
Malam ini aku serasa kesepian,ayah dan ibu pergi ke Surabaya untuk menemui kerabat ayah yang baru pulang dari tanah suci.Aku tak di ajak untuk pergi ke sana,entah mengapa semua jadi berubah seperti ini.Tak seperti dulu lagi dimana saat dulu aku selalu di ajak berpergian kemana pun mereka berdua pergi.Mungkin memang umur ku yang sudah bertambah dewasa ini menjadi kan mereka enggan mengajak ku,tak seperti dulu kala waktu ku kecil.Rumah yang lumayan besar ini hanya di huni seorang saja yaitu aku.Ingin ku panggil Mita agar dia menemani ku tidur malam ini.Ku kirim pesan ke Mita lewat Whatsapp namun tak kunjung di balas nya.Hampir 1 jam tak kunjung di balas pula.Aku memutuskan untuk pergi menemui Mita di rumah nya sekaligus menjemput nya agar mau tidur semalam bersama ku.
Tookkk....Toookkkk...Tookkkk...
Ku ketuk pintu Mita namun tak ada respon dari dalam rumah nya,apa mungkin memang Mita sedang pergi dengan keluarga nya hingga kelihatan sepi begini rumah nya.Sudah ku tunggu 10 menit di depan pintu rumah Mita namun tak kunjung ada respon dari dalam rumah nya,aku bergegas untuk pulang kembali.Saat aku masih berada di gerbang rumah Mita,aku masih memainkan HP ku diatas motor ku dan membuka whatsapp ku mungkin jika Mita sudah membalas pesan ku.
Tiiiinnnnn.... suara klakson mobil dari arah belakang ku.Lampu mobil itu yang begitu cerah membuat mata ku silau saja saat melihat nya.Mesin dan lampu mobil itu seketika langsung di matikan dan tiba-tiba saat ku lihat di dalam nya ada Mita yang bersama dengan Rafli.Jantung ku berdetak dengan kencang mungkin saja ini reflek dari kaget saat melihat Mita bersama Rafli.Mita turun dari mobil dengan cara bersamaan dengan Rafli dan menghampiriku.
"Kamu tumben ke sini Hes? ada apa?" tanya Mita.
"Itu tadi aku chat kamu tapi gak kamu balas-balas mangkannya aku kesini mau mengajak kamu ke rumah ku" ucap ku.
"Maaf itu tadi HP ku mati jadi gabisa balas chat kamu" ucap Mita.
"Iyah gapapa kok,cieee yang habis kencan" ucap ku sambil tertawa meledek.
"Apaan sih enggak kok aku cuma main biasa aja" ucap Rafli begitu menyahut perkataan ku.
"Iyah bener tuh kata Rafli" ucap Mita.
"Ya sudah aku pamit pulang dulu" ucap Rafli yang sambil masuk kembali ke mobil nya.
"Hati-hati ! ucap Mita dengan nada keras.
Mobil itu pun akhir nya pergi meninggal kan kami berdua.
"Ini semua orang pada kemana kok rumah mu kelihatan sepi Mit ?" tanya ku.
"Ayah sama Ibu pergi ke kota cari peralatan dapur terus adek ikut tante ke Surabaya" ujar Mita.
"Oalah ya sudah ayo ikut aku ke rumah ku sambil temenin aku tidur semalam" ucap ku.
"Maksud kamu aku nginep gitu ta di rumah mu ?" tanya Mita.
"Iyah Mit" ujar ku.
"Yes Asyikkkkk kuy lah" ucap Mita dengan muka senang.
Aku dan Mita berboncengan naik motor ku.Saat sampai di rumah ku Mita heran dengan keadaan rumah ku.
"Ini juga kok sepi banget rumah mu,kemana ayah dan ibu mu ?" tanya Mita.
"Mereka semua pergi ke Surabaya" ucap ku sambil membuka pintu ruang tamu ku.
"Berarti aku nginep di sini dong?" tanya Mita lagi.
"Iya Mita Sumita masyallah dari tadi aku udah bilang masih gak nyambung aja,mentang-mentang lagi happy habis kencan aku ngomong gak di dengerin sibuk HP mulu lagi" ucap ku sambil menjahili Mita.
"Ya ampun maaf Hes,ini juga aku mau cerita ke kamu soal yang tadi" ucap Mita dengan tampang serius.
"Udah lah dongeng nya entar aja sebelum tidur,sekarang anterin aku beli mie judes sama aku traktir" ucap ku.
"Pesen di GO-FOOD aja lah kan gak ribet dan gak capek susah-susah keluar rumah segala" ucap Mita.
"Ayolah Mit bentar aja kok,lagian aku yang nyetir motor nya bukan kamu juga kan yang capek" ucap ku sambil membujuk Mita.
"Haduh yaudah deh iya ayo" ucap Mita.
"Gitu dong mau,udah tinggal naik terus di traktir juga masak gak mau" ucap ku sambil ketawa.
Saat aku dan Mita masih di teras rumah sedang mengeluarkan motor ku ke arah jalanan aku melihat Kak Dicky sedang lewat depan ku.Dia menyapa ku dengan sebuah senyuman hangat sehangat teh poci buatan ibu ku.Aku serasa baper sendiri waktu itu.Mencintai namun sedikit sadar diri saja aku tak pantas untuk nya.Mita yang melihat ku melamun saat Kak Dicky sudah lewat dia malah memukul bahu ku dengan keras.
PLaaaakkkk !!!
"Auuwww sakit Mit" ucap ku sambil mengelus-elus bahu ku.Untung saja aku tak melepaskan setir motor ku hal konyol yang jika benar terjadi pasti akan roboh motor ku.
"Kamu kenapa sih kok kayak orang stres aja waktu habis lihat Kak Dicky terus tiba-tiba melamun gak jelas" ucap Mita.
"Mana ada aku stres mungkin kau paling yang stres" ucap ku lalu menyalakan motor ku.
"Yaelah malah balik nanya gak jelas nih" ucap Mita sambil naik ke motor ku.
Saat aku dan Mita keluar dari gang desa kami menuju ke Cafe Mie Judes yang tepat nya berada di pinggiran kota besar.Seharusnya kita memakai helm namun stok helm di rumah ku tidak ada jadi lebih baik sama-sama tak memakai helm.Cara tepat jika tak ingin kena tilang polisi kota pencari uang dadakan hanyalah satu yaitu lewat jalan tikus(jalan tembusan),namun jalan itu sangat sepi terletak di antara sawah-sawah serta tak ada penerangan jalan.Hati yang mantap ini melawan rasa takut ku yang menggebu.Jika aku putar balik lalu pulang maka lidah ku tak terpenuhi oleh hasrat ku yang menginginkan Mie Judes sejak kemarin.Mita mengatakan padaku jika ia sangat takut melewati jalan sepi itu tapi aku mencoba menenangkan nya.Ku siap kan gas dan rem motor ku saat ingin melewati jalan itu.Di tengah perjalanan saat melewati jalan itu tiba-tiba ada yang memanggil ku dari kiri jalan tapi aku menghiraukan nya langsung saja aku menambah kan gas motor ku menjadi kecepatan yang lebih full.Akhir nya keluar juga dari jalan menyeramkan itu.Sampai di tempat Mie Judes aku dan Mita langsung memesan keinginan kami.
Hanya 15 menit aku menunggu...
Saat nya kita pulang melewati jalan itu lagi,tapi aku tak begitu takut seperti awal tadi.Akhir nya aku dan Mita sampai di rumah.
Aku mengajak Mita untuk makan mie judes sambil nonton TV.Kami berdua penuh canda dan tawa hingga tak terasa ini sudah pukul 22.30 malam masih di depan TV.
"Mit tidur yuk udah malam nih" ucap ku sambil melengkuk-lengkuk melemaskan badan.
"Ayo aku juga udah ngantuk nih" ucap Mita.
Aku dan Mita pergi menuju ke kamar.
"Ehh iya sebelum tidur aku mau cerita dulu dong tentang Rafli" ucap Mita.
"Ooo iya cepetan aku keburu kepo" ucap ku sambil berbaring di atas kasur.
"Aku kok tiba-tiba baper ya sama Rafli,aku ngerasa kayak nyaman gitu kalau deket sama dia" ucap Mita.
"Kamu chatingan sama dia tiap hari? terus sering keluar sama dia?" tanya ku.
"Iya aku tiap hari chatingan sama dia terus kalau aku butuh apa-apa tapi gak ada yang anterin mesti dia selalu ada" ujar Mita.
"Emang tadi kamu dari mana?" ucap ku.
"Tadi tiba-tiba dia ngajak aku beli boneka sama tas dan dia minta pendapat ku buat milih nya" ucap Mita.
"Ya ampun kamu di beli in tas sama boneka Mit?" tanya ku dengan tampang senang.
"Bukan itu bukan untuk ku Hes,kata nya itu buat temen nya.Aku takut Hes kalau aku ini jatuh Cinta pada orang yang salah,aku udah baper ehh hati nya ternyata bukan buat aku" ucap Mita dengan ekspresi sedih.
"Yah gini aja,kamu jangan terlalu ambil perasaan ke dia yang menurut mu itu tidak pasti.Aku gak mau kamu cuma di kasih harapan Mit" ucap ku.
"Kamu biasa nya aku lihat waktu ketemu gitu pasti jalan sama Rafli" ucap Mita.
"Ya ampun jangan cemburu dulu,aku itu dari pertama masuk sekolah itu memang udah sahabatan sama dia layak nya sahabat perempuan" ucap ku.
"Berarti aku curhat ini ke orang yang tepat" Mita tiba-tiba berkata seperti itu.
"Aku mungkin bisa membantu mu mendekatkan nya" ucap ku.
"Makasih Hes,yaudah aku tidur dulu yah" ucap Mita sambil menarik selimut menutupi seluruh badan nya.
(Ku kira Rafli sedang mengalami Cinta Segitiga dengan ku dan Chelsea,ternyata realita ku semua salah.Semoga saja Cinta Rafli hanya tulus ke satu orang) Gumam ku dalam hati.