The Love Triangle

The Love Triangle
Suasana Baru



 


Sibuk sekali waktu tahun baru kemarin karena tidak hanya tahun yang berganti melainkan suasana tempat tinggal ku juga ikut berganti,aku dan keluarga ku menjadi agak asing di sebuah desa itu karena kami adalah seorang perantau yang berjuang di kota orang.Hal yang sudah biasa kami lakukan yaitu berpindah\-pindah rumah,karena keluarga ku tidak memiliki rumah yang menetap jadi hanya bisa berpindah\-pindah.Aku pernah berdo'a di malam hari suatu saat aku ingin menjadi orang yang sukses agar bisa membeli rumah untuk membahagiakan orang tua dan semoga itu bisa terwujud bantu do'a ya teman\-teman ku *wkwk* makasih atas do'a nya.


 


Pagi sudah datang dan mimpi halu ku sudah berakhir saat nya ku sambut itu semua dengan happy.Ayam tetangga sangat lah berisik di pagi itu,maklum lah di kota asal ku tak seberisik ini jadi aku perlu adaptasi dong.Ku buka jendela kayu kamar ku yang sudah goyang\-goyang serta berbunyi jika di mainkan ngik\-nguk *huft*\ !! waktu nya di beresin nih jendela nya.


Barusan mengerjapkan mata ku lihat halaman rumah *uwwuuu*\ ! banyak sekali gaes ayam nya.Tenang itu cuma kaget biasa aja kok *wkwkwk. "Klutik...klutik...klutik*" suara gelas teh yang sedang di aduk\-aduk sendok kecil oleh ibu.Rupanya diluar kamar ku sedang sibuk dengan kegiatan rumah.Aku membuka pintu kamar ternyata ayah sedang sibuk membenahi dinding rumah memajang foto\-foto keluarga yang *cute\-cute*.Ibu sibuk memasak dan membuat kan ayah teh.Aku melihat teh yang begitu menggoda segara ku seruput secingkir teh itu " Hisss...panasnya teh ini " lidah ku serasa hambar.Ibu malah menertawakan ku " Sudah tau teh panas kok masih di minum saja nak".Aku mengambil tisu yang ada di dekat rak sendok lalu ku sapukan ke bibir ku yang kepanasan.Hmm rupa nya tanda\-tanda pagi yang panas berawal dari teh panas ini.Aku,ayah, dan ibu mulai membagi tugas untuk berbenah rumah baru ku ini.Aku berdo'a agar selalu nyaman dengan rumah dan suasana desa baru ku.


Setelah beberapa jam kita sibuk di dalam rumah akhir nya berbenah untuk rumah baru ini akhir nya selesai.Cukup capek memindahkan letak\-letak perabotan rumah tangga.Perut ku mulai bergetar rupa nya cacing\-cacing di perut ku sudah mulai demo untuk meminta sarapan,untung saja ibu sudah masak jadi langsung saja aku sarapan.


 


*Toott...Toottt...Toott..!!! Gludak\-gludak*\


 


 


Suara apa itu kira-kira.Barusan juga mau enakin sarapan kok tiba-tiba denger suara aneh.Aku dan ibu segera keluar menuju ke ruang tamu melihat ke arah jalan dari bilik jendela ruang tamu ku.Para ibu-ibu keluar dari rumah masing-masing dan berjalan menuju ke arah sumber suara tadi,Ada apa ini sebenar nya kok para ibu-ibu keluar dari rumah seramai ini ? ucapku dalam hati.Setelah beberapa menit aku masih menunggu di bilik jendela bersama ibu sambil bertanya-tanya ada apakah ini.Lalu ku lihat lagi ada beberapa ibu-ibu sudah kembali serta tak bisa ku hiraukan pandangan ku yang melihat tangan tetangga ku itu sedang membawa kantong plastik yang berisi sayuran.Ibu ku langsung menghampiri tetangga ku tersebut dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.Kata tetangga ku itu tadi habis belanja di Pak Dombi sang penjual sayur yang sudah lama berjualan di desa ini.Ternyata oh ternyata suara aneh itu tadi berasal dari suara Tossa (mobil tanpa pintu dan bak terbuka serta suara yang agak aneh tapi lucu) bunyi itu juga di hasilkan oleh bel Tossa tersebut yang berfungsi sebagai penanda kalau penjual sayur itu sudah datang.Aku tak sengaja mendengar pembicaraan ibu dengan tetangga ku itu akhir nya mulai faham.Lucu sekali ya kalau mau belanja jadi tahu kapan Pak Dombi datang atau belum.


 


Matahari sudah ingin cepat berputar saja.Dari pagi yang cerah beralih ke siang bolong ini.Panas sekali suasana siang ini bikin gerah body dan gerah hati aja *wkwk*.Kipas angin ku benar\-benar menguji kesabaran ku,percuma di hidup kan sama sekali tidak sejuk.Maklum saja lah memang kipas ini sudah berdiri sejak aku ber umur 11 tahun sampai sekarang ber umur 16 tahun, sudah sangat tua tuh mesin nya mungkin bentar lagi is dead wkwk.Bolak-balik keluar masuk rumah niat nya cari angin alami malah gak dapet-dapet yang ada malah di liatin tetangga ku sebelah,dikirain ngapa kali ya.Dahaga mulai menyerang tenggorokan ku yang kering kerontang karena sibuk mencari angin sampai-sampai serasa dehidrasi gara-gara angin, untung saja ibu ku sangat baik ia membuat kan ku es mangga. Meskipun es nya cukup sederhana tapi itu sudahlah cukup untuk melepas dahaga ini. Setiap teguk kan minum ku kurasakan dengan nikmat, alhamdulillah Segaarrr.....


 


Suasana terik matahari ini lama\-lama membuat mata ku terbenam saja di atas kasur.Siang nya tidur mulu waktu malem malah begadang kek kelelawar *Hmmm dasar aku*!!.Udah jadi kebiasaan jadi gini nih sulit di atur pola tidur nya.Mau tidur sekarang tapi hawa nya panas tapi mata milih merem aja.Cari tempat yang enak buat rebahan,aku memilih untuk tidur di lantai ruang tamu.Cukup sederhana tinggal taruh bantal terus atur posisi buat tidur tinggal merem deh ini mata.


 


 


 


Tangan ibu mulai menyerang paha ku.Niat nya sih Bagus buat bikin aku jadi bangun tidur tapi sakit gaesss."Ayo bangun ini sudah sore." Bentak ibu ku.Tidak terasa ini sudah sore ku kira aku hanya tidur beberapa menit saja tapi ini malah 3 jam tidur di atas lantai.Bergegas ku beres kan bantal-bantal ku agar ibu tidak marah-marah.


 


Udah Wangi,udah dandan,udah cantik *eaaa:v* tapi aku gak mau pergi kemana\-mana.cuma sekedar keluar teras rumah aja,lagian aku juga belum punya temen di sini.Iseng\-iseng siapa tau ada yang mampir ke rumah ku meskipun itu gak kenal dan bisa jadi akrab.Aku duduk sambil melihat bocah\-bocah kecil bermain lari\-larian sangat ramai sore itu.Tiba\-tiba ada seorang lelaki muda yang mengendarai sepeda melaju dengan kencang terlihat seperti tergesa\-gesa.


*Gruubyaakkk*.....


Laki-laki itu menabrak salah satu anak-anak kecil itu.Anak kecil itu menangis kesakitan dan memegangi area kaki nya.Segera ku hampiri anak itu dan ku gendong lalu ku bawa ke teras ku.Lelaki itu meminta maaf kepada anak kecil itu.Aku sebagai saksi mata kejadian tersebut menasehati lelaki itu dan nampak nya ia bisa menerima saran ku.Aku masuk sebentar ke dalam rumah untuk mengambil obat-obat medis kecil.Saat ku kembali ku lihat wajah anak kecil itu sangat ketakutan,aku malah tambah kasihan.Kotak obat ku di ambil cepat sama lelaki itu dia terburu-buru mengobati anak kecil itu.Rupa nya wajah lelaki itu juga sedikit takut.


Terima kasih..ini kotak nya


Dia mengembalikan kotak itu ke tangan ku.Lalu ia sudah buru-buru ingin pergi tapi keadaan anak kecil itu belum bisa berjalan." Hey...bagaimana anak ini belum bisa berjalan? " tanya ku." Biar aku antar pulang saja anak ini " ia menjawab pertanyaan ku dan berdiri lalu menggendong anak itu di letak kan di atas motor nya.


Sekali lagi terima kasih atas bantuan nya...


Brumm...brummm !!!


Motor nya sudah pergi dan aku baru saja ingat kalau aku tak sempat berkenalan dengan nya.Dia yang terlalu terburu-buru sehingga membuat ku panik dan lupa untuk berkenalan.Tapi tak apalah mungkin lain waktu bisa bertemu dia lagi.