
Ketika aku melihat seseorang di Cafe Pelangi kemarin,aku masih penasaran itu benar Kak Dicky atau bukan.Gara-gara si ojol aku jadi gak bisa lihat kepastian nya.Andai aja kalau itu benar Kak Dicky lagi jalan sama kakak nya Chelsea mungkin aku pingsan di tempat itu.Suka gak kuat kalau lihat dia sama yang lain.Aku jadi makin penasaran siapa sih sosok kemarin yang aku lihat.Ingin aku tanyakan kepada anak nya langsung tapi masih takut aja.
Waktu itu di kelas aku sedang dalam fase jam kosong tak ada guru yang mengisi pelajaran sebab guru nya rapat.Aku berniatan untuk menghampiri kelas Kak Dicky yang pasti nya jam kosong juga,tapi kalau aku kesana sendirian gak berani takut di ledek-ledekan sama kakak kelas di kira apel ke Kak Dicky.Masak cewek yang apel ke cowok haduh gila kali ya harga diri mau taruh pantat aja deh neng.Akhir nya aku memutuskan untuk pergi kesana mengajak Frila dan dia pun mau.Saat aku mau keluar kelas aku bertemu dengan Chelsea dan kawan-kawan yang sedang berdiri di depan pintu.
"Ehh awas gaes kasih jalan dong buat pelakor nya mau lewat nih" ucap Chelsea sambil ketawa.
"Dasar demit dimar" ucap ku.
"Apa kamu bilang barusan?" ujar Chelsea.
"Yaelah sayang cantik-cantik tapi telinga nya tuli wkwk" ujar ku sambil berhenti di depan pintu.
"Apa demit dimar kamu bilang?" ujar Chelsea.
"Iya kamu itu kek demit dimar persis deh wkwk,mohon maap kalau aku orang nya terlalu jujur" ucap ku sambil ketawa.
"Hee lu ngajak berantem ya!" ucap salah satu teman Chelsea.
"Loh ayo dong gaes jangan cuma biacara aja berani nya,punya tangan buat apa ha?" ujar ku.
"Udah lah Hes ayo kita kesana aja,jangan bikin ribut sama dia entar urusan nya ribet loh" ujar Frila.
"Udah Fril kamu tenang aja" ujar ku.
"Sok atuh ayo maju" ujar Chelsea.
"Ups berantem di sini neng? mohon jaga etika dong masak anak orang kaya etitut nya jelek banget berantem di area sekolah biar apa? biar ada teman yang bantuin? Hahaha dasar berani nya keroyokan !" ujar ku.
"Ini anak lama-lama ngelunjak ya kalau di biarin hidup" ujar salah satu teman Chelsea.
"Bodoamat !" ujar ku lalu pergi meninggalkan Chelsea dan kawan-kawan.
"Yaelah pergi ! situ kagak berani ya wkwk" ujar Chelsea dari kejauhan tapi hanya aku hiraukan perkataan nya.
"Kamu tadi berani banget sama Chelsea Hes,kalau aku jadi kamu mah udah merinding musuh dia" ujar Frila.
"Yaelah Fril ngapain juga harus takut? inget kata pepatah : kita hanya takut kepada tuhan,orang tua,dan guru selain itu sikat !" ujar ku.
"Iya sih tapi aku takut Hes kalau adu mulut sama Chelsea secara kan dia anak nya suka ngadu-ngadu entar kalau kamu di adu in ke kakak nya gimana?" ujar Frila.
"Kan aku udah bilang kalau aku gak takut sama selain yang aku omongin tadi,lagi pula aku gak takut selagi aku benar" ucap ku.
"Wah hebat nih aku jadi dapat pengetahuan baru dari kamu" ujar Frila.
"Astaga pengetahuan berkelahi wkwk" ujar ku sambil ketawa.
Saat aku sampai di depan kelas Kak Dicky,aku tak nampak Batang hidung nya Kak Dicky.Aku menanyakan kepada kakak kelas perempuan yang sekelas dengan Kak Dicky dan sedang duduk sendirian di depan kelas nya.
"Permisi kak mau tanya bentar" ucap ku sambil berdiri di depan nya.
"Ohh iya dek silahkan mau tanya apa?" ujar kakak kelas.
"Kak Dicky ada dimana kak?" tanya ku.
"Oalah Dicky tadi lagi berangkat ke kantin dek" ucap kakak kelas.
"Iya dek sama-sama" ujar nya.
"Yaudah kak Permisi" ucap ku.
"Iya dek" ujar nya.
Aku pun pergi meninggalkan kelas Kak Dicky dengan Frila.
"Fril tadi kata nya Kak Dicky pergi ke kantin,kamu mau gak anterin aku kesana?" tanya ku.
"Iya Hes aku anterin kok santai aja lah" ujar Frila.
"Aku tuh takut kamu capek gara-gara ngaterin aku kesana kemari" ujar ku.
"Apaan sih neng alay deh wkwk" ujar Frila sambil ketawa.
"Ya ampun alay deh" ujar ku sambil ketawa.
Aku dan Frila berjalan menuju ke kantin yang lumayan jauh dari kelas Dicky.Saat aku sampai di kantin aku melihat sisi pojok kanan kiri pun tak ada Kak Dicky.Lantas dia kemana ya tuhan aku sudah capek berjalan kesana kemari hanya untuk mencari nya.Sudah lah aku tak begitu memikirkan nya karena aku sudah lelah.Aku dan Frila akhir nya memutuskan untuk kembali ke kelas.Sampai di kelas aku bertemu lagi dengan sosok demit dimar yaitu Chelsea.Maklum lah memang aku satu kelas dengan nya jadi kuat gak kuat harus ketemu dia tiap hari.Cobaan dari allah sangat Indah dengan di pertemukan orang-orang kayak Chelsea.Gatau juga itu sebenarnya orang atau setan sih kok sifat nya persis banget.Astagfirullah aku jadi ghibah nih gaes.Aku khilaf gaes.
"Ngapain balik lagi?" ucap Chelsea.
"Terserah aku dong ini juga kelas ku bukan kelas mu doang" ucap ku.
"Kelas ini bentar lagi mau aku beli jadi lain nya boleh masuk cuma lu doang yang gak gue bolehin masuk" ucap Chelsea.
"Wooowww sultan gaes !" ujar teman teman Chelsea secara bersamaan.
"Hahaha mentang-mentang anak sultan jadi lupa daratan kek gini,inget gaes ini harta orang tua lu dan gak malu apa bangga-bangga in punya orang tua" ucap ku.
"Bacod lu Hes,yang penting gue happy selain nya itu aku gak mikir" ucap Chelsea.
"Bodoamat !" ucap ku lalu pergi menuju ke bangku ku.Teman-teman Chelsea pun terdiam seketika saat aku bilang kek gitu.Mungkin pada sadar semua dan mungkin malu.
Krriiingggg....Krriinggggg....Krriiiiinggg....
Bel pulang sekolah sudah berbunyi.Hal seperti biasa yang kulakukan adalah menunggu jemputan dari ayah di gerbang sekolah.Saat aku duduk sendiri di dekat gerbang sambil melihat siswa lain pulang.Tiba-tiba aku melihat Kak Dicky sedang berboncengan dengan kakak nya Chelsea di depan mata ku.Astaga cobaan macam apa ini ya allah,melihat dia berjalan dengan orang lain.Aku terus menatap nya dari kejauhan.Saat Kak Dicky berjalan mendekat dan dia melihat ku yang duduk di dekat gerbang sekolah.Dia tiba-tiba berhenti di pinggir jalan dan menaruh motor nya serta berbincang sedikit dengan kakak Chelsea seolah menyuruh nya menunggu sebentar di situ,lalu Kak Dicky menghampiri ku yang sedang duduk menatap nya.
"Maaf kan aku ya jika aku sudah menyakiti hati mu" ujar Kak Dicky seolah tak merasa bersalah.
"Apa makasud dari semua sandiwara ini?" tanya ku.
"Aku sudah berpacaran dengan Lita sejak 1 bulan ini" ucap nya.
"Oh gitu ya,yaudah aku gak papa kok lagian juga kita kan cuma temen aja waktu itu belum ada status nya" ucap ku sambil berusaha menahan air mata yang ingin keluar.
"Yaudah aku pergi dulu,kasihan dia udah nunggu lama" ucap nya.
"Iyah sana" ucap ku.
Lalu Kak Dicky pergi meninggal kan ku.
(Kejar dia yang menurut mu lebih sempurna dari ku,aku yang hadir dengan segala kekurangan ku ini tak mampu melakukan apapun setelah takdir berkehendak seperti ini) gumam ku dalam hati sambil memandangi dia pergi.Hati ku hancur waktu itu ingin segera pulang dan sampai rumah untuk menceritakan semua keluh kesah ku kepada bantal kamar ku.Aku pun memutuskan untuk pulang jalan kaki sendirian.Mood ku yang hancur tak ber arah membuat aku bingung harus berbuat apa,seolah hati yang di buat hancur secara cepat dengan dia.Harapan yang dulu ia berikan kepada ku itu semua palsu,bulshit,fake love ! aku benci dia ya allah.Mengapa engkau pertemukan aku dengan dia jika berujung seperti ini.Aku tak kuat menerima cobaan seperti ini.Aku ingin pulang.