
Pertemuan waktu itu membuat ku penasaran saja.Siapa nama nya? Siapa dia? Dimana rumah nya? itu hanya pertanyaan yang mengucap di bibir dan teka teki di hati ku saja,karena tak mungkin lagi rasa nya aku bertemu dengan dia.Dia tak pernah nampak lewat depan rumah ku lagi.Apa mungkin ia tak tinggal di desa ini? Hati ku selalu bertanya\-tanya. Lantas mengapa aku selalu memikir kan dia,aku saja tidak mengenal nya *aahh* sudah lah aku tak perlu terlalu memikirkan nya.
...Hujan yang cukup lebat tak segera reda...
Malam yang sunyi ini ingin ku melantun kan bibir ku untuk bernyanyi.Sepi menerpa tidur malam ku meskipun waktu ini belum saat nya tidur.Aku tidur lebih awal karena ayah dan ibu tak kunjung pulang.Mereka pergi ber pamitan ke rumah teman ayah dan sampai sekarang tak kunjung pulang.Salah satu hobi ku adalah menyanyi jadi setiap menit jika aku tak bernyanyi itu serasa bibir ku hampa.Perlahan aku mulai memejamkan mata tetapi bibir mulai membuka untuk bernyanyi.
Andaikan malam yang sepi...
Dapat bicara...
Mungkin Aku tak kan kesepian...
Tokk...tokk...tokk
Astaga ternyata sosok itu adalah laki\-laki yang selalu ku fikir seharian kemarin dan ku sebut dengan tanda tanya siapakah dia.Lagi\-lagi fikiran ku bercampur aduk sehingga lupa akan tujuan ku kemarin yang ingin meng\-instropeksi diri nya.Aku terlihat gugup di depan nya bahkan salah tingkah sendiri saat melihat nya." Silahkan masuk,di luar sangat dingin." ucap ku untuk menawarkan dia masuk ke rumah supaya tidak kedinginan dan terlihat lebih sopan saat menerima tamu." Aku hanya sebentar saja kok,tidak terlalu lama karena ini sudah malam gak baik kalau laki\-laki main ke rumah cewek." ujar nya begitu.Aku heran mengapa ia tiba\-tiba muncul lagi di mata ku,apa mungkin ia berasa kalau aku sedang memikirkan dia waktu kemarin yang pertemuan terkesan tanpa perkenalan."Aku kesini dengan maksud hanya ingin mengambil buku daftar warga yang di titip kan di rumah mu." Ujar nya begitu."Aku sama sekali tak tahu dimana letak buku itu" jawab ku kepadanya.Kata ayah ku di taruh di laci dekat dengan meja belajar mu,aku tahu karena ayah mu barusan tadi menelfon ayah ku untuk mengambil nya."Oke sebentar biar aku cari" ucap ku.Dia sudah ku tawarkan untuk masuk rumah ku tapi dia tak mau.Bergegas ku cari buku itu agar dia tak terlalu lama menunggu ku.Setelah buku itu ku temukan aku pun juga mengambil kan dia jaket ku yang bermodel agak cowok tidak seperti jaket cewek."Ini buku nya dan ini aku pinjami jaket agar kau tak terlalu kedinginan" ucap ku."Ohh terima kasih tapi tak usah jaket ini soal nya aku tak terlalu kedinginan kok" ia menjawab pembicaraan ku." Tidak apa-apa ini ambil saja" balasan ku."Okelah terima kasih" ujar nya.Dia mengenakan jaket ku di depan mata ku,Upsss...Dia terlihat sangat Cool Omegat !!.Dia langsung mengenakan payung nya dan berpamitan untuk pulang."Aku pulang dulu,Assalamualaikum" ucap nya sambil melambaikan tangan."Waalaikumsalam,hati-hati di jalan" Ucap ku sambil melambaikan tangan.Ku pandangi arah jalan nya hingga di ujung jalan sana.Cuaca dingin di luar membuat mu tak tahan lama-lama di luar.Aku segera masuk dan menutup pintu rumah ku.Baru saja aku masuk ke kamar ku Astaga...lagi-lagi aku lupa untuk berkenalan dengan nya.Aku jengkel dengan diri ku sendiri kenapa kok aku jadi pelupa gini.Aku tadi nya ngantuk sekarang malah gak jadi ngantuk gara-gara mikirin dia lagi,dia tiba-tiba muncul di hadapan ku dengan saat-saat tertentu,meninggalkan sebuah senyuman manis di tambah dia makin cool saat mengenakan jaket ku.Aku berfikir apakah nanti jaket ku di kembalikan apa tidak ya dengan nya,Ahhh tapi tak apalah jika tak di kembalikan aku bisa nabung untuk membelinya lagi dan jaket ku itu biar jadi kenangan nya di waktu hujan ini.Wajah nya selalu terlihat di atap rumah ku serasa aku jatuh Cinta dengan nya karena selalu memikirkan nya.Ini adalah jatuh Cinta yang tak wajar sebab jatuh Cinta tanpa perkenalan namun sudah ada rasa sebelum nya.Pikiran ku seakan lenyap begitu saja saat mendengar bel motor ayah di luar sana.Ayah dan ibu sudah pulang rupa nya.
"Dek buku daftar warga sudah di ambil sama pak RT?" pertanyaan ayah."Sudah kok yah" jawab ku.Ayah mendengar kan jawaban ku dan langsung berjalan masuk menuju ke kamar nya.Aku mulai berfikir lagi tentang dia,berarti dia itu tinggal di desa ini sebab ia adalah anak Pak RT di sini.Namun mengapa aku tak pernah menjumpainya.Semoga saja dia satu sekolah dengan sekolah baru ku nanti,agar aku bisa mencari informasi tentang dirinya.Aku pun langsung masuk ke kamar ku untuk melanjutkan tidur ku,tapi aku di dalam juga gak merem\-merem susah buat tidur malam persis banget sama kelelawar.
Suasana yang cukup dingin membuat aku malah tak bisa tidur.Ingin ku berkhayal\\-khayal tentang nya.Waktu yang pas untuk berkhayal adalah pada saat malam hari.Suasana sepi,otak pun tenang.Kelihatan nya ayah dan ibu juga sudah tidur.Aku mulai bangun dari ranjang tidur menuju ke meja belajar ku.Aku melakukan kebiasaan seperti biasa nya yaitu menulis diary di buku kecil yang berisi semua tentang pahit manis nya kisah hidup ku.Aku tak punya saudara,aku adalah anak tunggal.Dari dulu aku selalu kesepian tak ada teman untuk curhat di rumah.Ku lihat rata\\-rata semua teman ku punya saudara meskipun itu adik,kakak laki\\-laki ataupun perempuan setidak nya suasana hari\\-hari mereka tak selalu sepi seperti ku.Jadi ku curah kan masalah ku ketika di rumah hanya lah buku kecil ini.Aku orang nya tidak terlalu terbuka dan tak berani menceritakan masalah ku ke orang tua sehingga buku ini lah sebagai pelampiasan ku saat di rumah.Jika di sekolah ku dulu aku punya sahabat yang sangat Setia dan mengerti kondisi ku,aku bersyukur pernah di pertemukan dengan nya.Namun allah lebih sayang dia jadi dia dipanggil duluan untuk menghadap nya.Tak ikhlas ku kehilangan sahabat yang seperti dia.Dia sangat baik mengapa dia terlalu cepat pergi.Seiring berjalan nya waktu aku mencoba untuk mengikhlaskan kepergian nya.Aku hanya ingin di pertemukan kembali orang yang seperti sahabat ku itu.Apakah di sekolah baru ku nanti aku bisa mempunyai teman seperti nya?Aku selalu memikirkan itu,sebab dari semua teman yang pernah ku kenal terlalu munafik.
Andai sahabat ku masih hidup pasti akan ku ceritakan banyak tentang dia.Dia yang lucu,cool,manis.Ingin rasa nya berjumpa dan duduk berdua bertukar cerita dengan nya.