ucap ku


"Teman-teman ku ada di dalam kelas,aku kesini tadi cuma niat an cari angin aja mumpung angin nya lagi semilir-semilir" ucap Mita.


"Oalah kirain ngapain" ucap ku.


"Yaudah ayo kita ke kantin Hes,aku udah lapar nih" ucap Rafli.


"Ehh tiba-tiba kok perut ku sakit ya? aku ke belakang dulu yah,kamu ke kantin nya sama Mita aja nanti aku menyusul kok" ucap ku sambil memegangi perut ku.


"Loh kok gitu?" ucap Rafli.


"Kenapa? gak ada salah nya kan kalau kamu ke kantin pergi sama Mita" ucap ku.


"Yaudah deh gapapa" ucap Rafli.


Melihat keputusan ku yang seperti itu ku lihat Mita tampak bingung namun juga merasakan bahagia.Aku hanya berpura-pura sakit perut agar Mita dan Rafli bisa pergi ke kantin berdua.Suatu usaha ku yang cukup sederhana untuk menyatukan perasaan mereka yang masih canggung satu sama lain. Mita memandangi wajah ku dengan tampang ke bingungan namun respon ku hanya berkedip mata sambil tersenyum seolah-olah aku senang dengan rencana ku ini.Mereka berdua sudah pergi dan saat nya aku mengaman kan Chelsea agar tak tiba-tiba datang merusak suasana Rafli dan Mita.


Aku berjalan menuju ke kantin namun aku juga bersembunyi dari Mita dan Rafli.Mereka berdua terlihat senang dan saling bergurau.Aku pun ikut bahagia jika melihat teman ku bahagia.


Brraaaakkk!!! ..


Suara gebrakan yang tiba-tiba datang dari samping ku.Aku terkejut dan menoleh ke arah nya. Ternyata ya ampun ! my baby hany Kak Dicky wkwk...


"Kok sendirian sih ke kantin nya?" pertanyaan pertama yang muncul dari mulut Kak Dicky.


"Iya kak lagi mood sendiri" jawab ku berlagak cuek.


"Mau aku temanin makan nya ta?" ucap Kak Dicky.


Hati ku berdebar-debar saat Kak Dicky bicara seperti itu dan jarang juga aku bertemu dengan nya meskipun aku satu sekolah dengan nya.Sudah tak di ragu kan lagi jika aku tak mau menolak penawaran yang tak datang 2× ini.


"Silahkan kalau Kak Dicky mau" ucap ku.


"Iyah jelas mau dong" ucap nya sambil tersenyum.


Meja kantin itu sekian jadi saksi bisu atas pertemuan ku dengan nya.Terlalu fokus berdua dengan Kak Dicky jadi lupa kalau aku sedang memantau Mita dan Rafli.Saat ku lihat ternyata mereka berdua sudah tak ada di situ dan tempat duduk nya sudah di pakai dengan siswa lain.Aku langsung mempercepat makan ku dan segera ingin mencari mereka berdua.


"Kak aku pamit balik ke kelas dulu ya" ucap ku.


"Loh kok cuma sebentar sih,padahal baru aja aku duduk di sini" ucap Kak Dicky.


"Maaf kak lain kali aja soal nya aku ada urusan mendadak nih" ucap ku.


"Oalah yaudah gak apa-apa deh" ucap Kak Dicky dengan raut wajah sedih.


"Assalamualaikum kak" ucap ku.


"Waalaikumsalam" ucap Kak Dicky.


Aku langsung bergegas pergi meninggalkan Kak Dicky dan menuju ke kelas ku.Saat sampai di dalam kelas aku melihat Rafli yang sedang bermain game di HP nya sambil duduk sendirian di bangku nya.Aku menghampiri Rafli.


"Heiii gimana lancar gak tadi kencan nya di kantin?" ucap ku.


"Apaan sih gak jelas deh" ucap Rafli.


"Yaelah yaudah deh terserah" ucap ku dengan cuek.


"Nanti waktu pulang sekolah jangan pulang dulu yah,soal nya aku mau ngomong sebentar " ucap Rafli.


"Ngapain nunggu pulang sekolah? sekarang aja kan bisa" ucap ku.


"Gaenak aku lagi nge game,entar aja" ucap nya.


Krriiiiingggg.........


Bel pulang sekolah sudah berbunyi saat nya pulang.


"Tadi katanya pulang sekolah mau ngomong sesuatu,emang nya ngomong apaan sih?" ucap ku.


"Jadi gini...." ucap nya sambil muka-muka bulshit.


"Apaan sih cepetan dong aku keburu di jemput ayah" ucap ku.


"Aku suka sama kamu" ucap nya dengan lantang seolah membuat jantung ku ingin copot separuh.


"Apa maksud mu?" ucap ku.


"Selama ini aku memendam rasa suka kepada mu Hes" ucap Rafli sambil memegang kedua tangan ku.Dengan cepat segera ku lepaskan pegangan itu.


"Kau tak ingat kah kalau kita ini hanya sebatas sahabat yang tidak lebih dari itu" ucap ku.


"Iya aku mengerti namun aku benar-benar suka pada mu,ikatan persahabatan ini hanyalah ku buat topeng agar aku bisa mengenal mu lebih jauh" ucap nya.


"Kau tak berpikir kah jika nanti akan ada hati yang terluka disaat kesenangan mu ini,kau tak mengerti juga kalau Mita itu suka dengan mu?" ucap ku.


"Aku mengerti semua itu namun aku tak bisa membohongi perasaan suka ku ini kepada mu" ucap nya.


"Sejahat ini kah dirimu? memberi harapan tanpa kepastian kepada semua orang tanpa memikirkan rasa sakit hati yang di alami mereka? maaf aku tidak bisa menerima cinta mu" ucap ku.


"Mengapa? " kata-kata yang keluar dari mulut nya.


"Aku tak mau menyakiti hati seorang sahabat perempuan ku,dia sudah ku anggap seperti saudara ku dan aku tak menginginkan sobat ku menjadi ambyar saat mengetahui rasa yang kau ungkap kan kepada ku" ucap ku.


"Apa mungkin aku harus menunggu mu sampai kau mau menerima ku?" ucap nya.


"Tak perlu kau tunggu juga aku pun tak akan menerima cinta mu,meskipun cinta mu ini terlihat tulus namun masih ada hati yang patut di selamatkan yaitu hati nya Mita.Ku harap kau bisa menempatkan perasaan mu kepada nya bukan kepada ku" ucap ku sambil menangis lalu pergi meninggalkan Rafli.