The Love Triangle

The Love Triangle
Biarkan aku memelukmu



Disebuah club malam Verza tampak sedang duduk dengan beberapa botol yang sudah kosong di atas mejanya.


"Tuan sebaiknya kita pulang, tuan muda sudah terlalu mabuk. Mari saya antarkan" Ucap Asistennya yang menemaninya dari tadi diclub malam itu.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah satu malam. Namun Verza enggan diajak pulang, Sudah beberapa kali Asistennya memintanya untuk segera pulang namun ia tak pernah menggubrisnya.


"Tuan ayolah, Nona Lauren pasti menunggu anda dirumah" ajaknya sekali lagi.


Verza hanya tertawa hambar, "Lauren menungguku? hhah dunia akan kiamat jika itu semua terjadi" Lirihnya pelan yang tidak dapat didengar oleh Asistennya sebab musik diclub terdengar begitu memekakkan telinga.


Sesaat kemudian tiba tiba Verza jatuh untungnya Asistennya dengan sigap menahan tubuhnya.


"Tuan.. Tuan muda" panggil nya khawatir.


Tanpa pikir panjang ia langsung memapah tubuh Verza untuk dibawa kedalam mobil agar dapat segera diantarkan pulang.


Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai didepan mansion milik Verza, untung saja jalanan tidak begitu padat.


"Mari saya bantu tuan"


"Sudah saya bisa sendiri. Kamu boleh pulang" Ucap Verza ketika sudah sampai didepan pintu utama.


"Baik tuan" jawab asistennya seraya membungkuk tanda hormat.


Verza lalu masuk kedalam rumah dengan sempoyongan, suasana sepi dan gelap karna lampu sudah dimatikan.


Ia menatap kearah sofa, berharap Lauren tertidur disitu karena menunggunya.


Mana mungkin Lauren mau tidur disitu hanya karna ingin menungguku pulang.


Lalu ia dengan perlahan menaiki anak tangga menuju kamar nya. Ketika akan melewati kamar Lauren ia menghentikan langkah nya, membuka pintu kamar itu dengan pelan, dilihatnya Lauren sedang tertidur pulas diatas ranjang.


Dengan pelan pelan ia naik keatas ranjang lalu berbaring tepat disamping tubuh Lauren, menghadap kearah wanita muda itu. Memperhatikan setiap inci wajahnya, hingga tanpa sadar sedikit demi sedikit matanya tertutup, Verza tertidur dengan posisi berhadapan dengan Lauren, dengan senyum yang masih terukir di bibirnya.


"eugh" Lauren menggeliat ketika sinar matahari menerpa wajahnya melalui celah celah jendela.


Dengan kesadaran yang masih belum terkumpul sepenuhnya ia merasakan ada sebuah tangan kekar yang memeluknya begitu erat, ia mengucek matanya untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya lalu berbalik arah untuk melihat siapa yang berani masuk kekamarnya dan memeluknya.


Matanya terbelalak kaget begitu melihat Verza sedang tertidur sambil memeluknya. Spontan Lauren menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara yang dapat menggangu tidur pria itu.


Ditatapnya wajah itu, wajah yang tampak begitu kelelahan. Entah kenapa Lauren merasa bersalah selama ini, membiarkan Pria itu mengurus dirinya sendiri, tubuhnya kini tampak lebih kurus dari beberapa waktu yang lalu ketika Tiana masih hidup, dapat dipastikan Tiana mengurusnya dengan begitu baik.


"Jam berapa dia pulang semalam? apa yang dia lakukan hingga pulang larut malam" tanya Lauren dalam hati sambil terus menatap pria dihadapannya.


Dengan perlahan Lauren berusaha bangkit tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Namun Verza semakin erat memeluknya, membuat Lauren menatap bingung padanya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja Lauren" Ucap Verza dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Lauren mengernyitkan kening ketika mengcium aroma bir dari mulut Verza ketika ia berbicara tadi.


"Kau minum?" tanya Lauren memastikan.


Verza hanya diam tak menjawab pertanyaan yang diberikan Lauren barusan.


"Sejak kapan kau suka minuman beralkohol Verza" Tanya Lauren lagi sambil terus menatap tanya pada pria dihadapannya itu.


"Aku hanya meminumnya ketika aku sedang frustasi Lauren" jawab Verza seraya semakin merapatkan tubuhnya pada Lauren lalu menenggelamkan wajahnya di dada Lauren, menghirup aroma tubuh Lauren dalam dalam. Ini kali pertamanya ia memeluk tubuh Lauren.


Lauren hanya terdiam membiarkan Verza memeluknya seperti itu, toh jika ia menolaknya itu hanya akan membuat ia semakin merasa bersalah. Sekarang ia sudah memutuskan untuk berusaha menerima kenyataan dan berusaha mencintai Verza.


Tbc